Banyumas – Dua Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Sigit Panuntun dan Miftahudin, menorehkan langkah penting dan strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis ekonomi umat. Keduanya sukses mengikuti seleksi pembinaan intensif untuk menjadi Pendamping Mustahik Zakat Produktif Baznas Provinsi Jawa Tengah. Kamis (19/11).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah ini dilaksanakan pada Rabu, 19 November 2025, bertempat di Premiere Hotel Tegal. Acara ini diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam (PAI) yang berasal dari dua wilayah regional, yaitu Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Banyumas.
Dalam sambutannya, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, secara tegas menekankan bahwa peran pendamping mustahik adalah kunci keberhasilan program zakat produktif Baznas.
"Pendampingan dan pembinaan adalah kunci utama untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik. Target kita jelas, derajat mereka harus meningkat dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat), sehingga mereka pun bisa membantu saudaranya yang lain yang membutuhkan," ujar KH Ahmad Daroji.
Beliau juga menambahkan bahwa capaian mulia ini membutuhkan kerja keras dan kesungguhan penuh dari para pendamping. Baznas menilai Penyuluh Agama Islam memiliki modal sosial yang kuat dan kedekatan emosional dengan masyarakat di lapangan, menjadikannya mitra strategis untuk mewujudkan program zakat yang transformatif—mengubah pola pikir dari sekadar konsumtif menjadi produktif.
Melalui bekal ilmu yang didapatkan, PAI KUA Kemranjen kini memiliki kesiapan untuk mengaplikasikan strategi pendampingan terbaik. Harapannya, mereka mampu mengawal mustahik agar usahanya berkembang, berdaya, dan mencapai kemandirian ekonomi sehingga mengubah status dari mustahik menjadi muzakki. (st)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar