KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati
Tampilkan postingan dengan label Nikah dan Rujuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikah dan Rujuk. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2026

KUA Layani Konsultasi Nikah Luar Negeri

Kemranjen - KUA Kemranjen menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang memerlukan informasi seputar layanan konsultasi nikah luar negeri. Dengan semangat untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan humanis, KUA Kemranjen menyambut setiap pengunjung yang datang dengan hangat. Senin (19/01/26)

Setibanya di KUA, Munir dan Titi langsung merasakan atmosfer ramah yang tercipta berkat keramahan frontliner KUA yang menyapa mereka dengan 3 S (Salam, Senyum, dan Sapa). Sikap ini tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung, tetapi juga menunjukkan komitmen KUA Kemranjen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Frontliner yang bertugas dengan sepenuh hati ini memastikan bahwa setiap orang yang datang mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan.

Usai mendapatkan sambutan hangat, Munir dan Titi diteruskan untuk berbincang dengan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Dalam pertemuan ini, Apriliyanto menjelaskan secara mendetail tentang layanan yang mereka butuhkan, yakni Surat Keterangan Pernikahan untuk nikah luar negeri. Penjelasan ini merujuk pada Peraturan Menteri Agama nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan, yang memiliki ketentuan khusus terkait proses dan syarat yang harus dipenuhi.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan setiap langkah yang diperlukan untuk mendapatkan surat tersebut, serta dokumen-dokumen apa saja yang harus disiapkan. Komunikasi yang terbuka dan informasi yang jelas ini membuat pasangan yang sedang merencanakan pernikahan luar negeri merasa lebih siap dan percaya diri dalam menjalani proses administratif yang dibutuhkan.

Dalam sesi penutupan, Titi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan dan pelayanan baik yang mereka terima. "Terima kasih atas sambutan dan pelayanan KUA Kemranjen yang baik, informasi yang kami dapat akan kami tindaklanjuti,” ucap Titi dengan senyum puas. Ungkapan ini mencerminkan betapa pentingnya pelayanan yang baik dan responsif dalam membantu masyarakat.

KUA Kemranjen tidak hanya sekadar penyedia layanan administrasi, tetapi juga sebagai mitra dalam setiap langkah penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan dedikasi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan humanis, KUA Kemranjen menunjukkan bahwa pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna layanan. Melalui pendekatan yang ramah dan profesional, KUA Kemranjen siap membantu masyarakat dalam setiap kebutuhan, terutama bagi mereka yang berencana melaksanakan pernikahan luar negeri. (is)

Kamis, 15 Januari 2026

Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih Menjalani Hari Bahagia di KUA Kemranjen

Kemranjen – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen saat pasangan pengantin baru, Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih, menjalani hari bersejarah mereka. Pasangan yang telah menunggu momen sakral ini dengan penuh harap tiba di KUA, dengan hati yang berbunga-bunga menantikan prosesi akad nikah yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB.

Setelah melalui proses pengecekan berkas secara teliti dan dinyatakan lengkap oleh petugas, prosesi akad nikah pun dilaksanakan dengan suasana khidmat. Wali dari pengantin pria, dalam kesempatan tersebut, mengucapkan ijab kabul yang disambut dengan penuh kekhidmatan oleh Umam yang menjawab Qobul. Saksi-saksi yang hadir turut menyatakan sahnya pernikahan tersebut, menandai babak baru dalam kehidupan pasangan muda ini.




Momen bahagia ini disertai tangis haru dari keluarga dan kerabat yang hadir, sebagai bentuk syukur atas keberhasilan perjuangan cinta keduanya yang penuh rintangan. Perjalanan cinta Syafaul dan Riris selama ini dikenal tidak mulus; keduanya harus menghadapi berbagai tantangan baik dari segi jarak maupun faktor eksternal lainnya. Meski demikian, tekad mereka untuk bersatu tetap kokoh hingga akhirnya hari bahagia itu tiba.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, turut memberikan pesan bijak kepada kedua mempelai serta seluruh hadirin. Ia menyampaikan bahwa “Perjuangan menuju halal yang kalian jalani adalah berat, tapi lebih berat lagi adalah menjaga keluarga yang akan dan sedang kalian bangun. Maka tetaplah bersama dalam suka maupun duka, saling mendukung, saling menguatkan, dan jangan saling melemahkan.” Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa pernikahan bukan hanya tentang momen bahagia di hari H, melainkan juga tentang komitmen jangka panjang untuk saling menjaga dan memperkuat satu sama lain.

Pengalaman pribadi selama bertugas di KUA Kemranjen menunjukkan bahwa banyak pasangan muda seperti Syafaul dan Riris yang menghadapi berbagai tantangan sebelum akhirnya meraih kebahagiaan. Data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pernikahan di Indonesia meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya persiapan mental dan spiritual sebelum menikah. Bimwin pra-nikah serta dukungan dari keluarga menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlangsungan rumah tangga yang harmonis.

Prosesi akad nikah hari ini menjadi contoh nyata bahwa meskipun perjalanan menuju pernikahan penuh liku-liku, keteguhan hati dan doa restu dari keluarga mampu mengantarkan pasangan ke pelaminan dengan lancar dan penuh berkah. Semoga pernikahan Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih menjadi awal dari kehidupan baru yang penuh cinta, saling menghormati, dan saling mendukung dalam membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah. (aaa)

Calon Pengantin Serbu KUA Kemranjen, Pemeriksaan Menjelang Nikah Tetap Padat Jelang Sore

Kemranjen, Banyumas – Aktivitas pemeriksaan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen hari ini berlangsung cukup padat. Meski waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, sejumlah pasangan yang akan menikah tetap antusias mengikuti proses pemeriksaan berkas, validasi data, serta mendapatkan bimbingan perkawinan mandiri. (15/01)

Dari pantauan di lapangan, sejumlah calon pengantin yang datang hari ini menegaskan komitmen mereka untuk menjalani proses pernikahan sesuai prosedur yang berlaku. Salah satu pasangan yang turut hadir adalah Irfan Tauhid dan Siti Kholina, yang merencanakan akad nikah pada hari Jumat, 30 Januari 2026 di kediaman mempelai perempuan di Sirau Kemranjen. Kehadiran mereka menjadi bukti pentingnya persiapan matang dalam menyambut hari bahagia tersebut.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan dan validasi data merupakan tahap krusial agar seluruh dokumen dan administrasi kepernikahan berjalan lancar dan sah secara hukum. “Proses ini tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi juga sebagai langkah memastikan bahwa kedua mempelai memenuhi syarat dan tidak ada kendala hukum yang bisa menghambat pernikahan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Apriliyanto menambahkan bahwa pemberian bimbingan perkawinan sangat penting dalam membangun pondasi rumah tangga yang kokoh. Ia menekankan aspek kesiapan mental dan emosional pasangan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berumah tangga. Dalam sesi bimbingan tersebut, peserta diajarkan tentang pengelolaan keuangan keluarga secara bijaksana serta strategi menyelesaikan konflik secara damai dan efektif.

Pengalaman pribadi dari petugas KUA menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya persiapan pernikahan yang matang. Banyak pasangan yang aktif mengikuti seluruh rangkaian proses ini demi memastikan masa depan rumah tangga mereka berjalan harmonis dan penuh kebahagiaan.

Dengan kegiatan pemeriksaan calon pengantin yang terus berlangsung hingga sore hari ini, diharapkan semua proses administrasi dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak ada hambatan saat hari H nanti. Pemerintah melalui lembaga keagamaan seperti KUA terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan panduan lengkap dan profesional dalam menjalani fase penting kehidupan ini.

Secara keseluruhan, kegiatan pemeriksaan calon pengantin di Kemranjen hari ini mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan pernikahan yang sah secara hukum maupun spiritual. Melalui validasi data serta bimbingan perkawinan yang mendalam, diharapkan pasangan-pasangan seperti Irfan Tauhid dan Siti Kholina dapat memulai perjalanan hidup baru mereka dengan fondasi yang kuat dan penuh kesiapan. (aaa)


Nasehat Kang Penghulu : Harus Saling agar Keluarga Bahagia

Kemranjen - Pernikahan adalah salah satu momen paling berharga dalam hidup seseorang. Begitu juga dengan Paul (21 tahun) dan Ratna (16 tahun) yang baru saja mengucapkan janji suci di depan para saksi dan Kang Penghulu, Apriliyanto, di Balai Nikah KUA Kecamatan Kemranjen pada tanggal 15 Januari. Momen bahagia ini menjadi awal dari perjalanan baru mereka, sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan harapan. Dalam suasana yang penuh kebahagiaan itu, Kang Penghulu memberikan nasehat penting untuk bekal Paul dan Ratna dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Salah satu inti dari nasehat Kang Penghulu adalah pentingnya rasa saling di antara pasangan. "Harus ada rasa saling di antara kalian berdua," ungkap Kang Penghulu. Rasa saling ini meliputi menjaga komitmen, saling mendukung visi, cinta, dan menghormati satu sama lain. Komunikasi yang baik harus terus dijaga agar keduanya bisa saling memahami dan membantu satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam pernikahan, rasa saling ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Paul dan Ratna yang menikah di usia muda tentunya akan menghadapi berbagai tantangan tersendiri. Perbedaan karakter, emosi yang masih labil, hingga kontrol ego menjadi bagian dari dinamika rumah tangga mereka. "Emosi yang masih labil juga menjadi tantangan," tambah Kang Penghulu. Di sinilah pentingnya kedewasaan dalam bersikap dan berkomunikasi. Mereka harus belajar untuk saling mendengarkan dan menemukan jalan tengah dalam setiap perselisihan yang mungkin terjadi.

Kang Penghulu menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Setiap pasangan pasti akan menghadapi perbedaan pendapat, namun cara menghadapinya akan menentukan keberhasilan hubungan mereka. Dengan mengedepankan musyawarah, Paul dan Ratna diharapkan dapat mencari solusi bersama yang terbaik, tanpa harus meninggalkan rasa hormat satu sama lain. Ini adalah kunci untuk menciptakan suasana harmonis di dalam rumah tangga.

Setelah memberikan nasehat, Kang Penghulu pun melantunkan doa untuk pasangan muda ini. "Semoga keduanya betul-betul bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rohmah," ujarnya. Doa tersebut menjadi harapan bagi semua yang hadir, agar Paul dan Ratna menjadi orang tua yang bijak dan dikaruniai anak-anak yang sholih/sholihah sebagai generasi Islam yang kuat. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.

Dengan bekal nasehat yang dalam dan penuh makna ini, Paul dan Ratna diharapkan dapat menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Mengingat bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang, rasa saling, komunikasi yang baik, dan musyawarah adalah kunci untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Selamat menempuh hidup baru, Paul dan Ratna! (aaa)


Rabu, 14 Januari 2026

Fondasi Kehidupan Harmonis: Mengapa Niat di Balik Pernikahan Begitu Krusial

Kemranjen - Pernikahan adalah momen penting yang sangat dinanti oleh banyak orang. Dalam tradisi dan budaya kita, menikah bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan langkah besar menuju kehidupan baru. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, penting untuk memahami dan meluruskan niat di balik keputusan ini. Dalam konteks agama, khususnya dalam Islam, niat yang baik menjadi fondasi utama untuk memulai kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Setiap individu memiliki alasan tersendiri ketika memutuskan untuk menikah. Bagi sebagian orang, pernikahan bisa jadi merupakan cara untuk menghindari perzinaan atau sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan finansial. Di sisi lain, ada juga yang merasa terpaksa untuk menikah karena desakan dari keluarga atau lingkungan sekitar. Namun, terlepas dari motivasi tersebut, sangat penting untuk kembali memeriksa niat kita.

Niat yang tulus dan benar akan membantu membentuk hubungan yang sehat antara suami dan istri. Pernikahan dalam Islam bukan hanya sebuah kontrak sosial, melainkan juga ibadah yang seharusnya didasari oleh visi spiritual. Dengan niat yang baik, pasangan dapat saling mendukung dalam menjalani kehidupan bersama, serta tumbuh dan berkembang dalam iman.

Niat yang baik dalam memulai kehidupan baru bersama pasangan membawa dampak signifikan terhadap perjalanan rumah tangga. Pertama, niat yang lurus memberikan motivasi bagi masing-masing pasangan untuk saling bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan. Kedua, pernikahan yang dijalani dengan niat yang baik akan menghasilkan hubungan yang lebih sakral, penuh berkah, dan harmonis.

Bapak Galih Lukman Hakim, dalam pemeriksaan calon pengantin di KUA Kecamatan Kemranjen, menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Ia percaya bahwa pernikahan yang dibangun berdasarkan niat yang baik akan lebih mampu bertahan, meskipun diuji oleh berbagai situasi. Dengan niat yang benar, pasangan akan lebih mudah untuk saling memaafkan dan menjaga satu sama lain.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk memastikan niat kita sudah sesuai sebelum menikah:

1. Refleksi Diri : Luangkan waktu untuk merenung dan menilai alasan di balik keinginan untuk menikah. Apakah alasan tersebut mencerminkan cinta, komitmen, dan harapan untuk membangun keluarga yang bahagia?

2. Diskusi dengan Pasangan : Jangan ragu untuk membahas niat dan harapan Anda dengan pasangan. Komunikasi yang terbuka akan memperkuat pemahaman dan saling pengertian.

