KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan dan Penerangan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan dan Penerangan Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2026

Kepak Sayap Dakwah Penyuluh Agama: Dukung Ketahanan Pangan

Kemranjen - Dalam era modern seperti sekarang, peran Penyuluh Agama Islam semakin luas dan beragam. Tidak hanya terpaku pada bimbingan dan penerangan agama sesuai dengan PMA nomor 24 Tahun 2024, tetapi juga turut serta dalam berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu contoh konkret dari multiperan Penyuluh Agama adalah kegiatan yang dipimpin oleh Miftah di Desa Grujugan, Kemranjen, yang fokus pada ketahanan pangan. Senin (19/01/26)

Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap isu ketahanan pangan dengan melaksanakan program penanaman melon di Desa Grujugan. Program ini tidak hanya sekadar kegiatan pertanian, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, Penyuluh Agama berfungsi sebagai jembatan antara ajaran agama dan praktik sehari-hari yang bermanfaat bagi kehidupan umat.

Sugeng Susyanto, Kepala Desa Grujugan, memberikan apreasi yang tinggi atas inisiatif ini. Dukungan dari pemerintah desa sangat penting untuk kesuksesan program ketahanan pangan ini. "Alhamdulillah, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen semakin memberikan dampak nyata kepada umat dan masyarakat, melalui kegiatan dan program yang ada," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga agama dan pemerintah desa dapat menciptakan sinergi yang positif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Kegiatan penanaman melon ini memiliki banyak manfaat. Pertama, kegiatan ini akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan keterampilan baru dalam bertani, yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Penanaman melon juga dapat menjadi sumber pangan yang bergizi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Dengan berbagai peran yang dijalankan, Penyuluh Agama Islam tidak hanya menjadi pencerah dalam aspek spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti ketahanan pangan. Upaya Miftah dan dukungan dari komunitas setempat menjadi contoh inspiratif bagi kita semua. Seiring dengan semakin kompleksnya tantangan di masyarakat, keberadaan Penyuluh Agama yang aktif dan responsif menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan mandiri. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, harapannya adalah terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (mf)

Peran Vital Penyuluh Agama dalam Menguatkan Jaring Pengaman Sosial di Kemranjen


Banyumas - Penyuluh agama memiliki peran krusial dalam membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan sosial yang terus meningkat, upaya kolaboratif dari berbagai pihak menjadi sangat penting. Salah satu pendekatan yang diambil oleh Miftahudin, Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen, adalah mengoptimalkan bantuan dari berbagai sumber dana, seperti Zakat, Infaq, dan Shodaqoh. Senin (19/01/26)

Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) memiliki peran sentral dalam pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh. Melalui organisasi-organisasi ini, masyarakat didorong untuk menyalurkan dana mereka dengan lebih efektif dan terarah. Dengan demikian, orang-orang yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Pemahaman dan edukasi mengenai fungsi dan manfaat dari lembaga-lembaga tersebut sangat penting agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam program-program sosial ini.

 Miftahudin menyadari betapa pentingnya keaktifan ASN KUA dalam membantu masyarakat di tingkat desa. Hal ini termasuk pemantauan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa. Pada tanggal 19 Januari 2026, beliau berpartisipasi dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Desa Grujugan Kemranjen. Melalui forum ini, beliau memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang kurang mampu.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, juga memberikan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya peran aktif dalam mengawal program-progam yang ditujukan kepada masyarakat bawah. "Kita harus berperan aktif dalam mengawal program yang sasarannya masyarakat bawah, agar tepat sasaran dan memiliki dampak yang positif untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka," tegasnya. Kolaborasi antara penyuluh agama, pemerintah desa, dan lembaga amil zakat sangat vital untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi mereka.

Membantu sesama melalui jalur yang berbeda adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan bersama. Dengan adanya mekanisme yang jelas dan partisipasi aktif dari semua pihak, kita dapat memperkuat jaringan dukungan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu. Melalui upaya gerilya penyuluh agama dan kerjasama antara pemerintah dan lembaga amil zakat, harapan untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat dapat terwujud. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bantuan yang ada dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan. (aaa)

Kamis, 15 Januari 2026

Penyuluh Agama Ajak Jamaah Jaga Lisan dan Istiqomah Pasca Taubat


Purwokerto – Dalam upaya meningkatkan kesadaran spiritual di masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kemranjen, Miftahudin, kembali melakukan bimbingan dan penyuluhan agama (bimluh) di Majlis Darul Ilmi Purwokerto pada Rabu (14/01). Kali ini, beliau mengambil tema yang sangat penting terkait taubat, berdasarkan kitab *Nashoihul ‘Ib?d* karya Imam Nawawi.

Dalam sesi tersebut, Miftahudin menjelaskan enam tanda taubat yang diterima menurut para ulama, yang menjadi pedoman penting bagi umat. Pertama, dia menekankan pentingnya kesadaran akan dosa. Seorang hamba harus selalu waspada, menyadari bahwa ia bisa terjatuh kembali ke dalam kesalahan. Kedua, perasaan sedih harus lebih mendominasi dibandingkan dengan rasa gembira—hal ini menunjukkan ketulusan hati dalam memikirkan keselamatan di akhirat.

Selanjutnya, Miftahudin mengingatkan tentang pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan menjauhi lingkungan yang buruk demi menjaga istiqamah. Di antara tanda taubat yang lain adalah cara pandang terhadap dunia dan akhirat; seorang mukmin seharusnya memandang dunia sebagai sesuatu yang kecil dan akhirat sebagai tujuan utama yang lebih besar. Fokus pada kewajiban syariat dan tidak khawatir terhadap hal-hal yang telah Allah jamin juga menjadi aspek penting yang ditekankan.

Tanda terakhir yang Miftahudin sampaikan adalah menjaga lisan. Beliau mengingatkan jamaah untuk menghindari berbicara sia-sia yang dapat mengantarkan mereka pada maksiat. Suasana bimluh dipenuhi dengan khidmat dan antusiasme, di mana para jamaah berharap materi yang disampaikan dapat memotivasi mereka untuk memperbaiki diri.

Dengan penuh harapan, Miftahudin menekankan untuk tidak menunda-nunda taubat dan terus bersikap istiqamah dalam berbuat baik. "Semoga Allah menerima taubat kita, dan menjadikan hidup kita lebih terarah menuju ridha-Nya," pungkas beliau. (glh)


Peran Penyuluh Agama dalam pembinaan umat sangatlah krusial, terutama dalam membimbing mereka agar selalu berada di jalan yang benar dan sesuai dengan ajaran agama. Gaya bimbingan yang hangat dan penuh perhatian dari Miftahudin diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi jamaah dalam perjalanan spiritual mereka.

Perkuat Literasi Qur'ani: Bimbingan Penyuluh KUA Kemranjen Beri Bekal Tahsin Dini di MI Banyumas

Banyumas – Baru-baru ini, MI Nurul Falah sukses menjadi tuan rumah dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam (bimluh) yang dipandu oleh Miftahudin, penyuluh agama Islam dari Kemranjen. Dalam acara yang berlangsung pada Rabu (14/01) ini, tema yang diangkat adalah tahsin, atau perbaikan bacaan Al-Qur’an, yang sangat penting bagi siswa-siswa madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi Qur'ani di kalangan generasi muda.

Sesi bimluh ini dilaksanakan di laboratorium agama dekat area madrasah, menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan kondusif. Metode yang digunakan adalah sorogan, di mana setiap siswa berkesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Dengan bimbingan langsung dari pemateri, makhraj dan tajwid para siswa diperbaiki. Proses ini menghasilkan pengalaman belajar yang khidmat dan mendalam, karena siswa mendapatkan perhatian penuh saat mereka membaca.

Nailin, seorang guru kelas di MI Nurul Falah, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi KUA Kemranjen dalam program bimluh ini. “Kami sangat berterima kasih atas dasar ilmu agama yang diberikan. Semoga anak-anak kami semakin terbekali dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkapnya, menunjukkan antusiasme dan harapan akan kemampuan bacaan murid-muridnya.

Program bimluh yang diadakan oleh KUA Kemranjen diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an sejak dini, sekaligus memperkuat pondasi keagamaan peserta didik. Hal ini sejalan dengan komitmen KUA Kemranjen dalam mendukung pendidikan akhlak dan literasi Qur’ani di lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami Al-Qur'an, tetapi juga mencintainya, sehingga tumbuh sebagai generasi yang cinta Al-Qur'an.

Dengan langkah-langkah seperti ini, kita bisa memastikan bahwa nilai-nilai agama dapat tertanam dengan baik dalam diri anak-anak kita, serta membekali mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Peran penyuluh agama seperti Miftahudin pun sangat krusial dalam proses ini, sebagai penggerak yang membantu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap Al-Qur'an. (mf)


Selasa, 13 Januari 2026

Urgensi Taubatan Nasuha di Akhir Zaman

Banyumas - Miftahudin, penyuluh agama Islam KUA Kemranjen, kembali turun berpartisipasi dalam kegiatan bimbingan mental dan rohani (bimluh) di MT Nurudz Dholam Rumah Tahanan (Rutan) Banyumas. Pada kesempatan tersebut, ia mengangkat tema “Pentingnya Bertaubat di Akhir Zaman Agar Selamat Dunia dan Akhirat.” (13/01)

Di hadapan para jamaah yang mengikuti dengan khidmat, Miftahudin menekankan bahwa taubat bukan hanya sekadar penyesalan, namun juga kesungguhan untuk memperbaiki diri. “Taubat membuka pintu keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya dalam tausiah. 

Selain itu, Miftahudin juga menegaskan urgensi untuk senantiasa beristiqomah dalam membaca istighfar sebagai salah satu bentuk permohonan ampun dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada akhir bimluh, yang akrab dipanggil Udin itu menyampaikan harapan agar setitik ilmu yang diberikan mampu menjadi tetesan harapan bagi kehidupan para jamaah. “Semoga apa yang kita pelajari hari ini memberi manfaat dan menjadi awal kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan lancar, penuh nuansa hikmah, serta menjadi ruang refleksi bagi jamaah untuk menata hati dan mempererat ikhtiar dalam memperbaiki diri. (mf)

Diskusi Pagi, Nutrisi Otak Sebelum Bimluh

Banyumas - Ruang Penyuluh KUA Kemranjen pada Selasa pagi tampak lebih dinamis dari biasanya. Seluruh Penyuluh Agama Islam Kemranjen mengikuti diskusi santai yang dipandu oleh Galih Lukman Hakim, calon penghulu KUA Kemranjen. Tema yang diangkat adalah dampak negatif praktik nikah sirri dalam masyarakat, baik dari sisi administrasi hukum hingga implikasi sosial bagi keluarga dan keturunan. (13/01)

Dalam jalannya diskusi, peserta saling bertukar pandangan dan pengalaman ketika mereka turun ke lapangan melakukan bimbingan masyarakat (bimluh). Diskusi ini diproyeksikan sebagai ajang menambah referensi wawasan dan bekal argumentasi bagi penyuluh ketika memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Sigit, salah satu Penyuluh Agama Islam Kemranjen, menuturkan bahwa forum kecil semacam ini sangat penting untuk memperkaya khazanah keilmuan. “Diskusi kecil seperti ini sangat penting bagi kami untuk menambah wawasan, sehingga ketika turun bimluh kami memiliki dasar penjelasan yang cukup,” ungkapnya.

Suasana diskusi berjalan cair dan partisipatif. Selain mengupas sisi persoalan sosial dan administrasi, beberapa penyuluh juga menyinggung kaitan nikah sirri dengan prinsip perlindungan hak-hak perempuan dan anak. 

Di akhir sesi, Galih menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kecenderungan nikah sirri dapat diminimalisir melalui proses pencatatan nikah yang resmi sesuai ketentuan.

Diskusi ditutup dengan harapan agar forum-forum serupa dapat dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan kapasitas penyuluh dalam menjalankan tugas kepenyuluhan di wilayah Kemranjen. (Y)

Senin, 12 Januari 2026

Fokus Tahsin Qiroatil Qur'an, Ikhtiar Mempersiapkan Kader Bangsa yang Luhur



Banyumas - MI Baitul Muttaqin Grujugan kembali menjadi lokasi Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Miftahudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen. Kegiatan yang digelar usai libur semester ganjil ini diikuti oleh siswa kelas 4 hingga kelas 6 dengan fokus pembinaan pada tahsin qiro’ah Al-Qur’an. (12/01)

Kepala MI Baitul Muttaqin, Lasimin, menyampaikan terima kasih kepada KUA Kemranjen atas terlaksananya kembali program bimluh rutin. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat dalam membentuk kemampuan baca Al-Qur’an bagi peserta didik.

“Kami berterima kasih kepada kepala KUA Kemranjen karena program bimluh dapat berjalan kembali setelah libur semester ganjil. Harapannya santri dan siswa semakin baik kemampuan tahsin dan bacaan Qur’annya,” ungkap Lasimin.

Sementara itu, Miftahudin menegaskan komitmennya untuk tetap istiqomah menjalankan bimluh sebagai bagian dari penguatan pemahaman keislaman generasi muda. “Kita berusaha istiqomah dalam bimluh ini dengan harapan generasi bangsa nantinya memiliki basic Qur’an yang baik,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa menerima materi dengan saksama serta diberikan kesempatan praktik tahsin secara langsung dengan bimbingan penyuluh.

Dengan adanya bimluh ini, diharapkan kemampuan baca Al-Qur’an siswa MI Baitul Muttaqin semakin meningkat dan berkelanjutan sebagai bekal di masa depan. (mf)

Sabtu, 10 Januari 2026

Wajah Baru Dakwah: Mengurai Kontribusi Multi-Dimensi Penyuluh Agama Islam

 Banyumas -Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, kehadiran penyuluh agama Islam menjadi sangat penting. Mereka bukan hanya berperan sebagai penyampai ilmu agama, tetapi juga menjalin hubungan dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu penyuluh agama yang aktif adalah Bapak Wafiqul Umam, yang akrab disapa Gus Umam. Bersama rekan-rekannya di KUA Kemranjen, mereka melaksanakan tugas suci ini dengan penuh dedikasi. (09/11)


Penyuluh agama Islam seperti Gus Umam dan timnya, termasuk Ibu Siti Rofiqoh, Bapak Miftahudin, Bapak Sigit Panuntun, dan Bapak Yono, memiliki peran yang luas. Mereka tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi bergerak di instansi perkantoran, pendidikan, dan kesehatan. Keberadaan mereka di berbagai posisi dakwah menunjukkan pentingnya penyuluh agama dalam setiap sendi kehidupan.

Dalam setiap kesempatan, mereka bisa menjadi sosok yang berada di depan, memberikan pencerahan kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga mampu berfungsi sebagai pendamping yang memberikan masukan dan saran, serta mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Di balik layar, mereka berperan sebagai penggerak yang menginspirasi orang lain untuk lebih mendalami ajaran agama.

Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan pengetahuan yang mereka miliki, penyuluh agama tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menebarkan kasih sayang, yang merupakan inti ajaran agama. Mereka membantu masyarakat untuk memahami nilai-nilai agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta harmoni social yang lebih baik.

Melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan, seminar, dan diskusi, Gus Umam dan rekan-rekannya berhasil memperkuat pondasi spiritual masyarakat. Hal ini sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Penyuluh agama Islam, seperti Gus Umam dan timnya, memiliki peran yang sangat krusial dalam membangun umat. Dengan tugas yang diemban, mereka menunjukkan betapa pentingnya kehadiran penyuluh agama dalam setiap aspek kehidupan. Melalui pendidikan dan pendampingan, mereka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menebarkan kasih sayang yang dapat mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Maka, mari kita dukung dan hargai peran penyuluh agama dalam menciptakan masyarakat yang lebih beriman dan bertaqwa. (rfq)

Peringatan Isro' Mi'roj dan Khotmil Qur'an Masjid AL Huda: Sinergi Siapkan Generasi Penerus Islam

 Banyumas - Dalam era yang semakin berkembang ini, perlunya sinergitas seluruh pihak dalam menyiapkan generasi Islam yang kuat menjadi semakin penting. Hal ini tercermin dalam rangkaian acara Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur'an yang diadakan oleh Masjid AL Huda Desa Kecila. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, ini dihadiri oleh Bapak Sigit Panuntun sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, dan merupakan wujud nyata dari upaya bersama dalam menyiapkan calon penerus yang berakhlak mulia dan beriman.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB di halaman masjid dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Suasana khidmat menyelimuti acara sejak awal, menciptakan rasa kebersamaan dan kekuatan spiritual di antara para jemaah. Pembacaan ayat suci tidak hanya menjadi pengantar, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah kita melihat betapa pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda.

Selanjutnya, sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat dan panitia berlangsung dengan lancar. Bapak Sigit mengharpkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung penguatan iman anak-anak. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan rutin, menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersinergi dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya kuat secara jasmani, tetapi juga rohani. "Kita perlu menanamkan cinta terhadap Al Qur'an dan kewajiban sholat lima waktu kepada anak-anak kita," ucapnya.

Pengajian yang menjadi inti dari acara ini menghadirkan pemateri yang kompeten untuk membahas topik-topik terkait pendidikan agama dan keimanan. Hal ini sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Dengan adanya bimbingan yang tepat, diharapkan generasi penerus Islam dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mampu menghadapi berbagai tantangan namun tetap berpegang pada ajaran-ajaran Islam.

Acara ditutup dengan doa bersama, mengharapkan agar upaya yang dilakukan bersama ini mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga rangkaian kegiatan ini bukan hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga awal dari sebuah gerakan bersama dalam mempersiapkan generasi penerus Islam yang unggul dan berkarakter.

Sinergitas adalah kunci untuk menyiapkan generasi Islam yang kuat. Dengan dukungan dari berbagai pihak seperti masyarakat, keluarga, dan lembaga pendidikan, kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya memahami tetapi juga mencintai ajaran Islam. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, mari kita terus berupaya demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita dan umat Islam secara keseluruhan. (sp)

Dari Mediasi Hingga Edukasi: Dampak Nyata Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen dalam Urusan Warisan

 Banyumas -Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keberadaan Penyuluh Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam memberikan bimbingan spiritual dan penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat. Salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KUA sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 adalah memberikan pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam. Dalam konteks ini, Bapak Miftahudin sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Kemranjen telah menunjukkan komitmennya dengan melayani masyarakat dalam isu-isu penting, termasuk pembagian warisan. (10/01)

Pembagian warisan sering kali menjadi permasalahan yang rumit dan emosional bagi keluarga yang ditinggalkan. Hal ini bisa menimbulkan konflik dan kesalahpahaman antara ahli waris. Dalam situasi seperti ini, kehadiran seorang mediator yang memiliki pemahaman mendalam mengenai hukum waris dalam Islam menjadi sangat penting. Bapak Miftahudin, selaku Penyuluh Agama Islam, berperan sebagai mediator sekaligus problem solver, membantu keluarga dalam memahami hak dan kewajiban mereka sesuai dengan tuntunan agama.

Melalui pelayanan ini, Bapak Miftahudin tidak hanya meringankan beban psikologis yang dialami oleh keluarga, tetapi juga memastikan bahwa pembagian warisan dilakukan secara adil dan sesuai dengan syariat Islam. Pendekatan yang dilakukan oleh para penyuluh agama ini menciptakan suasana yang kondusif, sehingga konflik dapat diminimalisir.

Bukti nyata dari dampak positif pelayanan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kemranjen terlihat dalam berbagai kesempatan, di mana Bapak Miftahudin aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami prinsip-prinsip pembagian warisan dalam Islam. Dengan menggunakan pendekatan yang ramah dan komunikatif, beliau berhasil membuat masyarakat lebih paham tentang hak-hak mereka sebagai ahli waris.

Di samping itu, beliau juga memfasilitasi diskusi terbuka di mana keluarga dapat bertanya dan mendapatkan klarifikasi terkait permasalahan warisan mereka. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mempererat ikatan antar anggota keluarga yang sering kali terpecah akibat masalah warisan.

"Kami Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kemranjen siap memberikan bimbingan dan penerangan agama Islam kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Bapak Miftah. Pernyataan ini menggambarkan komitmen beliau dan para penyuluh agama lainnya untuk terus aktif dalam membantu masyarakat. Dengan prinsip menyebarkan ilmu dan meningkatkan kesadaran agama, para penyuluh agama berusaha menjadi jembatan antara hukum Allah dan realitas kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, peran Penyuluh Agama Islam dalam konteks pembagian warisan adalah salah satu contoh nyata bagaimana pelayanan berdampak dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Melalui upaya ini, diharapkan tiap keluarga dapat menemukan jalan keluar yang adil dan harmonis, serta memperkuat hubungan antarkeluarga.

Penyuluh Agama Islam, seperti Bapak Miftahudin, memiliki peran yang sangat signifikan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan-persoalan seperti pembagian warisan. Dengan pendekatan yang bersifat mediasi dan edukasi, mereka tidak hanya menjadi solusi atas masalah yang ada, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih rukun dan sejahtera. Melalui pelayanan yang berdampak, mereka memastikan bahwa nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam urusan yang sangat sensitif seperti warisan. (mf)

Penghulu dan Tugasnya: Pilar dalam Pelayanan Masyarakat

Banyumas - Penghulu merupakan salah satu jabatan penting dalam masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks keagamaan dan administrasi. Fungsi penghulu tidak hanya terbatas pada pengesahan pernikahan, tetapi juga mencakup berbagai tugas lain yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas beberapa tugas pokok penghulu, menggali peran mereka dalam konteks agama dan negara serta dampaknya terhadap masyarakat.

