KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati

Selasa, 30 Desember 2025

Momen Keakraban dan Fokus Pelayanan dalam Rakor KUA Bersama Camat

Banyumas - Rapat Koordinasi (Rakor) KUA Kemranjen menjadi momen yang tak terlupakan. Rapat ini dimulai pukul 09.00 WIB dan terasa berbeda dengan kehadiran Ika Suprihatin, selaku Camat Kemranjen. Kehadiran beliau tidak hanya menambah semangat, tetapi juga memperkuat sinergitas antara KUA dan kecamatan dalam upaya melayani masyarakat. Selasa (30/12)

Dalam rapat tersebut, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kemranjen hadir dan aktif berdiskusi mengenai bagaimana meningkatkan sinergitas untuk pelayanan masyarakat. Tema besar yang diangkat adalah kerja sama dalam menjalankan tupoksi masing-masing, dengan tujuan utama untuk kemajuan masyarakat Kemranjen sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan yang optimal. Diskusi ini menjadi wadah bagi semua pihak untuk saling mendukung dan memahami peran masing-masing demi kebutuhan masyarakat yang lebih baik.

Acara tidak hanya dipenuhi oleh diskusi, tetapi juga keakraban yang tercipta. Ika mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari ASN KUA Kemranjen, “Terima kasih atas sambutan hangat ASN KUA Kemranjen atas kedatangan saya di sini.” Suasana yang penuh dengan keakraban ini menunjukkan bahwa meskipun ada agenda formal, hubungan antar pegawai tetap dijunjung tinggi.

Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, menanggapi dengan hangat, “Terima kasih ibu telah hadir di KUA Kemranjen, mohon maaf atas segala kekurangan saat acara.” Ungkapan ini menunjukkan komitmen dan dedikasi dari KUA Kemranjen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Dengan harapan yang tinggi, rakor KUA Kemranjen ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergitas dalam pelayanan masyarakat. Keberadaan camat yang aktif terlibat diharapkan bisa memicu inisiatif dan inovasi baru dalam pelayanan publik, sehingga masyarakat Kemranjen mendapatkan layanan yang lebih baik dan efisien. Semoga momen keakraban ini terus berlanjut dan menjadi fondasi kuat dalam upaya kolaborasi yang lebih erat di masa depan. (aa)


Selasa, 23 Desember 2025

Sumbangsih KUA untuk Kesiapan Mengarungi Bahtera Rumah Tangga


 Banyumas - Calon pengantin (catin), Gilang Pambudi dan Triana Lestari, menerima Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen. Kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri mereka sebelum mengakhiri masa lajang pada tanggal 12 Januari 2026. Melalui bimwin yang dipimpin oleh Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, pasangan ini mendapatkan bekal berharga untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Selasa 

Bimwin bukan hanya sekadar formalitas; ia memiliki urgensi mendalam bagi para catin. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang berbagai aspek pernikahan, termasuk tanggung jawab, hak, dan kewajiban suami istri. Dalam sesi ini, Apriliyanto mengutip QS. An-Nisa’ ayat 34, yang menjelaskan peran penting laki-laki sebagai pemimpin keluarga dan tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan lahir batin istrinya. Pemahaman yang kuat akan hal ini sangat perlu agar setiap individu dalam pernikahan bisa saling mendukung secara mental dan spiritual.

Apriliyanto menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif sebagai salah satu kunci untuk menciptakan keluarga yang kuat dan kokoh. Dia menyatakan bahwa suami-istri harus mampu mengelola emosi dan saling terbuka. Dengan cara ini, hubungan yang harmonis dapat tercipta, membuat suasana rumah tangga menjadi lebih menentramkan. Komunikasi yang baik juga merupakan fondasi untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan hidup berumah tangga.

Sebagai bagian dari bimbingan, Apriliyanto juga berbagi panduan tentang manajemen ekonomi dalam keluarga baru. Hal ini sangat relevan untuk memastikan bahwa setiap pasangan tidak hanya siap secara emosional, tetapi juga finansial. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan setiap keluarga baru dapat menjalani kehidupan dengan semangat, menuju Indonesia Emas tahun 2045. Kesadaran akan pentingnya harmonitas dalam hubungan suami istri menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Melalui Bimwin, Gilang dan Triana serta pasangan lainnya diberikan bekal untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia pernikahan. Dengan memahami urgensi bimwin, mereka menjadi lebih siap secara mental dan spiritual, serta mampu membangun keluarga yang kokoh dan harmonis. Harapan besar untuk menciptakan keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah pun semakin mendekati kenyataan, sejalan dengan visi Indonesia Emas di masa depan. (az)

Penyuluh Agama Islam dan Tokoh Hindu Berdialog Merawat Bumi di Pura Kendeng

 