3. Bimbingan Spiritual: Jika perlu, carilah bimbingan dari orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti ustaz atau figur teladan dalam komunitas. Mereka bisa memberikan perspektif yang lebih dalam tentang pentingnya niat dalam pernikahan.

Menikah adalah langkah yang monumental dalam hidup. Oleh karena itu, memastikan niat yang baik sebelum memasuki babak baru ini sangatlah penting. Dengan meluruskan niat, kita mengharapkan kebaikan dan berkah dalam setiap langkah yang diambil bersama pasangan. Mari kita resapi makna pernikahan sebagai ibadah yang membutuhkan komitmen dan keikhlasan. Semoga setiap pasangan yang bercita-cita untuk menikah selalu diberikan kemudahan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan baru mereka. (gl)


glh)

Minggu, 11 Januari 2026

Kebahagiaan Kuadrat: Ketika Penghulu Pernikahan Adalah Paman Sendiri

Banyumas - Pernikahan adalah salah satu momen paling bersejarah dalam hidup setiap pasangan. Di hari bahagia ini, semua harapan dan impian seakan menyatu dalam satu perayaan yang megah. Salah satu hal yang menambah keunikan dan kesan mendalam dari suatu pernikahan adalah keterlibatan keluarga besar, terutama dalam peran penghulu.

Momen spesial antara Ferry Ferdian dan Umi Nur Awaliyah yang berlangsung di rumah mempelai putri di Desa Sidamulya Kemranjen pada pukul 09.00 WIB menjadi contoh nyata betapa mewahnya kebahagiaan saat penghulu yang menikahkan merupakan bagian dari keluarga. Penghulu yang dipercaya dalam momen sakral ini adalah Pak Lik dari calon mempelai wanita, yaitu Bapak Iqbal Husain, Kepala/Penghulu KUA Purwokerto Utara. Ini menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi kedua mempelai dan keluarga.

Dalam pernikahan ini, mekanisme penunjukkan penghulu turut memberikan nuansa yang luar biasa. Proses penunjukkannya melalui surat permohonan oleh Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, kepada Kasi Bimas Islam Kankemenag Banyumas, yang kemudian mengeluarkan surat penunjukkan untuk Bapak Iqbal Husain. Dengan cara ini, pernikahan tidak hanya menjadi sebuah kontrak sosial, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan yang sudah ada.

Ketika seseorang yang dekat dengan keluarga terlibat dalam proses akad nikah, hal ini memberikan suasana yang lebih hangat dan intim. Kebahagiaan terasa lebih kuadratik, menyebar bukan hanya kepada mempelai, tetapi juga kepada seluruh hadirin yang hadir pada acara tersebut.

Di tengah momen bahagia ini, doa-doa terbaik dipanjatkan untuk Ferry dan Umi. Sebuah harapan agar mereka dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rohmah. Tidak hanya itu, banyak yang berharap agar pasangan ini kelak dikaruniai anak-anak yang sholih dan sholihah, sehingga kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini bisa berlanjut hingga generasi berikutnya.

Kedua mempelai ini menjadi simbol cinta sejati, di mana semuanya terhubung dalam cinta dan komitmen. Pertemuan dua keluarga yang saling mendukung dan menghormati menjadikan pernikahan ini sebagai langkah awal yang baik untuk perjalanan baru mereka sebagai pasangan suami istri. (a)

Sabtu, 10 Januari 2026

Peran Sentral Penghulu: Kunci Kelengkapan dan Taktis Arsip Nikah Rujuk


 Banyumas - Dalam setiap pernikahan, terdapat proses administrasi yang tak kalah pentingnya, yaitu pengelolaan arsip nikah. Di sinilah peran penghulu menjadi sangat krusial, terutama dalam menjaga kelengkapan dan penataan arsip nikah rujuk. Galih Lukman Hakim, seorang penghulu di KUA Kemranjen, mengemban tugas ini dengan penuh dedikasi dan konsentrasi. Berkas calon pengantin diperiksa secara teliti, memastikan bahwa semua data yang ada saling mendukung dan sesuai satu sama lain. (09/01)

Kelengkapan berkas adalah langkah pertama yang harus ditempuh dalam proses pernikahan. Dalam hal ini, Galih tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga menata berkas dengan sistematis. Setiap dokumen, mulai dari foto kopi KTP, Kartu Keluarga (KK), ijazah, hingga akta kelahiran, diatur sedemikian rupa agar mudah diakses. Proses ini memastikan bahwa saat dibutuhkan, petugas arsip dapat bekerja tanpa kendala. Sebuah langkah yang sejalan dengan arahan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, yang menekankan pentingnya penataan arsip yang baik.

Di era digital ini, urgensi digitalisasi arsip nikah semakin meningkat. Dengan berkembangnya teknologi, pengelolaan arsip secara manual mulai ditinggalkan. Apriliyanto menegaskan bahwa penataan arsip harus mengikuti perkembangan zaman. "Penataan arsip adalah amanah dari Pimpinan, baik manual maupun digital, menyesuaikan jaman yang semakin canggih secara teknologi," ujarnya tegas. Digitalisasi tidak hanya mempermudah pencarian dokumen, tetapi juga mengurangi risiko kehilangan dan kerusakan fisik pada berkas.

Walau demikian, proses digitalisasi arsip nikah ini bukan tanpa tantangan. Diperlukan pemahaman dan keterampilan dari setiap petugas agar dapat beradaptasi dengan alat dan sistem baru. Namun, jika dilakukan dengan baik, penataan arsip dapat meningkatkan efisiensi kerja serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses dokumen penting mereka.

Peran penghulu dalam kelengkapan dan penataan arsip nikah rujuk sangatlah penting. Dengan pelaksanaan yang baik, mulai dari pemeriksaan berkas hingga digitalisasi, kita dapat melihat masa depan yang lebih teratur dan efisien dalam pengelolaan arsip. Upaya Galih Lukman Hakim dan tim KUA Kemranjen menjadi contoh nyata bahwa meskipun tantangan ada, komitmen untuk menyesuaikan perkembangan zaman akan selalu membawa hasil yang bermanfaat bagi semua. (a)

Calon Pengantin Wajib Lunas Kekurangan Berkas Sehari Sebelum Akad Nikah Sesuai Aturan

 


Banyumas -Saat bersiap untuk melangsungkan pernikahan, terdapat beberapa tahapan penting yang harus dilalui oleh pasangan calon pengantin. Salah satunya adalah pemeriksaan dan validasi berkas di Kantor Urusan Agama (KUA). Di KUA Kemranjen, proses ini dipimpin oleh Bapak Galih Lukman Hakim, penghulu yang bertugas sementara menggantikan Bapak Kepala KUA Apriliyanto yang sedang menjalankan tugas di luar kantor. (09/01)

Pada hari ini, pemeriksaan dilakukan di auditorium KUA Kemranjen dengan antusiasme yang tinggi dari para pasangan calon pengantin beserta wali nikah mereka. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap dan valid. Berkas lengkap dan valid merupakan salah satu tujuan utama dari pemeriksaan di KUA, karena akan memudahkan proses pencatatan perkawinan nantinya.