Salah satu tugas utama penghulu adalah melaksanakan akad nikah. Sebagai pejabat resmi yang berwenang, penghulu bertanggung jawab untuk memimpin dan mengesahkan pernikahan sesuai dengan hukum Islam dan regulasi negara. Ini bukan hanya sekadar formalitas; penghulu memastikan bahwa semua syarat dan ketentuan yang berlaku dipenuhi agar pernikahan dapat dilangsungkan dengan sah dan diakui di mata hukum. Proses ini melibatkan persiapan dokumen, verifikasi identitas, serta menjelaskan hak dan kewajiban kedua pasangan.

Selain melaksanakan akad nikah, penghulu juga memiliki tanggung jawab untuk mencatat pernikahan, dan rujuk di Kantor Urusan Agama (KUA). Pencatatan ini sangat penting untuk menjaga transparansi dan kejelasan status hukum setiap individu dalam hubungan keluarga. Data yang akurat dan teratur tidak hanya mendukung administrasi sosial, tetapi juga menjadi sumber informasi yang diperlukan dalam menyelesaikan berbagai kasus hukum terkait keluarga. Dengan cara ini, penghulu berkontribusi dalam menciptakan tatanan sosial yang lebih baik.

Penghulu juga berperan sebagai konselor bagi calon pengantin. Mereka memberikan bimbingan pra-nikah yang mencakup penjelasan mengenai hak dan kewajiban suami-istri dalam rumah tangga. Pendekatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pasangan menghadapi berbagai tantangan dalam berumah tangga, serta mengedukasi mereka tentang aspek-aspek penting kehidupan berkeluarga. Dengan memberikan penyuluhan yang tepat, penghulu membantu menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Dalam berbagai kesempatan, penghulu juga dipercaya untuk memimpin upacara keagamaan. Selain pernikahan, mereka dapat diminta untuk memimpin doa atau upacara pada peringatan hari besar Islam, pemakaman, dan kegiatan keagamaan lainnya. Peran sebagai pemimpin dalam momen-momen penting ini menunjukkan betapa vitalnya posisi penghulu dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai masyarakat berbasis agama. Kehadiran penghulu dalam acara-acara tersebut juga memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat.

Sebagai penjaga nilai-nilai agama, penghulu memiliki tanggung jawab untuk memberikan penyuluhan agama kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam. Mereka menjadi sumber pengetahuan yang dapat diandalkan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kebingungan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memungkinkan penghulu untuk menjadi mediator antara masyarakat dan pemahaman yang lebih dalam mengenai ajaran agama.

Secara keseluruhan, tugas penghulu meliputi berbagai aspek pelayanan kepada masyarakat yang sangat penting. Dari melaksanakan akad nikah hingga memberikan bimbingan dan penyuluhan agama, penghulu berperan sebagai jembatan antara nilai-nilai agama dan kebutuhan sosial masyarakat. Dengan memahami dan melaksanakan tugas-tugas ini dengan baik, penghulu tidak hanya menjalankan tanggung jawab agama, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan masyarakat yang lebih baik. Peran mereka yang multidimensional menjadikan penghulu sebagai pilar yang tak tergantikan dalam struktur sosial kita. (a)

Jumat, 09 Januari 2026

KUA Kemranjen hadiri Haflah Ponpes Hidayatul Mubtadiin: Simbol Persatuan Ulama dan Umaro Jalin Sinergi

 Banyumas - Dalam suasana penuh khidmat pada malam hari Jumat, 09 Januari 2026, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin di Sumur Amba Kebarongan Kemranjen menyelenggarakan acara yang sangat spesial: Haflah akhirussanah, Haul Masyayikh, dan Tahlil Massal. Acara ini bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun umat.


Dalam kesempatan ini, hadir Bapak Miftahudin dan Bapak Yono, penyuluh agama Islam yang mewakili Kepala KUA Kecamatan Kemranjen. Kehadiran mereka menandakan adanya sinergi antara media silaturrohmi KUA dan Ponpes, yang selama ini terus berupaya mempererat hubungan dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Sinergi ini tentunya sangat penting dalam membina spiritual dan moral umat.

Pembicara utama pada acara tersebut adalah Syekh Dr. Ammar Azmi A-Rafati Al-Jailani, Imam Besar Masjid Al Aqso Palestina. Kehadirannya memberikan nuansa internasional dan menambah kharisma acara tersebut. Pembicaraan beliau tentang pentingnya persatuan di kalangan umat Muslim sangat menginspirasi para jamaah yang hadir, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh komunitas Muslim di seluruh dunia.

Selain itu, acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting lainnya, seperti Camat Kemranjen, Kapolsek Kemranjen, serta Kepala Desa Kemranjen. Keberadaan mereka menunjukkan dukungan pemerintah dalam memajukan pendidikan agama dan membawa pesan damai dari ulama kepada masyarakat. Sebuah kolaborasi yang kuat antara pihak-pihak ini sangat diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih baik ke depan.

Ketua Panitia, Gus Mukhtarul Anam, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada segenap tamu undangan dan semua pihak yang telah mendukung kesuksesan acara ini. “Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, acara ini tidak akan bisa terselenggara dengan baik,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan betapa pentingnya kerjasama antar elemen masyarakat dalam membangun umat yang lebih kuat.