BANYUMAS – Memaknai peringatan Hari Ibu dengan cara yang berbeda, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen bersama lintas kecamatan menggelar diskusi lintas iman bertajuk "Merawat Bumi". Kegiatan yang penuh kehangatan ini dilaksanakan di Pura Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. (23/12/2025)

Diskusi ini diinisiasi oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) bekerja sama dengan tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Tidak hanya dari Kemranjen, para penyuluh dari Kecamatan Somagede, Sumpiuh, dan Tambak pun turut hadir untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat para penyuluh dan tokoh agama duduk bersama membahas titik temu ajaran agama dalam memuliakan sosok ibu dan alam semesta.

Dalam diskusi tersebut, Slamet dan Budis selaku tokoh PHDI memaparkan filosofi mendalam mengenai sosok ibu. Menurut mereka, dalam ajaran Hindu terdapat tujuh makna "Ibu", yang salah satu poin utamanya adalah Ibu Pertiwi (Bumi). "Ibu bukan hanya sosok yang melahirkan kita, tetapi juga Ibu Pertiwi atau bumi yang membesarkan kita. Oleh karena itu, menghormati ibu berarti juga wajib merawat dan menjaga kelestarian alam," ujar mereka di hadapan para peserta.

Yono, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menyambut hangat perspektif tersebut. Hal ini dinilai sangat selaras dengan ajaran Islam yang menekankan peran manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas menjaga kemaslahatan alam. Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari perwujudan iman dan bakti kepada "Ibu" dalam arti luas. Diskusi ini menyimpulkan bahwa baik Islam maupun Hindu memiliki semangat yang sama dalam menempatkan pelestarian alam sebagai tanggung jawab spiritual. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat menjadi motor penggerak di masyarakat untuk mengampanyekan gerakan ramah lingkungan berbasis nilai-nilai religius. (st)

Peran Vital KUA: Memastikan Kepastian Hukum Aset Wakaf Demi Kemaslahatan Umat

 Banyumas - Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi sosial umat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Di Kecamatan Kemranjen, langkah-langkah konkret untuk mengamankan aset wakaf terus dilakukan, salah satunya melalui Ikrar Wakaf yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. 

Ikrar Wakaf memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjamin legalitas dan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Di salah satu mushola Desa Kecila, tiga orang wakif telah melaksanakan ikrar wakaf dengan mewakafkan tiga bidang tanah kepada nazhir badan hukum Nahdlatul Ulama (NU) Kemranjen. Dalam acara yang dihadiri oleh pejabat terkait seperti Apriliyanto, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kemranjen, serta tokoh masyarakat setempat, proses ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga dan mengelola aset wakaf secara efektif. (23/12/2025)


Pensertipikatan tanah wakaf menjadi langkah awal yang krusial setelah pelaksanaan Ikrar Wakaf. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset yang telah diwakafkan. Proses ini melibatkan koordinasi antara nazhir, wakif, dan pihak KUA, sehingga tanah wakaf dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Keberadaan sertifikat tanah wakaf juga membantu mencegah sengketa dan memudahkan pengawasan serta pengelolaan aset wakaf ke depannya.

Tentu saja, perjuangan untuk mengamankan aset wakaf tidaklah mudah. Berbagai tantangan dan hambatan sering kali muncul dalam proses pensertipikatan dan pengelolaan aset. Namun, dengan dukungan doa serta upaya dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, ikhtiar ini bisa terlaksana dengan baik. Nazhir Badan Hukum NU Kemranjen telah dikenal aktif dalam memproses ikrar wakaf dan mengawal pensertifikatan, sehingga diharapkan sinergi ini dapat terus terjaga untuk kemaslahatan umat.

Akhirnya, keberlangsungan wakaf sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan aset yang telah diwakafkan. Dengan adanya akta ikrar wakaf yang diterbitkan oleh KUA Kemranjen, potensi aset wakaf untuk menunjang berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan semakin terbuka lebar. Dalam jangka panjang, hal ini bukan hanya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Sumbangsih KUA Kemranjen sangat berarti. Dengan langkah-langkah yang sistematis dan kolaboratif, kita bisa menjamin pengamanan aset wakaf, memastikan manfaatnya dirasakan oleh umat, dan pada akhirnya mendukung tujuan mulia dalam pengembangan masyarakat. Mari kita dukung setiap upaya yang dilakukan demi kemaslahatan umat melalui pengelolaan aset wakaf ini. (az)

Dedikasi Menyala Sore Hari: Penyuluh Agama Islam bantu Menata Berkas Wakaf

 Banyumas - Hari sudah sore, menunjukkan pukul 15.40 WIB, namun semangat Bapak Yono, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen, tetap berkobar dengan penuh dedikasi. Ia sedang menata berkas wakaf yang baru saja diikrarkan kemarin. Momen sore yang tenang ini justru menjadi waktu yang produktif bagi Bapak Yono. Proses penataan berkas wakaf ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa semua dokumen dikelola dengan baik dan benar.

