KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati
Tampilkan postingan dengan label Zakat dan Wakaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zakat dan Wakaf. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2026

Dari Berkas Hingga Digital: Transformasi Pengelolaan Wakaf Berkat Dedikasi Penyuluh Agama


 Purwokerto - Dalam masyarakat kita, wakaf bukan hanya sekadar praktik keagamaan, tetapi juga sebuah amanah yang memiliki tanggung jawab besar. Melalui wakaf, harta yang disumbangkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi umat. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan wakaf menjadi penting untuk memastikan bahwa amal jariyah ini dapat terus berjalan. Senin (19/01/26)

Di Kecamatan Kemranjen, peran Penyuluh Agama Islam, sangat vital dalam mengoptimalkan pelaksanaan wakaf. Dengan dedikasi dan komitmen tinggi, Yono mengambil tanggung jawab besar dalam mengawal setiap proses wakaf, mulai dari pengumpulan berkas hingga penerbitan Akta Ikrar Wakaf oleh KUA. Tugas ini bukanlah hal mudah, tetapi dengan kemampuan IT yang mumpuni serta usia yang relatif muda, Yono membuktikan bahwa generasi baru dapat berkontribusi lebih dalam pengelolaan wakaf.

Hari ini, Yono melaksanakan revalidasi di rumah Basuni, Ta'mir Masjid Nur Amanah Desa Pageralang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses dan berkas wakaf yang sedang diurus telah memenuhi syarat yang ditetapkan. "Sinergi yang positif antar generasi sangat diperlukan agar saling melengkapi," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Sinergi ini tidak hanya berkaitan dengan pengalaman di lapangan, tetapi juga integrasi dengan aplikasi terkini seperti e-AIW (elektronic Akta Ikrar Wakaf) dari Kementerian Agama.

Kemajuan teknologi informasi membawa tantangan dan peluang tersendiri dalam pengelolaan wakaf. Yono menunjukkan bahwa pengalaman yang dimiliki para senior di bidang ini harus dipadukan dengan kemampuan teknologi yang dimiliki generasi muda. Melalui aplikasi terkini, proses pengurusan wakaf dapat dilakukan dengan lebih efisien dan transparan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam wakaf. Penerapan teknologi ini merupakan langkah maju dalam menjaga amanah wakaf yang harus dijaga bersama.

Wakaf adalah amanah yang membutuhkan perhatian penuh dari semua pihak. Dedikasi Yono dan sinergi antara generasi tua dan muda merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memperkuat pengelolaan wakaf. Dengan memanfaatkan pengalaman dan aplikasi terkini, kita dapat memastikan bahwa wakaf tetap menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat. Mari terus jaga amanah ini demi kebaikan bersama! (pyn)

Senin, 12 Januari 2026

Rakor Internal Penyuluh ; Bahas Program Tahun 2026 dan Isu Perwakafan

Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menggelar rapat koordinasi (rakor) internal yang dipandu langsung oleh Kepala KUA Kemranjen, di ruang penyuluh, dengan diikuti seluruh penyuluh agama Islam Kemranjen. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius dan produktif. (12/01)

Agenda utama rakor membahas penyusunan serta penguatan program kepenyuluhan pada tahun 2026, baik terkait bina ibadah, keluarga sakinah, zakat-wakaf, maupun layanan keagamaan di masyarakat. Selain itu, forum juga menyoroti gejolak isu perwakafan yang tengah terjadi di beberapa wilayah binaan, terutama mengenai ketertiban administrasi serta pemahaman masyarakat terhadap tata kelola wakaf.

Kepala KUA Kemranjen menekankan pentingnya sinergi antarpenyuluh dan koordinasi rutin agar setiap program berjalan optimal. Ia juga mengajak seluruh penyuluh untuk turut memberikan edukasi dan pendampingan terkait perwakafan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rakor diakhiri dengan penyimpulan poin tindak lanjut serta pembagian tugas strategis penyuluh di tahun mendatang. Dengan adanya koordinasi tersebut, diharapkan kinerja kepenyuluhan KUA Kemranjen semakin efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat. (am)

Sabtu, 10 Januari 2026

Silaturahmi Strategis KUA Kemranjen: Perkuat Pemahaman Aturan Nikah dan Sertifikat Wakaf

 Banyumas - Pada tanggal yang telah ditentukan, KUA Kemranjen mengadakan pertemuan yang penuh makna dengan tokoh masyarakat. Bertempat di auditorium KUA Kemranjen, acara ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, Operator Layanan KUA, serta perwakilan tokoh masyarakat se-Kecamatan Kemranjen. Pertemuan ini bukan hanya sekadar ajang silaturrohmi, tetapi juga berfungsi sebagai momen sosialisasi penting mengenai berbagai aspek administrasi pernikahan dan wakaf. (08/01).


Dalam suasana yang akrab dan penuh respektif, Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan fokus utama dari pertemuan tersebut. "Pertemuan ini bertujuan untuk sosialisasi tentang kelengkapan administrasi pernikahan, aturan perubahan data di buku nikah, dan pentingnya sertipikasi tanah wakaf," ujarnya dengan tegas. Melalui diskusi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami lebih dalam mengenai prosedur yang terlibat dalam pelaksanaan pernikahan, termasuk pemeriksaan catin dan wali yang sangat penting untuk memastikan semua berkas lengkap dan memenuhi syarat serta rukun nikah.

Salah satu poin harapannya adalah untuk menekankan penggunaan dokumen resmi seperti akta kelahiran dan kematian yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil). Dokumen ini sangat krusial dalam mendukung perubahan data di buku nikah sehingga semua informasi menjadi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cara ini, KUA Kemranjen berharap dapat membantu mencegah masalah administrasi di masa depan dan memberi kemudahan bagi pasangan yang ingin membangun rumah tangga.

Selain itu, Apriliyanto juga membahas urgensi sertipikat wakaf. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi ini sangat penting untuk memastikan kelestarian aset wakaf dan menjaga dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan niat yang tidak baik. "Masyarakat harus mengetahui urgensi sertipikat wakaf, salah satunya adalah untuk menjaga keberlangsungan aset tersebut agar tetap bermanfaat bagi generasi yang akan datang," tambahnya.

Melalui acara silaturrohmi ini, KUA Kemranjen tidak hanya memperkuat hubungan dengan tokoh masyarakat tetapi juga meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan peraturan dan program yang ada. Dengan demikian, diharapkan bahwa setiap warga dapat berkontribusi aktif dalam mematuhi dan mendukung kebijakan yang ada demi kebaikan bersama. Semoga sinergi antara KUA dan masyarakat ini terus terjalin, membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Kemranjen. (glh)

Selasa, 23 Desember 2025

Peran Vital KUA: Memastikan Kepastian Hukum Aset Wakaf Demi Kemaslahatan Umat

 Banyumas - Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi sosial umat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Di Kecamatan Kemranjen, langkah-langkah konkret untuk mengamankan aset wakaf terus dilakukan, salah satunya melalui Ikrar Wakaf yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. 

Ikrar Wakaf memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjamin legalitas dan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Di salah satu mushola Desa Kecila, tiga orang wakif telah melaksanakan ikrar wakaf dengan mewakafkan tiga bidang tanah kepada nazhir badan hukum Nahdlatul Ulama (NU) Kemranjen. Dalam acara yang dihadiri oleh pejabat terkait seperti Apriliyanto, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kemranjen, serta tokoh masyarakat setempat, proses ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga dan mengelola aset wakaf secara efektif. (23/12/2025)


Pensertipikatan tanah wakaf menjadi langkah awal yang krusial setelah pelaksanaan Ikrar Wakaf. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset yang telah diwakafkan. Proses ini melibatkan koordinasi antara nazhir, wakif, dan pihak KUA, sehingga tanah wakaf dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Keberadaan sertifikat tanah wakaf juga membantu mencegah sengketa dan memudahkan pengawasan serta pengelolaan aset wakaf ke depannya.

Tentu saja, perjuangan untuk mengamankan aset wakaf tidaklah mudah. Berbagai tantangan dan hambatan sering kali muncul dalam proses pensertipikatan dan pengelolaan aset. Namun, dengan dukungan doa serta upaya dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, ikhtiar ini bisa terlaksana dengan baik. Nazhir Badan Hukum NU Kemranjen telah dikenal aktif dalam memproses ikrar wakaf dan mengawal pensertifikatan, sehingga diharapkan sinergi ini dapat terus terjaga untuk kemaslahatan umat.

Akhirnya, keberlangsungan wakaf sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan aset yang telah diwakafkan. Dengan adanya akta ikrar wakaf yang diterbitkan oleh KUA Kemranjen, potensi aset wakaf untuk menunjang berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan semakin terbuka lebar. Dalam jangka panjang, hal ini bukan hanya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Sumbangsih KUA Kemranjen sangat berarti. Dengan langkah-langkah yang sistematis dan kolaboratif, kita bisa menjamin pengamanan aset wakaf, memastikan manfaatnya dirasakan oleh umat, dan pada akhirnya mendukung tujuan mulia dalam pengembangan masyarakat. Mari kita dukung setiap upaya yang dilakukan demi kemaslahatan umat melalui pengelolaan aset wakaf ini. (az)

Dedikasi Menyala Sore Hari: Penyuluh Agama Islam bantu Menata Berkas Wakaf

 Banyumas - Hari sudah sore, menunjukkan pukul 15.40 WIB, namun semangat Bapak Yono, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen, tetap berkobar dengan penuh dedikasi. Ia sedang menata berkas wakaf yang baru saja diikrarkan kemarin. Momen sore yang tenang ini justru menjadi waktu yang produktif bagi Bapak Yono. Proses penataan berkas wakaf ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa semua dokumen dikelola dengan baik dan benar.

Berkas wakaf memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengelolaan aset-aset yang bersifat sosial dan keagamaan. Oleh karena itu, Bapak Yono menata berkas tersebut menjadi beberapa bendel yang terpisah sesuai dengan pihak-pihak terkait. Misalnya, ada bendel khusus untuk wakif (orang yang mewakafkan), nazhir (pengelola wakaf), arsip KUA, serta dokumen penting lainnya seperti yang diperlukan di Kantor Kementerian Agama dan Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas. Pengelolaan yang rapi ini akan memudahkan pengurusan sertifikat wakaf ke kantor pertanahan dan juga menjaga arsip KUA agar tetap tertata dengan baik.

Penataan berkas wakaf tidak hanya sekadar tugas administratif. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan ketelitian dalam memastikan bahwa setiap wakaf yang diikrarkan dapat bermanfaat dan tersalurkan dengan tepat. Dalam wakaf, aspek legalitas sangat penting agar aset yang diwakafkan mendapatkan perlindungan hukum dan bisa dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat. Dengan demikian, Bapak Yono sangat memahami betapa vitalnya proses ini.

Kegiatan Bapak Yono di sore hari menjadi gambaran nyata dari semangat dan komitmen yang harus dimiliki oleh setiap petugas di bidang agama. Kegiatan penataan berkas wakaf ini juga mencerminkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Selain itu, ia ingin memastikan bahwa informasi mengenai wakaf tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat diakses dengan mudah ketika dibutuhkan.

Sore itu, sembari menata berkas, Bapak Yono juga merenungkan motivasi di balik wakaf. Wakaf bukan hanya sekadar harta benda, tetapi juga merupakan amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan setiap wakaf yang dikelola sebagai sumber kebaikan bagi banyak orang. Melalui kerja keras dan perhatian pada detail, Bapak Yono berharap dapat berkontribusi pada kebaikan bersama dan mendukung program-program sosial yang ada di masyarakat.

Dengan semangat yang tak kunjung padam meskipun hari mulai gelap, Bapak Yono terus melangkah untuk menyelesaikan penataan berkas wakaf ini. Setiap dokumen yang ia susun bukan hanya sekadar kertas, melainkan bagian dari sebuah harapan dan langkah menuju masa depan yang lebih baik. Semoga semangat dan dedikasi beliau menginspirasi banyak orang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan wakaf, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (aa)


Niat Mulia Ibu Yuli: Wakafkan Tanah untuk Masjid dan Pemakaman

 


Banyumas - Hari ini, di KUA Kemranjen, Yuli dari Petarangan datang dengan harapan dan niat mulia untuk melakukan wakaf. Dalam suasana hangat dan ramah, Rofiqoh dan Ismi, para front liner di KUA, menyambutnya dengan senyuman yang menyenangkan. Mereka berdua segera melakukan pendekatan dengan Ibu Yuli, menanyakan keperluannya dan memberikan informasi awal yang sangat dibutuhkan.