Secara keseluruhan, Haflah Ponpes Hidayatul Mubtadiin kali ini bukan hanya sekadar ajang perayaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menguatkan tali persaudaraan dan kerjasama antara ulama dan umaro. Melalui acara seperti ini, diharapkan tercipta ikatan yang semakin erat dalam membangun umat, menuju masyarakat yang lebih religius, damai, dan sejahtera. (mf)

Kamis, 08 Januari 2026

Penyuluh Agama Islam Tebar Kasih Sayang Melalui Paket Sembako

 Banyumas - Di tengah tantangan kehidupan yang semakin berat, rasa kepedulian sesama harus senantiasa dipupuk. KUA Kemranjen, sebagai salah satu lembaga yang bertugas dalam pembinaan masyarakat, menunjukkan komitmennya dalam memberikan bantuan melalui program penyaluran paket sembako. Kegiatan ini tidak hanya menyebarkan kasih sayang, tetapi juga membuktikan bahwa KUA dan Kementerian Agama (Kemenag) peduli terhadap nasib masyarakat, terutama di saat-saat sulit. (09/01)


Kepedulian terhadap sesama adalah nilai yang sangat penting dalam kehidupan beragama. Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen aktif dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada masyarakat. Dengan menyalurkan paket sembako dari UPZ Kankemenag Banyumas, mereka berupaya membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Paket sembako yang dibagikan bukan sekadar bahan pangan, tetapi merupakan simbol harapan dan solidaritas sosial. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, banyak warga yang merasa terbantu. Seperti yang diungkapkan oleh Soim, salah seorang penerima paket sembako, “Terima kasih atas perhatian KUA Kemranjen dan Kankemenag Banyumas. Selamat HAB Kemenag ke-80, semoga Kemenag semakin terbaik.” Ungkapan ini mencerminkan betapa besar dampak yang dapat ditimbulkan dari aksi kecil tapi berarti ini.

Program penyaluran paket sembako ini bukan hanya berdampak pada penerima bantuan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis. Dengan adanya kepedulian sosial, masyarakat terdorong untuk saling membantu dan berbagi, sehingga menciptakan rasa kebersamaan. KUA Kemranjen menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat, dan melalui berbagai inisiatif seperti ini, mereka membantu membangun ikatan yang lebih kuat antara warga.

Dalam setiap langkah yang diambil, KUA Kemranjen terus berusaha untuk menebar kasih sayang melalui tindakan nyata. Bantuan paket sembako adalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama tetap penting, apapun keadaan yang dihadapi. Mari bersama-sama mendukung kegiatan positif ini dan menguatkan rasa persatuan dalam masyarakat. Dengan cara ini, kita membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua. (a)

Apresiasi Kepala KUA: Sinergi Memukau Antara Penyuluhan Agama dan Pekerjaan Administratif

 Banyumas - Dalam menjalankan tugas mereka, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya fokus pada penyuluhan agama. Di tengah tantangan yang ada, mereka juga berperan penting dalam administrasi dan pengelolaan arsip, menjadikan kinerja mereka tak terbatas pada satu aspek saja. Artikel ini akan membahas peran ganda Penyuluh Agama Islam KUA, dengan fokus pada upaya mereka dalam penyuluhan dan dukungan administratif.

Penyuluh Agama Islam memiliki tugas utama dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang prinsip-prinsip agama, tetapi peran mereka tidak berhenti di situ. Di KUA Kemranjen, misalnya, Bapak Yono bersama rekan-rekannya mengambil inisiatif untuk membantu dalam pendataan dan penataan arsip. Ini menunjukkan bagaimana Penyuluh Agama Islam mampu melampaui batas-batas tanggung jawab mereka dalam memainkan peran mereka secara proaktif.

Salah satu aspek penting yang telah diangkat adalah penomoran pada cover jilid arsip. Proses ini sangatlah penting untuk mempermudah pencarian data ketika dibutuhkan. Melalui penataan arsip manual yang didukung oleh arsip digital, misalnya dengan metode scan atau penyimpanan data di Excel. Penyuluh Agama Islam dapat memastikan bahwa informasi penting dapat diakses dengan mudah. Hal ini sangat krusial, terutama ketika mengingat bahwa arsip merupakan warisan berharga bagi pegawai negeri sipil (ASN) yang akan datang.

Bapak Yono dan timnya bekerja keras meskipun harus bersaing dengan tumpukan arsip lama dan menghadapi cuaca panas yang menyengat. Dengan bantuan kipas angin yang tidak cukup untuk mendinginkan ruangan, semangat pengabdian mereka tetap tinggi. "Arsip ini akan menjadi warisan berharga bagi ASN penerus kita kelak," ungkap Bapak Yono. Pernyataan ini mencerminkan betapa serius dan berdedikasinya mereka dalam pekerjaan yang mungkin sering dianggap sepele oleh sebagian orang.


Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Penyuluh Agama Islam. Ia menekankan bahwa selain menjalankan tugas utama mereka di bidang penyuluhan, mereka juga mampu meluangkan waktu untuk terlibat dalam pengadministrasian KUA. Dukungan ekstra ini sangat berarti, tidak hanya untuk kelancaran operasional KUA, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, peran ganda Penyuluh Agama Islam KUA menciptakan sinergi yang baik antara penyuluhan dan administrasi. Dengan upaya yang gigih dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip, mereka menunjukkan bahwa dedikasi terhadap tugas mereka tidak pernah padam. Melalui kerja keras dan komitmen, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menjadi teladan dalam hal pengabdian kepada masyarakat, siap mewariskan nilai-nilai penting kepada generasi selanjutnya. (yn)

Rabu, 07 Januari 2026

Ibu Ning : Berbagi pada Sesama, Membuat Kita Bahagia

Banyumas - Di tengah kesibukan sebagai ASN di KUA Kemranjen, Ibu Ning telah menunjukkan kepada kita semua bahwa berbagi tidak hanya sekadar aksi, tetapi juga sebuah panggilan hati. Sebagai bagian dari lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, beliau tak hanya menjalankan tugasnya, tetapi juga aktif berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Jiwa sosial yang tinggi tertanam dalam dirinya, dan hal ini terlihat jelas dalam setiap aktivitasnya.