Berkas wakaf memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengelolaan aset-aset yang bersifat sosial dan keagamaan. Oleh karena itu, Bapak Yono menata berkas tersebut menjadi beberapa bendel yang terpisah sesuai dengan pihak-pihak terkait. Misalnya, ada bendel khusus untuk wakif (orang yang mewakafkan), nazhir (pengelola wakaf), arsip KUA, serta dokumen penting lainnya seperti yang diperlukan di Kantor Kementerian Agama dan Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas. Pengelolaan yang rapi ini akan memudahkan pengurusan sertifikat wakaf ke kantor pertanahan dan juga menjaga arsip KUA agar tetap tertata dengan baik.

Penataan berkas wakaf tidak hanya sekadar tugas administratif. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan ketelitian dalam memastikan bahwa setiap wakaf yang diikrarkan dapat bermanfaat dan tersalurkan dengan tepat. Dalam wakaf, aspek legalitas sangat penting agar aset yang diwakafkan mendapatkan perlindungan hukum dan bisa dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat. Dengan demikian, Bapak Yono sangat memahami betapa vitalnya proses ini.

Kegiatan Bapak Yono di sore hari menjadi gambaran nyata dari semangat dan komitmen yang harus dimiliki oleh setiap petugas di bidang agama. Kegiatan penataan berkas wakaf ini juga mencerminkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Selain itu, ia ingin memastikan bahwa informasi mengenai wakaf tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat diakses dengan mudah ketika dibutuhkan.

Sore itu, sembari menata berkas, Bapak Yono juga merenungkan motivasi di balik wakaf. Wakaf bukan hanya sekadar harta benda, tetapi juga merupakan amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan setiap wakaf yang dikelola sebagai sumber kebaikan bagi banyak orang. Melalui kerja keras dan perhatian pada detail, Bapak Yono berharap dapat berkontribusi pada kebaikan bersama dan mendukung program-program sosial yang ada di masyarakat.

Dengan semangat yang tak kunjung padam meskipun hari mulai gelap, Bapak Yono terus melangkah untuk menyelesaikan penataan berkas wakaf ini. Setiap dokumen yang ia susun bukan hanya sekadar kertas, melainkan bagian dari sebuah harapan dan langkah menuju masa depan yang lebih baik. Semoga semangat dan dedikasi beliau menginspirasi banyak orang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan wakaf, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (aa)


Peran Perempuan: Membentuk Karakter Tangguh Generasi Muda

 Banyumas - Dalam dunia yang terus berubah, peran perempuan sebagai penyuluh agama Islam semakin penting. Mereka tidak hanya sekadar menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga berperan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pemahaman modern. Melalui pendekatan yang tepat, penyuluh perempuan mampu mendidik karakter siswa siswi, membimbing mereka untuk memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh perempuan memiliki tanggung jawab yang besar untuk membantu generasi muda memahami bahwa ajaran Islam dapat sejalan dengan perkembangan zaman. Di era digital ini, di mana informasi mudah diakses, penyuluh agama Islam berperan sebagai penyeimbang antara tradisi dan inovasi. Mereka menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip agama, seperti kejujuran, kerja keras, dan rasa tanggung jawab, tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern. Dengan demikian, siswa siswi tidak hanya mengetahui ajaran agama tetapi juga dapat menerapkannya dalam konteks yang lebih luas.

Salah satu fokus utama dari penyuluh perempuan adalah mendidik karakter siswa siswi melalui akhlaqul karimah, atau perilaku mulia. Dengan menggunakan metode yang lembut namun kuat, mereka memberikan teladan yang baik bagi anak-anak. Misalnya, mereka sering mengadakan diskusi interaktif, di mana siswa dapat berbagi pandangan dan pengalaman mereka terkait nilai-nilai seperti kasih sayang, toleransi, keadilan, dan kedermawanan. Ini bukan hanya tentang memberi tahu, tetapi juga tentang melibatkan siswa secara emosional dan intelektual.

Generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, dari tekanan sosial hingga pengaruh budaya asing yang kerap mempengaruhi pola pikir mereka. Dalam konteks ini, penyuluh agama perempuan memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan dan solusi yang sesuai dengan ajaran Islam. Mereka dapat menjelaskan bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi permasalahan ini. Dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh cinta, penyuluh perempuan mampu menumbuhkan rasa percaya diri pada generasi muda, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup mereka.

Secara keseluruhan, penyuluh perempuan sebagai agen perubahan memiliki peran yang sangat vital dalam membangun karakter generasi muda. Dengan kemampuan mereka untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pengetahuan modern, serta mendidik melalui akhlaqul karimah, mereka tidak hanya membimbing anak-anak menuju pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama tetapi juga menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan zaman. Melalui dedikasi dan kasih sayang, penyuluh agama perempuan akan terus menjadi pilar utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang baik, berlandaskan nilai-nilai universal yang diajarkan dalam Islam. (rfq)


Niat Mulia Ibu Yuli: Wakafkan Tanah untuk Masjid dan Pemakaman

 


Banyumas - Hari ini, di KUA Kemranjen, Yuli dari Petarangan datang dengan harapan dan niat mulia untuk melakukan wakaf. Dalam suasana hangat dan ramah, Rofiqoh dan Ismi, para front liner di KUA, menyambutnya dengan senyuman yang menyenangkan. Mereka berdua segera melakukan pendekatan dengan Ibu Yuli, menanyakan keperluannya dan memberikan informasi awal yang sangat dibutuhkan.

Setelah saling berbincang dan mendapatkan pemahaman lebih, Rofiqoh berkoordinasi dengan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Dalam pertemuan yang akrab ini, Apriliyanto menjelaskan alur dan persyaratan wakaf dengan jelas kepada Yuli. Ia menekankan pentingnya memahami segala aspek dari proses wakaf agar niat baik Ibu Yuli dapat terlaksana dengan lancar. Informasi yang detail dan sistematis ini menunjukkan komitmen KUA dalam mendukung masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan wakaf yang menguntungkan umat.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Yuli merasa terbantu dan puas dengan penyampaian informasi yang jelas dan terperinci. Apriliyanto tidak hanya memberikan penjelasan tentang proses teknis, tetapi juga menekankan nilai spiritual dari wakaf itu sendiri. "Wakaf bukan hanya sekadar sumbangan, tetapi merupakan investasi akhirat yang akan terus memberi manfaat," ujarnya. Pemahaman ini sangat penting, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berencana melakukan wakaf.

Setelah diskusi yang produktif, Yuli merasa lebih percaya diri untuk melanjutkan rencananya dan berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait di desa. Ia pun bijak menyampaikan rasa terima kasih kepada Apriliyanto dan tim KUA atas informasi dan panduan yang telah diberikan. “Insya Allah, saya akan menindaklanjuti langkah-langkah ini,” tuturnya, menunjukkan semangat dan keyakinan dalam mewujudkan rencana wakafnya.

KUA Kemranjen berkomitmen untuk terus hadir di masyarakat dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan. Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan semakin banyak warga yang termotivasi untuk berkontribusi melalui wakaf, sehingga dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan niat tulus dan dukungan yang tepat, rencana wakaf Yuli diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju keberkahan bagi banyak orang. Semoga kolaborasi antara masyarakat dan KUA terus terjalin erat demi kebaikan bersama. (rfh)

Momen Sakral: Rian dan Asfi Resmi Menikah, KUA Hadirkan Nuansa Hangat

 


Banyumas - Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi Rian dan Asfi. Pada pukul 09.00 WIB, mereka mengikat janji kokoh nan suci di rumah mempelai wanita yang berada di Sirau Kemranjen. Acara akad nikah ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi kedua mempelai tetapi juga merupakan kesempatan bagi keluarga dan kerabat untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi.

Pelaksanaan akad nikah yang dihadiri oleh Bapak KH. Fatah Amin, pensiunan Kepala KUA Kemranjen, menambah kesan khidmat dalam upacara tersebut. Dengan suasana yang ceria, Apriliyanto, Pegawai Pencatat Nikah (PPN) KUA Kemranjen, bertugas dengan sepenuh hati. Ia menjalankan tugas pengawasan dan pencatatan dengan sangat baik, diselingi humor yang membuat suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Dalam khutbah nikahnya, Apriliyanto memberikan pesan penting kepada Rian dan Asfi. Beliau menekankan betapa pentingnya menjaga rasa saling di antara mereka sebagai pasangan suami istri. Pesan ini bukan hanya sekadar nasihat, tetapi juga merupakan fondasi yang harus dijaga untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis. Rian dan Asfi diingatkan untuk selalu membuka komunikasi serta saling mendukung satu sama lain dalam setiap langkah yang diambil.