Setelah saling berbincang dan mendapatkan pemahaman lebih, Rofiqoh berkoordinasi dengan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Dalam pertemuan yang akrab ini, Apriliyanto menjelaskan alur dan persyaratan wakaf dengan jelas kepada Yuli. Ia menekankan pentingnya memahami segala aspek dari proses wakaf agar niat baik Ibu Yuli dapat terlaksana dengan lancar. Informasi yang detail dan sistematis ini menunjukkan komitmen KUA dalam mendukung masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan wakaf yang menguntungkan umat.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Yuli merasa terbantu dan puas dengan penyampaian informasi yang jelas dan terperinci. Apriliyanto tidak hanya memberikan penjelasan tentang proses teknis, tetapi juga menekankan nilai spiritual dari wakaf itu sendiri. "Wakaf bukan hanya sekadar sumbangan, tetapi merupakan investasi akhirat yang akan terus memberi manfaat," ujarnya. Pemahaman ini sangat penting, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berencana melakukan wakaf.

Setelah diskusi yang produktif, Yuli merasa lebih percaya diri untuk melanjutkan rencananya dan berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait di desa. Ia pun bijak menyampaikan rasa terima kasih kepada Apriliyanto dan tim KUA atas informasi dan panduan yang telah diberikan. “Insya Allah, saya akan menindaklanjuti langkah-langkah ini,” tuturnya, menunjukkan semangat dan keyakinan dalam mewujudkan rencana wakafnya.

KUA Kemranjen berkomitmen untuk terus hadir di masyarakat dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan. Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan semakin banyak warga yang termotivasi untuk berkontribusi melalui wakaf, sehingga dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan niat tulus dan dukungan yang tepat, rencana wakaf Yuli diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju keberkahan bagi banyak orang. Semoga kolaborasi antara masyarakat dan KUA terus terjalin erat demi kebaikan bersama. (rfh)

Sabtu, 06 Desember 2025

KUA Gelar Pelaksanaan Ikrar Wakaf di Rumah Wakif Binangun Cilacap


Banyumas - KUA Kemranjen melaksanakan prosesi ikrar wakaf yang istimewa di Rumah Wakif di Binangun, Cilacap. Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan keagamaan di bidang perwakafan, ditujukan untuk menghormati kondisi wakif yang sedang sakit dan tidak dapat hadir di KUA Kemranjen. Dengan semangat membangun kemaslahatan umat, satu bidang tanah resmi diikrarkan wakaf untuk kepentingan Nahdlatul Ulama (NU). Sabtu (06/12)

Keputusan untuk melakukan ikrar wakaf di luar KUA bukanlah hal yang umum, namun hal ini dilakukan demi menghormati keadaan wakif. Dalam situasi di mana seorang wakif menghadapi kesehatan yang menurun, penting untuk memberikan fleksibilitas agar niat baiknya untuk berwakaf tetap dapat terealisasikan. Peserta prosesi ini adalah berbagai pihak yang berkomitmen dalam pengembangan sarana keagamaan dan pendidikan Islam di Desa Petarangan.

Prosesi ikrar wakaf dipimpin oleh Apriliyanto, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Kemranjen, yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kemranjen. Ditengah suasana yang khidmat, seluruh proses administrasi wakaf dilakukan menggunakan layanan Elektronik Akta Ikrar Wakaf (E-AIW). Penggunaan teknologi dalam pelayanan wakaf ini merupakan langkah maju dalam modernisasi layanan di lingkungan Kementerian Agama, memastikan bahwa semua proses tercatat dengan baik dan transparan.

Dengan telah diikrarkannya tanah wakaf ini, langkah selanjutnya adalah memperoleh kepastian hukum melalui penerbitan sertifikat tanah wakaf. Sertifikat ini akan menjamin bahwa aset wakaf terlindungi secara legal, sehingga meminimalkan potensi sengketa di masa mendatang. Dalam sambutannya, Apriliyanto menekankan pentingnya tertib administrasi wakaf sebagai upaya untuk memperkuat tata kelola di bidang perwakafan. “Kami ingin memastikan aset wakaf memiliki kepastian hukum sehingga aman, produktif, dan bermanfaat untuk umat,” katanya.

Acara tersebut dihadiri oleh Nur Hasyim selaku Ketua Nazhir Badan Hukum NU Kemranjen serta Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Petarangan. Mereka mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada wakif yang telah mewakafkan sebagian hartanya demi kemaslahatan umat, dengan harapan bahwa wakaf tersebut dapat berkontribusi dalam mengembangkan sarana keagamaan dan pendidikan Islam di wilayah setempat.