Hari ini, Ibu Ning menyalurkan bantuan paket sembako kepada seorang warga kurang mampu di sekitar KUA Kecamatan Kemranjen. Bantuan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-80 Tahun 2026, dengan dukungan dari UPZ Kankemenag Kabupaten Banyumas. Paket sembako ini bukan hanya sekadar barang, tetapi simbol kepedulian dan harapan bagi mereka yang membutuhkan. (07/01)

Pelayanan sepenih hati adalah landasan dari semua yang dilakukan Ibu Ning. Di KUA Kemranjen, beliau dan tim berkomitmen untuk memberikan dampak sosial yang nyata. Program-program yang dijalankan merupakan pengejawantahan dari visi besar Kankemenag Kabupaten Banyumas untuk melayani umat dengan sepenuh jiwa. Setiap kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan, terutama di waktu-waktu sulit seperti sekarang ini.

KUA Kemranjen peduli lingkungan dan terus berusaha untuk menjadi miniatur dari Kankemenag Kabupaten Banyumas. Setiap langkah yang diambil Ibu Ning dan timnya bertujuan untuk memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Melalui berbagai program sosial, mereka berupaya mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ibu Ning percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari berbagi. Dalam pandangannya, membantu sesama bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat hidup. Dalam setiap senyuman yang terpancar dari penerima bantuan, Ibu Ning merasakan kebahagiaan yang mendalam. Ia menyadari bahwa secercah harapan yang diberikan dapat mengubah kehidupan seseorang, dan itu adalah tujuan mulia yang akan terus diperjuangkan.

Mari kita ambil inspirasi dari Ibu Ning dan berusaha untuk berbagi kepada sesama. Jadilah bagian dari perubahan positif di sekitar kita, karena setiap tindakan kecil bisa membawa dampak besar. Dalam berbagi, mari kita ciptakan kebahagiaan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. (sw)

Tekankan Taqwa dan Kendalikan Hawa Nafsu



Kemranjen – Bimbingan penyuluhan (bimluh) dengan tema meningkatkan taqwa serta menahan hawa nafsu guna meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dilaksanakan di Majelis Padhang Ati, Desa Sidamulya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh kekhusyukan. (06/01)

Bimbingan penyuluhan tersebut disampaikan oleh Wafiqul Umam, Penyuluh Agama Islam, yang dalam pemaparannya menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai benteng utama dalam mengendalikan hawa nafsu. Menurutnya, kemampuan menahan hawa nafsu akan membawa ketenangan hidup, keharmonisan sosial, serta kebahagiaan yang hakiki baik di dunia maupun di akhirat.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir. Bimluh kemudian dilanjutkan dengan kegiatan istighosah Yamisda Al Ihsan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama agar senantiasa diberikan kekuatan iman, istiqomah dalam kebaikan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Melalui kegiatan ini diharapkan para jamaah dapat mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pribadi dan masyarakat yang berakhlakul karimah. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara istiqomah dan membawa keberkahan bagi semua pihak. (wu)

Selasa, 06 Januari 2026

Peran Penyuluh Agama Islam : Turut Serta dalam Usaha Ketahanan Pangan

 Banyumas - Keluarga besar KUA Kemranjen, termasuk Miftakhudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Setelah menyelesaikan penyuluhan di pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB, Bapak Miftah melanjutkan aktivitasnya di Desa Grujugan untuk mendukung usaha ketahanan pangan desa tersebut. Selasa (06/01)

Acara tersebut juga dihadiri oleh aparatur Desa Grujugan, Babinsa, dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai ketahanan pangan. Sinergi ini tidak hanya memperlancar pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas dalam setiap tahap kegiatan.

Dalam kesempatan itu, dilakukan penanaman bibit cabe jawa sebagai langkah awal dari serangkaian kegiatan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Desa Grujugan. Penanaman ini bukan hanya sebatas aktivitas simbolik, tetapi merupakan langkah konkret untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Penyuluh agama, seperti Miftah, memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang pentingnya ketahanan pangan dan cara-cara praktis untuk mencapainya.

Penyuluh agama memiliki tugas yang luas dan signifikan dalam pemberdayaan masyarakat. Selain memberikan bimbingan keagamaan, mereka juga berperan dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program-program pembangunan, termasuk ketahanan pangan. Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, penyuluh agama mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, memberikan pengetahuan dan motivasi agar mereka bisa mandiri dalam hal pangan.

Ketahanan pangan adalah isu krusial yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Peran penyuluh agama seperti Bapak Miftakhudin sangat vital dalam mengedukasi dan menggerakkan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor, cita-cita mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Desa Grujugan tentu dapat tercapai.

Peran penyuluh agama, dalam hal ini Miftakhudin, turut serta dalam usaha ketahanan pangan di Desa Grujugan. Dengan menggabungkan pendekatan agama dan pelayanan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan seluruh warga desa. (mf)


Selasa, 23 Desember 2025

Penyuluh Agama Islam dan Tokoh Hindu Berdialog Merawat Bumi di Pura Kendeng

 



BANYUMAS – Memaknai peringatan Hari Ibu dengan cara yang berbeda, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen bersama lintas kecamatan menggelar diskusi lintas iman bertajuk "Merawat Bumi". Kegiatan yang penuh kehangatan ini dilaksanakan di Pura Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. (23/12/2025)

Diskusi ini diinisiasi oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) bekerja sama dengan tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Tidak hanya dari Kemranjen, para penyuluh dari Kecamatan Somagede, Sumpiuh, dan Tambak pun turut hadir untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat para penyuluh dan tokoh agama duduk bersama membahas titik temu ajaran agama dalam memuliakan sosok ibu dan alam semesta.