Selain itu, Apriliyanto juga menyampaikan pesan yang tak kalah pentingnya tentang kekeluargaan. Keluarga besar yang dimiliki Rian dan Asfi diharapkan dapat menjaga keguyuban dengan rutin melaksanakan silaturahmi. Dalam budaya kita, silaturahmi memiliki peranan penting dalam memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Momen-momen seperti ini adalah kesempatan emas untuk saling berbagi cerita, saling mendoakan, dan tentu saja, memperkuat ikatan nasab di antara generasi yang ada.

Kesimpulannya, pernikahan Rian dan Asfi bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan langkah awal mereka dalam menjaga ikatan suci dan memperkuat kekeluargaan. Dalam konteks ini, KUA bukan sekadar lembaga yang melayani, namun juga menjadi mitra yang humanis dan berdampak positif. Mari kita doakan agar Rian dan Asfi dapat menjalani hidup bersama dengan penuh cinta dan saling menghargai, serta tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan yang telah diajarkan oleh orang tua dan leluhur mereka. (rfh)

Diskusi Lintas Iman Perkaya Khazanah Bareng PHDI Banyumas

 Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kemranjen, Yono, Sigit dan wafi melakukan Diskusi lintas iman yang berlangsung hangat di sela-sela kegiatan Ratu Beriman  bersama BPK Slamet dari PHDI Kabupaten Banyumas, bertempat di Pedaleman Pura Giri Kendeng. (23/12)

Kegiatan ini juga diikuti oleh para penyuluh agama dari wilayah Tambak, Kemranjen, Sumpiuh, dan Somagede. Dalam suasana penuh keakraban dan saling menghargai, diskusi difokuskan pada penggalian sejarah Pura Giri Kendeng sebagai salah satu situs penting umat Hindu di Banyumas. BPK Slamet memaparkan latar belakang berdirinya pura, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, serta peran pura dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di masyarakat sekitar.


Selain itu, diskusi juga mengulas sejarah tokoh Subali dan Sugriwa yang dikenal dalam kisah epos Ramayana. Pembahasan tersebut tidak hanya dilihat dari sudut pandang keagamaan, tetapi juga dari aspek budaya dan kearifan lokal yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun.

Para penyuluh agama yang hadir tampak antusias mengikuti diskusi, menyimak pemaparan, serta saling bertukar pandangan. Dialog yang terbangun mencerminkan semangat toleransi, keterbukaan, dan saling belajar antarumat beragama.

Kegiatan diskusi lintas iman ini dinilai mampu menambah khazanah keilmuan serta memperkuat pemahaman lintas agama. Diharapkan, melalui forum semacam ini, terjalin semakin erat persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. (am)

Penyuluh Kemranjen Berpartisipasi dalam Kegiatan Ratu Beriman

 

Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kemranjen turut berpartisipasi dalam kegiatan Ratu Beriman (Merawat Rumah Tuhan, Beribadah Menjadi Nyaman) yang diselenggarakan oleh PD IPARI Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pura Giri Kendeng, Kabupaten Banyumas, dan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan serta nuansa toleransi antarumat beragama. (23/12)

Kegiatan Ratu Beriman tersebut diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai kecamatan, di antaranya Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Tambak, Sumpiuh, dan Somagede. Para peserta bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih lingkungan pura dan area sekitarnya sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah serta penguatan moderasi beragama.

Sigit, salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan lintas iman tersebut. Menurutnya, kegiatan Ratu Beriman tidak hanya bermanfaat dalam menjaga kebersihan dan keindahan tempat ibadah, tetapi juga mampu mempererat rasa persaudaraan antarpenyuluh lintas wilayah dan lintas latar belakang.
“Saya merasa senang dan semakin bertambah saudara dengan adanya kegiatan seperti ini. Kebersamaan dalam merawat rumah ibadah menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkap Sigit.

Melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan Pura Giri Kendeng ini, diharapkan dapat menambah keindahan dan kenyamanan tempat ibadah, sekaligus menjadi contoh nyata sinergi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Banyumas. Kegiatan Ratu Beriman juga menjadi sarana efektif bagi para penyuluh untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (wu)

Menilik Peran Krusial Petugas KUA dalam Mengawasi Keabsahan Pernikahan Sejak Awal


 Banyumas - Pernikahan adalah salah satu momen penting dalam kehidupan seseorang, yang tidak hanya melibatkan dua individu tetapi juga kedua keluarga dan masyarakat. Dalam konteks ini, administrasi pernikahan dan kepatuhan terhadap syariat Islam memiliki peranan yang sangat krusial. Hal ini terlihat dari urgensi pemeriksaan berkas dan validasi untuk memastikan bahwa semua persyaratan nikah telah dipenuhi dengan baik.

Sebelum melangsungkan pernikahan, calon pengantin dan wali diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan dokumen yang harus dipenuhi. Proses ini bukan hanya formalitas, tetapi partisipasi penting dalam memastikan bahwa semua berkas persyaratan nikah sudah lengkap dan valid. Ketidaklengkapan dokumen dapat menghambat pelaksanaan akad nikah dan menyebabkan masalah di kemudian hari.