Bapak Galih menekankan bahwa pasangan calon pengantin harus selalu ingat bahwa perjuangan bersama dalam mempersiapkan pernikahan adalah langkah awal yang penting dalam membangun rumah tangga. Ia memberikan pesan agar pasangan tetap solid dan kompak saat menghadapi berbagai cobaan di masa depan, karena kebersamaan mampu meringankan beban dan membantu menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 30 Tahun 2024, segala kekurangan berkas harus dilengkapi maksimal satu hari sebelum pelaksanaan akad nikah. Hal ini ditegaskan oleh Bapak Galih saat menjelaskan mengenai berbagai kekurangan berkas yang ditemukan selama proses pemeriksaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi pasangan calon pengantin untuk memastikan bahwa mereka memiliki semua dokumen yang diperlukan jauh-jauh hari sebelum tanggal pernikahan.

Selain memastikan kelengkapan berkas, konsultasi dengan penghulu seperti Bapak Galih juga sangat dianjurkan. Dengan begitu, pasangan calon pengantin bisa mendapatkan informasi dan arahan yang lebih jelas mengenai prosedur pernikahan, serta persiapan mental dan emosional dalam memasuki kehidupan berumah tangga.

Dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, mulai dari kelengkapan berkas hingga kesiapan mental, pasangan calon pengantin dapat melangsungkan akad nikah dengan lancar dan sakral. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda yang sedang mempersiapkan hari bahagia tersebut. (glh)

Dua Srikandi Teliti di Balik Pendaftaran Nikah KUA Kemranjen

 


Banyumas - Mengurus administrasi pernikahan bukanlah hal yang mudah. Setiap dokumen harus diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada yang terlewat atau salah. Di KUA Kemranjen, proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim yang berdedikasi, agar semua berjalan lancar. Ibu Ning Zulaekha dan Ibu Suwarsih adalah dua tokoh penting yang bertanggung jawab dalam meneliti dan menata berkas awal pendaftaran kehendak nikah.

Ibu Ning dan Ibu Suwarsih bekerja sama untuk memeriksa setiap berkas yang masuk. Mereka memastikan bahwa semua persyaratan sudah terpenuhi sebelum diteruskan ke tahap berikutnya. Semua kekurangan berkas akan dicantumkan di NB bantu sebagai bahan pertimbangan Penghulu yang akan melaksanakan pemeriksaan. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk memastikan kelengkapan berkas dan mempermudah kerja penghulu serta bagian arsip nantinya.

Di KUA Kemranjen, filter kelengkapan berkas dilakukan secara berlapis. Pertama, oleh petugas pendaftaran seperti Ibu Ning dan Ibu Suwarsih. Selanjutnya, berkas diperiksa oleh penghulu saat melakukan pemeriksaan langsung. Terakhir, petugas Simkah akan menginput data hasil pemeriksaan tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, "Filter kelengkapan berkas di KUA Kemranjen kita lakukan berlapis. Hal ini sebagai ikhtiyar maksimal kita untuk ketertiban administrasi di KUA Kemranjen. Meskipun masih banyak perlu perbaikan, akan kita lakukan bertahap."

Ketelitian dalam menerima berkas pernikahan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan upaya maksimal untuk ketertiban administrasi di KUA Kemranjen. Dengan adanya filter berlapis tersebut, diharapkan tidak ada masalah yang muncul di kemudian hari. Semua ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan mereka sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pentingnya filter berlapis dalam memastikan tertib administrasi nikah tidak bisa diremehkan. Dari mulai pemeriksaan awal oleh Ibu Ning dan Ibu Suwarsih hingga pengecekan oleh penghulu dan input data oleh petugas Simkah, semuanya berperan penting dalam menjaga ketertiban administrasi di KUA Kemranjen. Keikhlasan dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas ini patut diapresiasi, karena mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan semua berjalan lancar dan tertib. (sw)

Kamis, 08 Januari 2026

Jangan Bandingkan Pasangan ! Pesan Penting dari KUA untuk Pernikahan Kedua

 Banyumas - Di tengah perjalanan hidup, banyak di antara kita yang mungkin pernah merasakan pahitnya kegagalan dalam sebuah hubungan. Namun, seperti pepatah mengatakan, "setiap akhir adalah awal yang baru." Kesempatan kedua untuk menikah bukan hanya sekadar melanjutkan hidup, tetapi juga sebuah kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahan dan meraih kebahagiaan sejati.


Roi Riswanto dan Esa Rizqiana adalah contoh nyata bagaimana cinta dapat menemukan jalannya kembali. Setelah ijab qobul yang dilaksanakan pada hari Jum'at, 09 Januari 2026, di Balai Nikah KUA Kemranjen, mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Dalam momen berharga ini, kepala KUA Kecamatan Kemranjen, Apriliyanto, bertindak sebagai wali hakim dan dengan bijak mengingatkan betapa pentingnya untuk tidak membanding-bandingkan pasangan saat ini dengan seseorang dari masa lalu. Hal ini sangat krusial, mengingat pengalaman pahit yang mungkin dibawa dari pernikahan sebelumnya.

Dalam sebuah pernikahan, menjaga perasaan satu sama lain adalah kunci utama untuk menciptakan keharmonisan. Kang Penghulu yang memimpin prosesi pernikahan mengingatkan bahwa salah satu penyakit yang sering kali menghantui pasangan yang pernah mengalami kegagalan adalah perbandingan yang tidak sehat. "Ojo dibanding-bandingke," ucapnya, menekankan bahwa setiap individu memiliki keunikan dan kekurangan masing-masing. Ketika kita mampu menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan, cinta akan semakin kuat.

Setelah ijab qobul, Bapak Kyai Makhrus memanjatkan doa untuk kedua mempelai agar senantiasa disatukan dalam cinta dan kasih sayang. Doa tersebut diamini oleh seluruh yang hadir, menunjukkan harapan dan dukungan dari keluarga serta teman-teman. Melestarikan cinta dan kasih sayang bukan hanya tentang menunjukkan perhatian, tetapi juga tentang memahami dan saling mendukung satu sama lain dalam setiap langkah.

