Kemranjen - Dalam era modern seperti sekarang, peran Penyuluh Agama Islam semakin luas dan beragam. Tidak hanya terpaku pada bimbingan dan penerangan agama sesuai dengan PMA nomor 24 Tahun 2024, tetapi juga turut serta dalam berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu contoh konkret dari multiperan Penyuluh Agama adalah kegiatan yang dipimpin oleh Miftah di Desa Grujugan, Kemranjen, yang fokus pada ketahanan pangan. Senin (19/01/26)
Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap isu ketahanan pangan dengan melaksanakan program penanaman melon di Desa Grujugan. Program ini tidak hanya sekadar kegiatan pertanian, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, Penyuluh Agama berfungsi sebagai jembatan antara ajaran agama dan praktik sehari-hari yang bermanfaat bagi kehidupan umat.Sugeng Susyanto, Kepala Desa Grujugan, memberikan apreasi yang tinggi atas inisiatif ini. Dukungan dari pemerintah desa sangat penting untuk kesuksesan program ketahanan pangan ini. "Alhamdulillah, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen semakin memberikan dampak nyata kepada umat dan masyarakat, melalui kegiatan dan program yang ada," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga agama dan pemerintah desa dapat menciptakan sinergi yang positif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
Kegiatan penanaman melon ini memiliki banyak manfaat. Pertama, kegiatan ini akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan keterampilan baru dalam bertani, yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Penanaman melon juga dapat menjadi sumber pangan yang bergizi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
Dengan berbagai peran yang dijalankan, Penyuluh Agama Islam tidak hanya menjadi pencerah dalam aspek spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti ketahanan pangan. Upaya Miftah dan dukungan dari komunitas setempat menjadi contoh inspiratif bagi kita semua. Seiring dengan semakin kompleksnya tantangan di masyarakat, keberadaan Penyuluh Agama yang aktif dan responsif menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan mandiri. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, harapannya adalah terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (mf)