Calon pengantin Faoji dan Utami yang datang pada 23 Desember 2025, mereka didampingi oleh pamannya sebagai wali. Setelah dilakukan pemeriksaan berkas, ditemukan beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk melakukan pemeriksaan mendetail agar sesuai syariat dan ketentuan yang berlaku.

Di dalam syariat Islam, terdapat ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi sebelum melangsungkan pernikahan. Salah satunya adalah memastikan bahwa tidak ada halangan di antara kedua calon mempelai. Selain itu, orang yang akan menjadi wali juga harus berhak untuk melaksanakan tugas tersebut. Dalam kasus Faoji dan Utami, ditemukan bahwa masih ada wali aqrob bagi calon mempelai putri, yaitu saudara laki-lakinya, yang harus diakui dalam proses ini.

Pemeriksaan yang sistematis dan teliti sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau masalah hukum di masa depan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara petugas pencatatan sipil, calon pengantin, dan wali sangatlah diperlukan.

Menurut Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 30 Tahun 2024, calon pengantin diwajibkan untuk melengkapi segala kekurangan berkas paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan akad nikah. Bagi Faoji dan Utami, Apriliyanto sebagai petugas mengingatkan kepada mereka untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dari masing-masing pihak dalam proses administrasi pernikahan.

Kepatuhan terhadap peraturan ini tidak hanya menjamin kelancaran prosesi pernikahan tetapi juga menegaskan bahwa pernikahan yang dilaksanakan sah secara agama dan hukum.

Proses administrasi pernikahan, termasuk pemeriksaan berkas dan validasi, merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa pernikahan berjalan lancar dan sah menurut syariat. Dengan melakukan pemeriksaan mendetail dan melengkapi semua persyaratan yang diperlukan, calon pengantin dan wali dapat menjalani momen bahagia ini tanpa ada kendala. Semoga setiap pasangan mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam proses pernikahan mereka, sehingga dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. (sw)

Senin, 22 Desember 2025

Hari Ibu: Mengukir Peran Ganda Wanita Muslimah Sebagai Ibu dan Pekerja

 


Banyumas - Pada setiap tanggal 22 Desember, kita merayakan Hari Ibu, sebuah momen yang mengingatkan kita akan pentingnya peran wanita dalam keluarga dan masyarakat. Dalam acara binwin di balai nikah KUA dan acara lainnya, Kepala KUA Apriliyanto menekankan bahwa peran wanita dalam Islam tidak terbatas pada ranah domestik saja. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai peran ganda perempuan sebagai ibu dan pekerja.

Sebagai seorang ibu, perempuan memainkan peran yang sangat vital dalam membentuk generasi masa depan. Mereka adalah guru pertama bagi anak-anaknya, mengajarkan nilai-nilai dan etika yang akan menjadi pegangan hidup mereka. Namun, perempuan juga memiliki hak untuk berkarir dan berkontribusi di luar rumah. Dalam Islam, tidak ada larangan bagi wanita untuk aktif dalam berbagai bidang, selama mereka mematuhi aturan syariat. Ini memberikan kebebasan sekaligus tanggung jawab kepada wanita untuk mengejar impian dan cita-citanya.

Sejarah mencatat banyak kisah inspiratif tentang perempuan dalam Islam yang mencapai kesuksesan di berbagai bidang. Dari Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW yang merupakan seorang pengusaha sukses, hingga Fatimah yang merupakan sosok pemimpin di kalangan wanita, peran mereka sangat signifikan. Mereka tidak hanya menjadi ibu yang baik, tetapi juga berkontribusi besar terhadap masyarakat. Ini menunjukkan bahwa peran ibu dan istri dalam Islam dapat berjalan beriringan dengan peran sebagai ASN dan pekerja profesional.

Untuk memungkinkan perempuan menjalani peran sebagai ibu dan pekerja, dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat diperlukan. Lingkungan yang mendukung dapat membantu perempuan untuk beradaptasi serta menerapkan keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Komunitas yang memahami dan menghargai pentingnya dukungan ini akan menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi wanita untuk berperan aktif di berbagai sektor.

Perempuan, sebagai ibu dan pekerja, memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Islam memberikan ruang bagi wanita untuk menjalani berbagai peran ini selama sesuai dengan syariat. Dengan dukungan yang tepat, perempuan dapat menyeimbangkan tanggung jawab di rumah dan karir, menjadikan mereka teladan yang inspiratif bagi generasi mendatang. Mari kita terus menghargai dan memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang, tidak hanya sebagai ibu, tetapi juga sebagai istri dan ASN yang berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan. (rfq).