Pelaksanaan ikrar wakaf di Rumah Wakif Binangun bukan hanya merupakan ritual formal, tetapi juga simbol komitmen masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang lebih baik. Dengan sikap saling mendukung dan menghargai, kita dapat bersama-sama mewujudkan tujuan luhur dalam pengelolaan harta wakaf. (aa)

Penyuluh Agama Islam KUA Perkuat Peran sebagai Duta Zakat melalui Studi Tiru ke BAZNAS Surabaya

Banyumas - BAZNAS Kabupaten Banyumas mengambil langkah strategis dengan mengirim delegasi untuk melakukan studi tiru ke BAZNAS Kota Surabaya. Salah satu peserta yang turut hadir adalah Bapak Miftahudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, yang juga berperan sebagai Duta Zakat BAZNAS Kabupaten Banyumas.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, rombongan yang terdiri dari 45 peserta mendapat kesempatan berharga untuk mempelajari berbagai praktik unggulan BAZNAS Surabaya. Fokus utama pembelajaran mencakup sistem tata kelola yang terintegrasi, strategi penghimpunan zakat, hingga program pendayagunaan yang inovatif.

Yang menarik perhatian delegasi adalah sistem digitalisasi BAZNAS Surabaya yang telah terintegrasi dengan Pemerintah Kota melalui dashboard terpadu. Sistem ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat ASN secara konsisten setiap bulannya. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi BAZNAS Banyumas untuk menggali potensi dan inovasi serupa.

Selama tiga jam penuh, para peserta terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek pengelolaan zakat. Bapak Miftahudin, selaku Penyuluh Agama Islam dan Duta Zakat, mendapat wawasan berharga yang dapat diterapkan dalam pengembangan program zakat di Banyumas.

Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan plakat dan batik khas Banyumasan sebagai simbol silaturahmi antar lembaga. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari studi tiru ini diharapkan dapat memperkuat peran para Duta Zakat, khususnya dari kalangan Penyuluh Agama Islam, dalam mengembangkan pengelolaan zakat yang lebih profesional di Kabupaten Banyumas. (mf)

Kamis, 27 November 2025

Rapat Pagi KUA Kemranjen Fokuskan Implementasi e-AIW dan Evaluasi Layanan Publik

Kemranjen (27/11/2027) - Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan menjaga integritas, Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, beserta seluruh staff mengadakan meeting pagi yang membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan arsip wakaf. Salah satu topik utama adalah urgensi e-AIW sebagai solusi digitalisasi arsip wakaf, yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam penyimpanan dan pengelolaan data.

Dalam era digital saat ini, pentingnya arsip wakaf tidak bisa dianggap sepele. Kesulitan dalam mengelola dokumen-dokumen berharga sering kali menjadi kendala di banyak instansi. Dengan hadirnya aplikasi e-AIW, KUA Kemranjen berkomitmen untuk menyimpan arsip wakaf secara lebih teratur dan efisien. Hal ini sejalan dengan ikhtiar pemerintah untuk menjaga dokumen negara di dalam ekosistem wakaf. Masyarakat juga akan diuntungkan, karena akses terhadap informasi akan semakin mudah dan transparan.

Selain itu, dalam meeting tersebut juga dibahas tentang keberlanjutan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM). Kegiatan survei ini sangat penting untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan KUA. Dengan mengetahui feedback dari masyarakat, KUA Kemranjen dapat melakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan, sehingga kualitas penyelenggaraan pelayanan publik dapat ditingkatkan.

Melalui implementasi e-AIW dan survei kepuasan masyarakat, diharapkan KUA Kemranjen dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Semua langkah ini adalah bagian dari upaya bersama untuk menjadikan KUA sebagai lembaga yang responsif terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat.

Dengan demikian, kehadiran e-AIW bukan hanya sekedar alat, tetapi merupakan sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa arsip wakaf dikelola dengan baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Dengan komitmen semua pihak, KUA Kemranjen siap menjawab tantangan zaman melalui digitalisasi dan peningkatan mutu layanan. (@p)

Selasa, 25 November 2025

Kepala KUA Kemranjen Apresiasi Wakif, Tekankan Pengelolaan Transparan Tanah Wakaf NU