Kesempatan kedua untuk menikah adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri. Dengan komunikasi yang baik, pengertian yang dalam, dan komitmen untuk saling menjaga perasaan, setiap pasangan dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga kisah ROI dan ESA menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak takut mencintai lagi dan menjalani hidup dengan penuh harapan. (nz)

Apresiasi Kepala KUA: Sinergi Memukau Antara Penyuluhan Agama dan Pekerjaan Administratif

 Banyumas - Dalam menjalankan tugas mereka, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya fokus pada penyuluhan agama. Di tengah tantangan yang ada, mereka juga berperan penting dalam administrasi dan pengelolaan arsip, menjadikan kinerja mereka tak terbatas pada satu aspek saja. Artikel ini akan membahas peran ganda Penyuluh Agama Islam KUA, dengan fokus pada upaya mereka dalam penyuluhan dan dukungan administratif.

Penyuluh Agama Islam memiliki tugas utama dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang prinsip-prinsip agama, tetapi peran mereka tidak berhenti di situ. Di KUA Kemranjen, misalnya, Bapak Yono bersama rekan-rekannya mengambil inisiatif untuk membantu dalam pendataan dan penataan arsip. Ini menunjukkan bagaimana Penyuluh Agama Islam mampu melampaui batas-batas tanggung jawab mereka dalam memainkan peran mereka secara proaktif.

Salah satu aspek penting yang telah diangkat adalah penomoran pada cover jilid arsip. Proses ini sangatlah penting untuk mempermudah pencarian data ketika dibutuhkan. Melalui penataan arsip manual yang didukung oleh arsip digital, misalnya dengan metode scan atau penyimpanan data di Excel. Penyuluh Agama Islam dapat memastikan bahwa informasi penting dapat diakses dengan mudah. Hal ini sangat krusial, terutama ketika mengingat bahwa arsip merupakan warisan berharga bagi pegawai negeri sipil (ASN) yang akan datang.

Bapak Yono dan timnya bekerja keras meskipun harus bersaing dengan tumpukan arsip lama dan menghadapi cuaca panas yang menyengat. Dengan bantuan kipas angin yang tidak cukup untuk mendinginkan ruangan, semangat pengabdian mereka tetap tinggi. "Arsip ini akan menjadi warisan berharga bagi ASN penerus kita kelak," ungkap Bapak Yono. Pernyataan ini mencerminkan betapa serius dan berdedikasinya mereka dalam pekerjaan yang mungkin sering dianggap sepele oleh sebagian orang.


Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Penyuluh Agama Islam. Ia menekankan bahwa selain menjalankan tugas utama mereka di bidang penyuluhan, mereka juga mampu meluangkan waktu untuk terlibat dalam pengadministrasian KUA. Dukungan ekstra ini sangat berarti, tidak hanya untuk kelancaran operasional KUA, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, peran ganda Penyuluh Agama Islam KUA menciptakan sinergi yang baik antara penyuluhan dan administrasi. Dengan upaya yang gigih dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip, mereka menunjukkan bahwa dedikasi terhadap tugas mereka tidak pernah padam. Melalui kerja keras dan komitmen, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menjadi teladan dalam hal pengabdian kepada masyarakat, siap mewariskan nilai-nilai penting kepada generasi selanjutnya. (yn)

Rabu, 07 Januari 2026

Seni Menata Sabar di KUA Kemranjen: Menghadapi Beragam Karakter dengan Hati Sejuk

 


BANYUMAS – Menjadi ujung tombak pelayanan publik bukanlah perkara mudah, terutama bagi para pegawai di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemranjen. Setiap harinya, mereka tidak hanya berhadapan dengan tumpukan berkas administrasi, tetapi juga beragam karakter dan watak masyarakat yang datang dengan berbagai kepentingan. Mulai dari calon pengantin yang datang dengan raut bahagia namun tegang, hingga warga yang datang dengan emosi tinggi karena urusan dokumen yang mendesak. Di sinilah, kesabaran para petugas KUA Kemranjen diuji sekaligus dibuktikan. (7/1).

Kesabaran ini bukan sekadar formalitas. Dalam pantauan di lokasi, para pegawai tampak telaten memberikan penjelasan berulang kali kepada warga lanjut usia atau mereka yang kurang memahami prosedur digital. Tidak ada nada bicara yang tinggi; yang ada hanyalah komunikasi dua arah yang menyejukkan sambil sesekali diseliingi humor humor yang merekatkan persaudaraan. Rofi'ah, selaku staff dan operator layanan di KUA Kemranjen terlihat sangat sabar dalam menghadapi setiap pertanyaan dan peermintaan dari masyarakat yang sedang mengurus duplikat nikah. Menurutnya kesabaran dan keramahan menjadi kunci dan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan di KUA Kemranjen. 

Ismi, petugas front office, mengungkapkan bahwa memahami kondisi psikologis masyarakat adalah kunci utama. "Setiap orang yang datang membawa cerita dan beban yang berbeda. Ada yang sangat pendiam, ada yang kritis, bahkan ada yang datang dalam kondisi emosi yang kurang stabil. Tugas kami adalah menjadi 'pendengar' yang baik sebelum memberikan solusi," tuturnya dengan senyum tenang.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan bahwa seluruh stafnya telah dibekali dengan prinsip pelayanan yang adaptif. Menurutnya, karakter masyarakat yang heterogen di wilayah Kemranjen menuntut petugas untuk memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. "Kami selalu menekankan kepada seluruh pegawai bahwa di kantor ini, kita tidak hanya melayani berkas, tapi melayani manusia. Menghadapi karakter yang sulit memang tantangan, tapi jika kita menghadapinya dengan hati yang sejuk dan penuh kesabaran, masalah yang sulit pun biasanya akan selesai dengan baik," jelas Apriliyanto.

Ketulusan dalam melayani ini rupanya membekas di hati warga. Banyak warga yang awalnya datang dengan raut cemas, pulang dengan perasaan lega. Kemampuan petugas dalam mendinginkan suasana dan memberikan kejelasan prosedur tanpa membuat warga merasa "digurui" menjadi nilai plus tersendiri. "Salut buat petugas di sini. Walau warga banyak yang tanya ini-itu, mereka tetap kalem dan menjawab dengan sopan. Benar-benar melayani dengan hati," ujar salah satu pengunjung yang sedang mengurus legalisir dokumen. 

Dengan semangat melayani tanpa membeda-bedakan karakter, KUA Kemranjen terus berupaya menjadi oase pelayanan publik yang ramah, profesional, dan tentu saja, penuh kesabaran. (st)

Sinergi Tokoh Agama dan KUA: Diskusi Hangat Apriliyanto dan Kyai Ghofar

 Banyumas -Hari Jum'at yang istimewa menjadi momen berharga bagi KUA Kecamatan Kemranjen. Tepat pukul 09.00 WIB, Bapak Kyai Abdul Ghofar dari Kebarongan Kemranjen hadir di ruang front office KUA. Kunjungan ini bukan sembarang kunjungan; kehadirannya sebagai tamu istimewa menjadi kesempatan untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman mengenai pembangunan umat.