Selasa, 16 Desember 2025

Silaturahmi dengan Tokoh Agama Desa Pageralang, Sosialisasi PMA 30 Tahun 2024

Banyumas – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan serta memperlancar pelayanan kepada masyarakat, Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Tokoh Agama Desa Pageralang, Bapak Kyai Haryadi, yang dihadiri pula oleh Ketua RW dan RT setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sekitar 30 menit sebelum pelaksanaan akad nikah di wilayah Desa Pageralang. (16/12)

Pada kesempatan tersebut, selain menjalin silaturahmi dan komunikasi yang harmonis, KUA juga menyampaikan sosialisasi terkait Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang ketentuan administrasi pencatatan nikah. Sosialisasi ini disampaikan sebagai upaya memberikan pemahaman yang utuh kepada tokoh agama dan unsur masyarakat agar dapat diteruskan kepada warga.

Adapun hal-hal yang disampaikan meliputi dua poin utama. Pertama, ketentuan Akta Kelahiran dan/atau Akta Kematian sebagai syarat administrasi pencatatan nikah, termasuk kebijakan yang diberlakukan dalam hal kondisi tertentu. Kedua, tata cara perubahan nama dan data dalam Buku Nikah beserta kebijakan yang mengaturnya, sehingga masyarakat dapat memahami prosedur yang benar dan sesuai ketentuan.

Kyai Haryadi beserta Ketua RW dan RT serta beberapa masyarakat yang ikut mendengarkan obrolan tersebut menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah KUA yang aktif melakukan pendekatan langsung kepada tokoh agama dan masyarakat. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait administrasi nikah semakin meningkat.

Melalui silaturahmi yang terjalin dengan baik ini, KUA berharap ke depan sinergi dan kerja sama dengan tokoh agama serta perangkat lingkungan semakin kuat, sehingga berbagai program dan layanan KUA dapat berjalan lebih mudah, efektif, dan tepat sasaran di tengah masyarakat. (wu)



Senin, 15 Desember 2025

Wafi ; Penyuluh Agama Islam Kemranjen Dampingi Bimas Monev Perpustakaan Masjid Nurussalafiyah

Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen, Wafiqul Umam, turut mendampingi kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Perpustakaan Masjid Nurussalafiyah Sidamulya yang dilaksanakan oleh Tim Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. (12/12)

Kehadiran tim Bimas Islam dalam formasi lengkap menunjukkan keseriusan dalam pembinaan dan penguatan fungsi perpustakaan masjid sebagai pusat literasi keagamaan masyarakat. Setibanya di Masjid Nurussalafiyah, tim Bimas Islam disambut hangat oleh jajaran ta'mir masjid beserta pustakawan Masjid Nurussalafiyah. Suasana dialogis dan penuh kekeluargaan tampak saat sesi perkenalan dan pemaparan kondisi terkini perpustakaan.

Monev tersebut difokuskan pada dua aspek utama, yaitu perkembangan koleksi buku serta tingkat minat baca jamaah. Tim Bimas Islam meninjau langsung tata kelola perpustakaan, kelengkapan administrasi, penyediaan koleksi, serta strategi pengembangan layanan literasi bagi jamaah.

Wafiqul Umam selaku pendamping dari KUA Kemranjen menyampaikan bahwa perpustakaan masjid memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan dan kualitas ibadah jamaah.

“Perpustakaan masjid bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi pusat pembinaan literasi Islam bagi masyarakat. Semoga melalui monev ini, perpustakaan Nurussalafiyah terus berkembang dan semakin diminati oleh jamaah,” ujarnya.

Tim Bimas Islam juga memberikan beberapa masukan konstruktif terkait peningkatan koleksi, optimalisasi peran pustakawan, serta inovasi layanan agar perpustakaan lebih mudah diakses dan menarik bagi seluruh kalangan jamaah.

Ta'mir Masjid Nurussalafiyah, Amrin Abdurrahman menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan. Mereka berharap pendampingan ini dapat menjadi motivasi untuk semakin menghidupkan budaya membaca di lingkungan masjid.

Kegiatan monev berlangsung lancar dan ditutup dengan harapan bersama agar perpustakaan masjid dapat menjadi pusat literasi yang produktif, bermanfaat, dan semakin dekat dengan kebutuhan jamaah. (wu)

Bimbingan Remaja Usia Sekolah dan Pra Nikah Digelar di Balai Desa Kedungpring

 


Kemranjen – Bimbingan remaja usia sekolah dan pra nikah dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB bertempat di aula Balai Desa Kedungpring. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan remaja usia sekolah dan pra nikah dari wilayah setempat. (14/12)

Kegiatan bimbingan mengangkat tema “Pentingnya Gen Z Mempersiapkan Diri sebagai Generasi Penerus Bangsa”. Melalui tema tersebut, para peserta diajak untuk menyadari peran strategis generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa, baik melalui kesiapan mental, akhlak, maupun tanggung jawab sosial.