 Kemranjen (24/11/2025) – Dalam sebuah langkah yang signifikan dalam pengembangan sarana keagamaan, KUA Kemranjen telah menunjukkan komitmennya terhadap pengelolaan wakaf dengan melaksanakan ikrar wakaf yang diadakan pada Senin lalu di auditorium KUA Kemranjen, Jl. Martadiwirya No. 1 Karangjati Kemranjen. Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara berbagai pihak untuk meningkatkan amal jariyah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Prosesi ikrar wakaf ini dipimpin oleh Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Dalam tahap penting ini, Bapak Sachudin, selaku wakil dari almarhum Bapak San Yusuf, mengikrarkan wakaf berupa satu bidang tanah seluas 1.177 m² yang terletak di Desa Sibalung, Kemranjen Banyumas. Tanah yang diwakafkan ini akan dikelola oleh Nazhir Badan Hukum NU MWCNU Kecamatan Kemranjen, yang diwakili oleh Bapak Nur Hasyim sebagai Ketua. Wakaf ini diperuntukkan khusus untuk pembangunan dan pemeliharaan Musholla Nurul Iman.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi wakif dalam mendukung pengembangan sarana keagamaan. Ia menyatakan, “Wakaf adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Kami berharap wakaf ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh nadzir dan masyarakat.” Ucapan ini menegaskan pentingnya pengelolaan tanah wakaf yang sesuai peruntukkannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan terlaksananya ikrar ini, semua pihak berharap bahwa tanah yang telah diwakafkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan sosial keagamaan. KUA Kemranjen dan Nazhir Badan Hukum NU Kemranjen berkomitmen untuk menjalankan usaha pengamanan aset wakaf dengan baik, memastikan bahwa wakaf ini bukan saja menjadi sarana ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk turut berkontribusi melalui wakaf demi kemaslahatan umat. Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, diharapkan wakaf yang telah diterima ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Kemranjen, serta memupuk rasa kepedulian di antara umat dalam membangun kebersamaan dan solidaritas sosial.

Dengan semangat kebersamaan dan ketulusan hati, kita bisa berharap bahwa setiap langkah kecil ini akan berdampak besar bagi pembangunan spiritual dan sosial di dalam masyarakat. Mari kita dukung inisiatif ini dan lanjutkan amal jariyah demi kemaslahatan bersama. (@p)

Kamis, 20 November 2025

Ketua Nazhir Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf ke KUA, Apriliyanto Apresiasi Gerakan Pengamanan Aset

 Kemranjen (20/11/2025) – Dalam upaya untuk memastikan pengamanan aset wakaf, pensertipikatan tanah wakaf menjadi langkah yang sangat penting. Proses ini dimulai dengan pelaksanaan Ikrar Wakaf yang dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf atau Kepala KUA, disaksikan oleh dua orang saksi. Langkah ini tidak hanya menggarisbawahi komitmen para wakif, tetapi juga menjaga nilai dan keberlanjutan aset wakaf tersebut.


Pentingnya penataan arsip wakaf tidak dapat dipandang sebelah mata. Setelah sertipikat tanah wakaf diterbitkan oleh Kantor Pertanahan, Nazhir bertanggung jawab untuk memberikan salinan sertipikat tersebut kepada KUA Kecamatan. Salinan ini berfungsi sebagai bagian dari arsip yang saling melengkapi dengan Akta Ikrar Wakaf serta dokumen kelengkapan lainnya, sehingga memudahkan pengelolaan dan pemantauan aset wakaf di masa depan.

Dalam konteks ini, Sindu Trisno, Ketua Nazhir Yayasan At Tauhid Pageralang Kemranjen, melakukan langkah konkret dengan menyerahkan fotokopi sertipikat tanah wakaf secara langsung kepada Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Penyerahan ini bukan sekadar formalitas; ia adalah simbol kerjasama yang baik antara pihak Yayasan dan lembaga pemerintah dalam menjaga serta mengamankan aset wakaf.

Apriliyanto mengungkapkan rasa apresiasinya kepada Sindu atas kontribusinya dalam gerakan pengamanan aset wakaf. Ia menekankan bahwa kolaborasi semacam ini sangat krusial untuk memastikan bahwa aset-aset wakaf tidak hanya terdaftar dengan baik, tetapi juga terlindungi dari kemungkinan penyimpangan dan disalahgunakan di masa mendatang.

Selain penyerahan sertipikat tanah wakaf, Sindu juga memberikan informasi terkini kepada Apriliyanto mengenai beberapa bidang tanah yang sedang dalam proses penggantian nazhir, serta bidang-bidang yang sedang dipersiapkan untuk dilakukan Ikrar Wakaf. Hal ini menunjukkan bahwa Yayasan At Tauhid aktif dalam pengelolaan wakaf dan berkomitmen untuk menjaga transisi yang lancar dalam kepengurusan aset wakaf.