Kedatangan Bapak Ghofar disambut hangat oleh tim KUA. Seperti biasa, prosedur pelayanan dimulai dengan memastikan bahwa beliau mendapatkan perhatian dan informasi yang diperlukan. Namun, keinginan Bapak Ghofar untuk lebih dekat dengan Kepala KUA, Apriliyanto, membawa suasana menjadi lebih akrab. Pertemuan ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih kuat antara tokoh agama dan lembaga pemerintahan.

Diskusi ringan namun bermakna pun dimulai. Dalam obrolan santai tersebut, banyak hal yang dibahas, mulai dari perkembangan dakwah di wilayah Kebarongan hingga tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Bapak Ghofar memberikan masukan dan kritik yang konstruktif, sangat penting bagi KUA Kecamatan Kemranjen dalam mengembangkan program-program dakwah yang efektif. Sebagai kepala lembaga, Apriliyanto dengan cermat mencatat setiap poin berharga yang diungkapkan oleh Bapak Ghofar, menunjukkan betapa pentingnya input dari komunitas dan tokoh agama dalam merancang kebijakan yang lebih baik.

Semangat kerjasama dan saling mendukung terlihat jelas dalam pertemuan ini. KUA Kecamatan Kemranjen berkomitmen untuk selalu terbuka terhadap masukan, kritik, serta ide-ide segar dari para tokoh masyarakat seperti Bapak Ghofar. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan umat bisa tercapai dengan lebih optimal.

Pertemuan ini diakhiri dengan harapan bahwa kolaborasi antara KUA dan tokoh-tokoh agama seperti Kyai Ghofar akan terus terjalin, sehingga kontribusi mereka dalam pengembangan masyarakat dapat lebih dirasakan. Kegiatan ini bukan saja memperkuat ikatan antar pihak, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana dialog dan komunikasi yang baik bisa mendorong kemajuan bersama. Mari terus kita jaga semangat ini demi pembangunan umat yang lebih baik! (sw)

Nasehat Kang Penghulu KUA Kemranjen : Pernikahan Adalah untuk Menjaga Harkat dan Martabat Manusia


Banyumas - Pernikahan merupakan salah satu momen terpenting dalam kehidupan seseorang. Bukan sekadar ikatan sah antara dua individu, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar untuk membangun keluarga yang harmonis. Dalam konteks ini, peran KUA (Kantor Urusan Agama) menjadi sangat vital. Melalui pemeriksaan dan validasi data bagi calon pengantin atau catin, mereka berupaya untuk menyiapkan mental dan spiritual pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Pada pagi yang cerah, Bapak Galih Lukman Hakim sebagai Calon Penghulu di KUA Kecamatan Kemranjen melaksanakan sesi pembimbingan untuk catin. Aris dan Siti, pasangan yang sedang mempersiapkan diri menuju pernikahan, hadir bersama wali nikah mereka. Mereka mengikuti semua tahapan ini dengan penuh kesadaran, menyadari pentingnya setiap langkah tersebut. Hal ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah awal dalam membangun landasan keluarga sakinah, yang diharapkan dapat menjaga harkat dan martabat manusia.

Siti, dalam pernyataannya, mengungkapkan rasa syukurnya. "Terima kasih karena telah dilayani dengan baik, dan juga mendapatkan ilmu yang nantinya dapat kami aplikasikan dalam keluarga yang akan kami bangun," katanya penuh semangat. Ucapan Siti mencerminkan betapa pentingnya pelayanan yang humanis dari pihak KUA Kecamatan Kemranjen untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada calon pengantin. Pelayanan ini tak hanya sebatas administrasi, tetapi juga sebagai pembekalan yang akan membantu mereka menghadapi suka duka kehidupan berumah tangga.

Menyiapkan mental spiritual tidak bisa diabaikan dalam proses pernikahan. Calon pengantin perlu memahami bahwa pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang yang mengharuskan keduanya saling mendukung dan memahami satu sama lain. KUA berperan dalam menegakkan nilai-nilai ini, memastikan agar setiap catin paham tentang tugas dan tanggung jawab yang akan mereka emban setelah menikah.

Selain itu, penting untuk menekankan perlunya membangun komunikasi yang baik. Dalam sebuah keluarga, komunikasi yang terbuka dan jujur menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan. Oleh karena itu, bimbingan dari KUA sangat membantu pasangan untuk belajar cara berkomunikasi dan menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul di masa depan.

Pernikahan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan upaya untuk menjaga harkat dan martabat manusia melalui pembentukan keluarga yang sakinah. Peran KUA dan semua pihak yang terlibat dalam proses ini sangatlah penting, baik dalam aspek administrasi maupun dalam memberikan pendidikan dan bimbingan. Dengan demikian, setiap pasangan dapat memulai hidup baru dengan semangat dan pengetahuan yang cukup untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. (nz)

Selasa, 06 Januari 2026

Pemeriksaan Catin KUA : Serius Menghadapi Dokumen, Santai dengan Humor Hangat

 Banyumas - Hari ini, suasana di KUA Kemranjen begitu istimewa. Kedatangan Ibu Mukhsonah, seorang ASN dari KUA Sumpiuh, menambah semarak kegiatan di kantor tersebut. Bersama suaminya, putri tercintanya Mba Anni Nur Lailiyah, dan calon suami, Mas Tunjung (atau yang lebih akrab dipanggil Kyai Raden Tunjung), mereka datang dengan penuh harapan untuk menyelesaikan proses administratif sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. (06/01)


Pemeriksaan catin menjadi salah satu langkah penting sebelum pernikahan. Hal ini sangat krusial untuk memastikan semua dokumen dan persyaratan terpenuhi agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Di sinilah urgensi pemeriksaan catin menjadi sangat jelas. Proses ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga sebagai upaya untuk memberikan pemanduan yang tepat bagi pasangan menuju kehidupan baru mereka.

Ketika sesi pemeriksaan dan validasi data dimulai pada pukul 11.30 WIB, Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjalankan tugasnya dengan cara yang sangat khas. Dengan menampilkan gaya yang hangat, penuh kekeluargaan, dan diselingi humor, beliau membuat suasana menjadi lebih santai. Is percaya bahwa, meskipun proses ini serius, ada baiknya jika kita bisa membagikan tawa di antara semua peserta. Humor bisa menjadi jembatan untuk mengurangi ketegangan yang mungkin dirasakan oleh calon pengantin.

Di tengah pemeriksaan, Apriliyanto tidak hanya fokus pada validasi berkas, tetapi juga memberikan nasihat-nasihat bijak yang membekali calon pengantin dengan pandangan yang lebih luas tentang kehidupan berkeluarga. Ia mengingatkan Mba Anni dan Mas Tunjung bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang yang memerlukan kerjasama, komunikasi yang baik, dan saling menghargai. Nasihat ini diharapkan dapat membantu mereka membangun fondasi yang kuat dalam rumah tangga mereka nanti.

Dalam momen penutup sesi tersebut, Apriliyanto memberikan harapan yang tulus bagi pasangan yang akan menikah ini. “Semoga Mas Tunjung, Mba Anni, dan seluruh keluarga besar senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan. Acara ini juga diharapkan berjalan lancar, dan semoga kalian betul-betul dapat membina keluarga yang bahagia dunia dan akhirat,” ungkapnya dengan senyuman yang menenangkan.

Dengan demikian, pemeriksaan catin bukan hanya sebuah rutinitas formal, tetapi juga merupakan bagian dari pelayanan prima dan humanis yang menekankan pentingnya hubungan antar manusia dan memberikan sentuhan personal dalam setiap proses. Melalui pendekatan ini, calon pengantin tidak hanya mendapatkan validasi dokumen, tetapi juga pengalaman yang bermakna dalam persiapan menikah.(glh)

Selasa, 23 Desember 2025

Sumbangsih KUA untuk Kesiapan Mengarungi Bahtera Rumah Tangga


 Banyumas - Calon pengantin (catin), Gilang Pambudi dan Triana Lestari, menerima Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen. Kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri mereka sebelum mengakhiri masa lajang pada tanggal 12 Januari 2026. Melalui bimwin yang dipimpin oleh Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, pasangan ini mendapatkan bekal berharga untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Selasa 

Bimwin bukan hanya sekadar formalitas; ia memiliki urgensi mendalam bagi para catin. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang berbagai aspek pernikahan, termasuk tanggung jawab, hak, dan kewajiban suami istri. Dalam sesi ini, Apriliyanto mengutip QS. An-Nisa’ ayat 34, yang menjelaskan peran penting laki-laki sebagai pemimpin keluarga dan tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan lahir batin istrinya. Pemahaman yang kuat akan hal ini sangat perlu agar setiap individu dalam pernikahan bisa saling mendukung secara mental dan spiritual.

Apriliyanto menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif sebagai salah satu kunci untuk menciptakan keluarga yang kuat dan kokoh. Dia menyatakan bahwa suami-istri harus mampu mengelola emosi dan saling terbuka. Dengan cara ini, hubungan yang harmonis dapat tercipta, membuat suasana rumah tangga menjadi lebih menentramkan. Komunikasi yang baik juga merupakan fondasi untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan hidup berumah tangga.

Sebagai bagian dari bimbingan, Apriliyanto juga berbagi panduan tentang manajemen ekonomi dalam keluarga baru. Hal ini sangat relevan untuk memastikan bahwa setiap pasangan tidak hanya siap secara emosional, tetapi juga finansial. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan setiap keluarga baru dapat menjalani kehidupan dengan semangat, menuju Indonesia Emas tahun 2045. Kesadaran akan pentingnya harmonitas dalam hubungan suami istri menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Melalui Bimwin, Gilang dan Triana serta pasangan lainnya diberikan bekal untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia pernikahan. Dengan memahami urgensi bimwin, mereka menjadi lebih siap secara mental dan spiritual, serta mampu membangun keluarga yang kokoh dan harmonis. Harapan besar untuk menciptakan keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah pun semakin mendekati kenyataan, sejalan dengan visi Indonesia Emas di masa depan. (az)

Momen Sakral: Rian dan Asfi Resmi Menikah, KUA Hadirkan Nuansa Hangat

 


Banyumas - Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi Rian dan Asfi. Pada pukul 09.00 WIB, mereka mengikat janji kokoh nan suci di rumah mempelai wanita yang berada di Sirau Kemranjen. Acara akad nikah ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi kedua mempelai tetapi juga merupakan kesempatan bagi keluarga dan kerabat untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi.

Pelaksanaan akad nikah yang dihadiri oleh Bapak KH. Fatah Amin, pensiunan Kepala KUA Kemranjen, menambah kesan khidmat dalam upacara tersebut. Dengan suasana yang ceria, Apriliyanto, Pegawai Pencatat Nikah (PPN) KUA Kemranjen, bertugas dengan sepenuh hati. Ia menjalankan tugas pengawasan dan pencatatan dengan sangat baik, diselingi humor yang membuat suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Dalam khutbah nikahnya, Apriliyanto memberikan pesan penting kepada Rian dan Asfi. Beliau menekankan betapa pentingnya menjaga rasa saling di antara mereka sebagai pasangan suami istri. Pesan ini bukan hanya sekadar nasihat, tetapi juga merupakan fondasi yang harus dijaga untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis. Rian dan Asfi diingatkan untuk selalu membuka komunikasi serta saling mendukung satu sama lain dalam setiap langkah yang diambil.

Selain itu, Apriliyanto juga menyampaikan pesan yang tak kalah pentingnya tentang kekeluargaan. Keluarga besar yang dimiliki Rian dan Asfi diharapkan dapat menjaga keguyuban dengan rutin melaksanakan silaturahmi. Dalam budaya kita, silaturahmi memiliki peranan penting dalam memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Momen-momen seperti ini adalah kesempatan emas untuk saling berbagi cerita, saling mendoakan, dan tentu saja, memperkuat ikatan nasab di antara generasi yang ada.

Kesimpulannya, pernikahan Rian dan Asfi bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan langkah awal mereka dalam menjaga ikatan suci dan memperkuat kekeluargaan. Dalam konteks ini, KUA bukan sekadar lembaga yang melayani, namun juga menjadi mitra yang humanis dan berdampak positif. Mari kita doakan agar Rian dan Asfi dapat menjalani hidup bersama dengan penuh cinta dan saling menghargai, serta tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan yang telah diajarkan oleh orang tua dan leluhur mereka. (rfh)

Menilik Peran Krusial Petugas KUA dalam Mengawasi Keabsahan Pernikahan Sejak Awal


 Banyumas - Pernikahan adalah salah satu momen penting dalam kehidupan seseorang, yang tidak hanya melibatkan dua individu tetapi juga kedua keluarga dan masyarakat. Dalam konteks ini, administrasi pernikahan dan kepatuhan terhadap syariat Islam memiliki peranan yang sangat krusial. Hal ini terlihat dari urgensi pemeriksaan berkas dan validasi untuk memastikan bahwa semua persyaratan nikah telah dipenuhi dengan baik.

Sebelum melangsungkan pernikahan, calon pengantin dan wali diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan dokumen yang harus dipenuhi. Proses ini bukan hanya formalitas, tetapi partisipasi penting dalam memastikan bahwa semua berkas persyaratan nikah sudah lengkap dan valid. Ketidaklengkapan dokumen dapat menghambat pelaksanaan akad nikah dan menyebabkan masalah di kemudian hari.