Dalam diskusi tersebut, Slamet dan Budis selaku tokoh PHDI memaparkan filosofi mendalam mengenai sosok ibu. Menurut mereka, dalam ajaran Hindu terdapat tujuh makna "Ibu", yang salah satu poin utamanya adalah Ibu Pertiwi (Bumi). "Ibu bukan hanya sosok yang melahirkan kita, tetapi juga Ibu Pertiwi atau bumi yang membesarkan kita. Oleh karena itu, menghormati ibu berarti juga wajib merawat dan menjaga kelestarian alam," ujar mereka di hadapan para peserta.

Yono, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menyambut hangat perspektif tersebut. Hal ini dinilai sangat selaras dengan ajaran Islam yang menekankan peran manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas menjaga kemaslahatan alam. Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari perwujudan iman dan bakti kepada "Ibu" dalam arti luas. Diskusi ini menyimpulkan bahwa baik Islam maupun Hindu memiliki semangat yang sama dalam menempatkan pelestarian alam sebagai tanggung jawab spiritual. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat menjadi motor penggerak di masyarakat untuk mengampanyekan gerakan ramah lingkungan berbasis nilai-nilai religius. (st)

Peran Perempuan: Membentuk Karakter Tangguh Generasi Muda

 Banyumas - Dalam dunia yang terus berubah, peran perempuan sebagai penyuluh agama Islam semakin penting. Mereka tidak hanya sekadar menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga berperan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pemahaman modern. Melalui pendekatan yang tepat, penyuluh perempuan mampu mendidik karakter siswa siswi, membimbing mereka untuk memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh perempuan memiliki tanggung jawab yang besar untuk membantu generasi muda memahami bahwa ajaran Islam dapat sejalan dengan perkembangan zaman. Di era digital ini, di mana informasi mudah diakses, penyuluh agama Islam berperan sebagai penyeimbang antara tradisi dan inovasi. Mereka menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip agama, seperti kejujuran, kerja keras, dan rasa tanggung jawab, tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern. Dengan demikian, siswa siswi tidak hanya mengetahui ajaran agama tetapi juga dapat menerapkannya dalam konteks yang lebih luas.

Salah satu fokus utama dari penyuluh perempuan adalah mendidik karakter siswa siswi melalui akhlaqul karimah, atau perilaku mulia. Dengan menggunakan metode yang lembut namun kuat, mereka memberikan teladan yang baik bagi anak-anak. Misalnya, mereka sering mengadakan diskusi interaktif, di mana siswa dapat berbagi pandangan dan pengalaman mereka terkait nilai-nilai seperti kasih sayang, toleransi, keadilan, dan kedermawanan. Ini bukan hanya tentang memberi tahu, tetapi juga tentang melibatkan siswa secara emosional dan intelektual.

Generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, dari tekanan sosial hingga pengaruh budaya asing yang kerap mempengaruhi pola pikir mereka. Dalam konteks ini, penyuluh agama perempuan memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan dan solusi yang sesuai dengan ajaran Islam. Mereka dapat menjelaskan bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi permasalahan ini. Dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh cinta, penyuluh perempuan mampu menumbuhkan rasa percaya diri pada generasi muda, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup mereka.

Secara keseluruhan, penyuluh perempuan sebagai agen perubahan memiliki peran yang sangat vital dalam membangun karakter generasi muda. Dengan kemampuan mereka untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pengetahuan modern, serta mendidik melalui akhlaqul karimah, mereka tidak hanya membimbing anak-anak menuju pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama tetapi juga menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan zaman. Melalui dedikasi dan kasih sayang, penyuluh agama perempuan akan terus menjadi pilar utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang baik, berlandaskan nilai-nilai universal yang diajarkan dalam Islam. (rfq)


Diskusi Lintas Iman Perkaya Khazanah Bareng PHDI Banyumas

 Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kemranjen, Yono, Sigit dan wafi melakukan Diskusi lintas iman yang berlangsung hangat di sela-sela kegiatan Ratu Beriman  bersama BPK Slamet dari PHDI Kabupaten Banyumas, bertempat di Pedaleman Pura Giri Kendeng. (23/12)

Kegiatan ini juga diikuti oleh para penyuluh agama dari wilayah Tambak, Kemranjen, Sumpiuh, dan Somagede. Dalam suasana penuh keakraban dan saling menghargai, diskusi difokuskan pada penggalian sejarah Pura Giri Kendeng sebagai salah satu situs penting umat Hindu di Banyumas. BPK Slamet memaparkan latar belakang berdirinya pura, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, serta peran pura dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di masyarakat sekitar.


Selain itu, diskusi juga mengulas sejarah tokoh Subali dan Sugriwa yang dikenal dalam kisah epos Ramayana. Pembahasan tersebut tidak hanya dilihat dari sudut pandang keagamaan, tetapi juga dari aspek budaya dan kearifan lokal yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun.

Para penyuluh agama yang hadir tampak antusias mengikuti diskusi, menyimak pemaparan, serta saling bertukar pandangan. Dialog yang terbangun mencerminkan semangat toleransi, keterbukaan, dan saling belajar antarumat beragama.

Kegiatan diskusi lintas iman ini dinilai mampu menambah khazanah keilmuan serta memperkuat pemahaman lintas agama. Diharapkan, melalui forum semacam ini, terjalin semakin erat persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. (am)

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...