Secara keseluruhan, langkah yang diambil oleh Sindu Trisno dan Apriliyanto menunjukkan sinergi yang baik antara yayasan dan instansi pemerintahan. Dengan kerjasama yang erat, diharapkan pengamanan aset wakaf di Kemranjen dapat terlaksana dengan optimal, memastikan bahwa aset-aset ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Mengelola dan menyimpan arsip wakaf dengan cara yang baik adalah langkah awal yang sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut. (@p)

Mantap! Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen Terpilih untuk Mengawal Program Zakat Produktif Baznas


Banyumas – Dua Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Sigit Panuntun dan Miftahudin, menorehkan langkah penting dan strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis ekonomi umat. Keduanya sukses mengikuti seleksi pembinaan intensif untuk menjadi Pendamping Mustahik Zakat Produktif Baznas Provinsi Jawa Tengah. Kamis (19/11). 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah ini dilaksanakan pada Rabu, 19 November 2025, bertempat di Premiere Hotel Tegal. Acara ini diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam (PAI) yang berasal dari dua wilayah regional, yaitu Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Banyumas. 

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, secara tegas menekankan bahwa peran pendamping mustahik adalah kunci keberhasilan program zakat produktif Baznas.

"Pendampingan dan pembinaan adalah kunci utama untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik. Target kita jelas, derajat mereka harus meningkat dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat), sehingga mereka pun bisa membantu saudaranya yang lain yang membutuhkan," ujar KH Ahmad Daroji.

Beliau juga menambahkan bahwa capaian mulia ini membutuhkan kerja keras dan kesungguhan penuh dari para pendamping. Baznas menilai Penyuluh Agama Islam memiliki modal sosial yang kuat dan kedekatan emosional dengan masyarakat di lapangan, menjadikannya mitra strategis untuk mewujudkan program zakat yang transformatif—mengubah pola pikir dari sekadar konsumtif menjadi produktif.

Melalui bekal ilmu yang didapatkan, PAI KUA Kemranjen kini memiliki kesiapan untuk mengaplikasikan strategi pendampingan terbaik. Harapannya, mereka mampu mengawal mustahik agar usahanya berkembang, berdaya, dan mencapai kemandirian ekonomi sehingga mengubah status dari mustahik menjadi muzakki. (st) 

Rabu, 19 November 2025

Sindu Trisno Serahkan Sertifikat Wakaf, Puji Pelayanan Prima KUA Kemranjen

 Banyumas – Ketua Nadzir Yayasan At Tauhid Pageralang, Bapak Sindu Trisno, menyerahkan fotokopi sertifikat tanah wakaf kepada KUA Kemranjen sebagai bentuk pelengkapan arsip administrasi wakaf. Selain itu, beliau juga mengajukan permohonan surat pengantar penggantian nadzir secara resmi.  Rabu (19/11)

Sindu diterima langsung oleh Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, di ruang layanan KUA. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat, turut dilakukan sharing dan diskusi ringan mengenai penggunaan aplikasi SIWAK (Sistem Informasi Wakaf) yang saat ini tengah digencarkan Kementerian Agama sebagai bagian dari digitalisasi data wakaf.


Apriliyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan At Tauhid yang aktif dan tertib dalam pengelolaan wakaf. Ia berharap momen ini menjadi langkah strategis percepatan pengelolaan wakaf, sekaligus membuka ruang sinergi antara KUA dan nadzir dalam melindungi aset wakaf dan mengoptimalkan manfaatnya untuk umat.

“Ini adalah contoh baik yang perlu dicontoh oleh nadzir lain, bahwa pengelolaan wakaf harus didasarkan pada administrasi yang jelas dan tertib,” ujar Apriliyanto.

Sindu menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan hangat dari KUA Kemranjen serta pelayanan prima yang dilakukan oleh staff KUA Kemranjen. Beliau terkesan dengan keramahan serta pelayanan KUA Kemranjen,

"Banyak yang datang ke KUA Kemranjen dengan berbagai keperluan, namun semua terlayani dengan baik", ujar Sindu. 