Calon pengantin Faoji dan Utami yang datang pada 23 Desember 2025, mereka didampingi oleh pamannya sebagai wali. Setelah dilakukan pemeriksaan berkas, ditemukan beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk melakukan pemeriksaan mendetail agar sesuai syariat dan ketentuan yang berlaku.

Di dalam syariat Islam, terdapat ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi sebelum melangsungkan pernikahan. Salah satunya adalah memastikan bahwa tidak ada halangan di antara kedua calon mempelai. Selain itu, orang yang akan menjadi wali juga harus berhak untuk melaksanakan tugas tersebut. Dalam kasus Faoji dan Utami, ditemukan bahwa masih ada wali aqrob bagi calon mempelai putri, yaitu saudara laki-lakinya, yang harus diakui dalam proses ini.

Pemeriksaan yang sistematis dan teliti sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau masalah hukum di masa depan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara petugas pencatatan sipil, calon pengantin, dan wali sangatlah diperlukan.

Menurut Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 30 Tahun 2024, calon pengantin diwajibkan untuk melengkapi segala kekurangan berkas paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan akad nikah. Bagi Faoji dan Utami, Apriliyanto sebagai petugas mengingatkan kepada mereka untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dari masing-masing pihak dalam proses administrasi pernikahan.

Kepatuhan terhadap peraturan ini tidak hanya menjamin kelancaran prosesi pernikahan tetapi juga menegaskan bahwa pernikahan yang dilaksanakan sah secara agama dan hukum.

Proses administrasi pernikahan, termasuk pemeriksaan berkas dan validasi, merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa pernikahan berjalan lancar dan sah menurut syariat. Dengan melakukan pemeriksaan mendetail dan melengkapi semua persyaratan yang diperlukan, calon pengantin dan wali dapat menjalani momen bahagia ini tanpa ada kendala. Semoga setiap pasangan mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam proses pernikahan mereka, sehingga dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. (sw)

Selasa, 16 Desember 2025

Silaturahmi dengan Tokoh Agama Desa Pageralang, Sosialisasi PMA 30 Tahun 2024

Banyumas – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan serta memperlancar pelayanan kepada masyarakat, Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Tokoh Agama Desa Pageralang, Bapak Kyai Haryadi, yang dihadiri pula oleh Ketua RW dan RT setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sekitar 30 menit sebelum pelaksanaan akad nikah di wilayah Desa Pageralang. (16/12)

Pada kesempatan tersebut, selain menjalin silaturahmi dan komunikasi yang harmonis, KUA juga menyampaikan sosialisasi terkait Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang ketentuan administrasi pencatatan nikah. Sosialisasi ini disampaikan sebagai upaya memberikan pemahaman yang utuh kepada tokoh agama dan unsur masyarakat agar dapat diteruskan kepada warga.

Adapun hal-hal yang disampaikan meliputi dua poin utama. Pertama, ketentuan Akta Kelahiran dan/atau Akta Kematian sebagai syarat administrasi pencatatan nikah, termasuk kebijakan yang diberlakukan dalam hal kondisi tertentu. Kedua, tata cara perubahan nama dan data dalam Buku Nikah beserta kebijakan yang mengaturnya, sehingga masyarakat dapat memahami prosedur yang benar dan sesuai ketentuan.

Kyai Haryadi beserta Ketua RW dan RT serta beberapa masyarakat yang ikut mendengarkan obrolan tersebut menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah KUA yang aktif melakukan pendekatan langsung kepada tokoh agama dan masyarakat. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait administrasi nikah semakin meningkat.

Melalui silaturahmi yang terjalin dengan baik ini, KUA berharap ke depan sinergi dan kerja sama dengan tokoh agama serta perangkat lingkungan semakin kuat, sehingga berbagai program dan layanan KUA dapat berjalan lebih mudah, efektif, dan tepat sasaran di tengah masyarakat. (wu)



Sabtu, 06 Desember 2025

Perjalanan Penghulu Menyampaikan Pesan Mendalam di Balik Tepuk Sakinah

Banyumas - Hari Sabtu seharusnya menjadi waktu istirahat bagi banyak orang, namun bagi Apriliyanto, Kepala/Penghulu KUA Kempranjen, ini adalah saat untuk melaksanakan tugas pencatatan nikah. Meskipun perkantoran libur, semangat mereka untuk memberikan pelayanan prima tak pernah pudar. Dengan melewati jalan yang berkelok dan menembus kepadatan arus kendaraan, setiap langkah mereka ditujukan untuk memastikan bahwa proses akad nikah berlangsung dengan lancar.  Sabtu (06/12)

Di tengah pelaksanaan rangkaian acara ijab qabul, muncul komentar dari salah satu tamu yang mengingatkan, “Pak jangan lupa nanti tepuk sakinahnya ya, yang lagi viral.” Dari sinilah, muncul kesempatan bagi Apriliyanto untuk meluruskan makna di balik “tepuk sakinah” yang semakin populer di kalangan masyarakat. Menurutnya, tepuk sakinah bukan sekadar ice breaking; lebih dari itu, ia merupakan simbol kebersamaan dan pengingat akan janji suci yang diucapkan pasangan pengantin di hadapan Alloh.

Apriliyanto menjelaskan bahwa “tepuk sakinah” berfungsi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tidak tegang. Dalam konteks bimbingan perkawinan, tepukan tangan ini bisa menjadi pengingat bagi calon pengantin tentang tanggung jawab yang akan mereka emban dalam berumah tangga. Bayangkan jika makna ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, saat suami-istri mulai berselisih, tepukan kecil sambil tersenyum dapat meredakan ketegangan. Hal ini mengingatkan mereka akan ikatan suci yang dibangun di atas cinta dan komitmen bersama.

Lebih dari sekadar bentuk, nilai penting dari “tepuk sakinah” terletak pada pesan yang diusungnya. Pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga memerlukan ilmu, kesabaran, dan komunikasi yang baik. Namun, sayangnya, masyarakat sering kali lebih sibuk menertawakan sesuatu yang viral daripada menyelami substansi yang terkandung di dalamnya. “Tepuk Sakinah” mungkin terlihat sederhana, tetapi ia membawa makna yang dalam, sebagai harapan agar pasangan muda mampu menjaga cinta dan janji yang telah mereka buat di hari pernikahan.

Dengan segala tantangan dan kesibukan yang dihadapi oleh Kepala/Penghulu KUA Kemranjen dalam melaksanakan tugas pencatatan nikah, mereka tetap berkomitmen untuk menyampaikan pesan mendalam di balik “tepuk sakinah”. Semoga, pemahaman ini dapat menginspirasi setiap pasangan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, dengan cinta dan komitmen yang selalu terjaga. (aa)

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...