Dengan semangat pelayanan dan kolaborasi, KUA Kemranjen terus mendorong digitalisasi dan percepatan wakaf agar semakin memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. (am)

Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen ikuti Ngopi Bareng Perkuat Koordinasi Zakat

 Banyumas - Dalam rangka mempererat ukhuwah dan memperkuat koordinasi lintas wilayah, para penyuluh agama Islam dari KUA Sumpiuh, Kemranjen, dan Kebasen menggelar silaturahmi dan ngopi bareng bertempat di Desa Karangkemiri, Kecamatan Sumpiuh. Kamis (19/11/)

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain memperkuat tali silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk sharing informasi dan komunikasi strategis, terutama bagi para penyuluh yang juga diberi amanah tambahan sebagai Duta Zakat.

Miftahudin, salah satu penyuluh dari KUA Kemranjen, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama dalam menjalin komunikasi lintas kecamatan, khususnya dalam penguatan program zakat.

“Melalui pertemuan santai seperti ini, kita bisa saling bertukar pengalaman dan informasi tentang strategi dakwah dan penguatan zakat. Semoga silaturahmi ini terus berlanjut dan semakin erat,” ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan harapan bahwa sinergi antarpenyuluh akan semakin solid, berdampak luas bagi masyarakat, dan memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan pelayanan umat. (mf)


Selasa, 18 November 2025

Dukung Program Baznas, Dua Penyuluh KUA Kemranjen Ikuti Seleksi Pendamping Mustahiq Produktif

 Banyumas — Dalam rangka mendukung program pemberdayaan ekonomi umat melalui Baznas Provinsi Jawa Tengah, KUA Kemranjen mengirimkan dua penyuluh agama Islam, Sigit Panuntun dan Miftahudin, untuk mengikuti seleksi Pendamping Mustahiq Produktif yang akan digelar di Premiere Hotel Tegal pada hari Rabu 19 November 2025. Selasa (18/11)

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergis antara lembaga pemerintah dan Baznas untuk mencetak pendamping-pendamping handal yang siap mendampingi mustahiq dalam mengembangkan usaha produktif mereka.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, memberikan dukungan penuh kepada kedua delegasi. Ia berharap Sigit dan Miftahudin dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan lolos seleksi.

"Kami mendukung penuh dan mendoakan semoga Sigit dan Miftahudin bisa terpilih sebagai pendamping mustahiq. Ini bukan hanya prestasi personal, tapi akan memberikan dampak besar bagi pemberdayaan ekonomi umat di wilayah Kemranjen," ujar Apriliyanto.

Sementara itu, Sigit Panuntun dan Miftahudin menyampaikan permohonan doa restu kepada kepala KUA dan seluruh rekan kerja di KUA Kemranjen. Mereka siap berjuang membawa nama baik instansi serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

"Mohon doa dan dukungan agar kami bisa melalui seleksi dengan lancar, dan semoga kami bisa lolos serta berkontribusi secara nyata dalam penguatan ekonomi umat," tutur keduanya.

Semoga partisipasi aktif KUA Kemranjen ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kemranjen, melalui pendekatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. (wu)

Kamis, 06 November 2025

KUA Kemranjen Perkuat Tata Kelola Administrasi Wakaf Pasca Kunjungan Gara Zawa Banyumas

 


Banyumas – KUA Kecamatan Kemranjen menerima kunjungan dari Gara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Saridin, dalam rangka penguatan layanan dan tata kelola administrasi wakaf. Kamis (06/11)

Dalam kunjungan tersebut, H. Saridin menyoroti tiga poin utama yang menjadi perhatian bersama: Pertama, Pentingnya Arsip Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan Sertipikat Wakaf sebagai dokumen legal yang harus dijaga dan tertata dengan baik, mengingat keduanya merupakan bukti sah perlindungan terhadap aset wakaf. Kedua,  Kolaborasi antara KUA dan Penyuluh Agama Islam sangat diperlukan untuk melengkapi arsip wakaf yang masih kurang di KUA Kemranjen. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi keberlangsungan dan perlindungan aset wakaf di masyarakat. Ketiga, Pemanfaatan Aplikasi e-AIW SIWAK (Sistem Informasi Wakaf) adalah keniscayaan di era digital ini. Melalui sistem ini, data wakaf bisa terdokumentasi dengan rapi dan aman, serta memudahkan pengelolaan secara nasional.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menyambut baik arahan tersebut dan menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti dengan pembenahan administrasi wakaf yang lebih tertata.
“Semoga KUA Kemranjen terus berbenah dalam pelayanan, khususnya di bidang wakaf, agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat dan aset wakaf benar-benar terlindungi,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi langkah awal sinergi yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas layanan wakaf di KUA Kemranjen. (wu)

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...