Sigit, selaku pemateri, menyampaikan pesan motivatif dengan mengutip ungkapan “Syubbanul yaum rijalul ghod” yang bermakna bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat para remaja untuk terus memperbaiki diri, mempersiapkan masa depan, serta menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

Salah satu peserta, Andre, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, suasana bimbingan berlangsung santai namun tetap asyik, hidup, dan mudah dipahami, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para peserta.

Kepala Desa Kedungpring, Sugiyono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada KUA Kemranjen atas partisipasi dan kontribusinya dalam mendukung program pembinaan remaja di desa Kedungpring. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam membina generasi muda agar siap menghadapi tantangan masa depan.(sp)

Silaturahmi Mencari Keberkahan, Penyuluh Agama Islam Kemranjen Sowan ke KH. Ma’ruf Irfai

 


Kemranjen – Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus mencari keberkahan dan menambah wawasan keilmuan, Wafi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen, melakukan sowan ke ndalem KH. Ma’ruf Irfai di Nusawungu. Kunjungan tersebut menjadi momen berharga untuk ngangsu kawruh, khususnya terkait metode dakwah Islam melalui media wayang. (14/12)

KH. Ma’ruf Irfai dikenal memiliki kepedulian dan konsentrasi (concern) dalam mengembangkan dakwah Islam dengan pendekatan budaya, salah satunya melalui media wayang. Metode dakwah ini dinilai efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman secara santun, kontekstual, dan mudah diterima oleh masyarakat lintas generasi.

Ketertarikan Wafi terhadap dakwah dengan media wayang berangkat dari keinginannya untuk memperkaya referensi dan variasi media dakwah, agar pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan lebih kreatif dan membumi, tanpa meninggalkan nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri. Dalam suasana penuh keakraban, Wafi menyimak penjelasan dan nasihat KH. Ma’ruf Irfai mengenai filosofi, strategi, serta pengalaman berdakwah melalui seni budaya wayang.

Silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi wasilah lahirnya inovasi dakwah yang lebih adaptif dengan kearifan lokal, sekaligus menjaga tradisi sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Semoga melalui silaturahmi dan proses ngangsu kawruh ini, keberkahan ilmu serta ridlo Allah SWT senantiasa terlimpah untuk kita semua, dan dapat membawa manfaat luas bagi umat dan masyarakat. (wu)

Ning Zulaikha ASN KUA Kemranjen dampingi Ziarah Wisata TPQ Al Barokah Sibrama

Kemranjen – TPQ Al-Barokah yang berlokasi di Komplek Masjid Al-Barokah Orimalang, Desa Sibrama, Kecamatan Kemranjen, mengadakan kegiatan ziarah wisata sebagai bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penyegaran bagi para santri. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan, didampingi oleh Ning Zulaikha, ASN KUA Kemranjen yang juga dikenal sebagai pegiat Yanbu’a. (14/12)

Dalam kesempatan tersebut, Ning Zulaikha menyampaikan rasa gembira dan syukurnya dapat mendampingi anak-anak TPQ Al-Barokah. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap tradisi keagamaan, khususnya melalui kegiatan ziarah dan tabarukan.

“Anak-anak TPQ adalah generasi penerus bangsa. Mendampingi mereka dalam kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus edukatif seperti ini menjadi kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.

Selain sebagai sarana tabarukan dan pembelajaran spiritual, ziarah wisata ini juga menjadi ajang refreshing bagi anak-anak TPQ setelah mengikuti rangkaian imtihan. Suasana santai dan penuh kegembiraan tampak mewarnai kegiatan, sehingga para santri dapat kembali bersemangat dalam melanjutkan proses belajar mengaji.

Diharapkan melalui kegiatan ini, anak-anak TPQ Al-Barokah tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga, tetapi juga semakin termotivasi untuk terus belajar, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam menuntut ilmu agama. (Ning)

Ribuan Muslimat NU Banyumas Gelar Pengajian dan Doa Bersama untuk Bangsa, Staf KUA Kemranjen Turut Hadir

 


Banyumas – Staf KUA Kecamatan Kemranjen turut menghadiri kegiatan pengajian dan doa bersama untuk bangsa yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Kabupaten Banyumas. Kegiatan akbar tersebut berlangsung di GOR Satria Banyumas dan dihadiri sekitar 6.000 muslimat dari berbagai pelosok wilayah Kabupaten Banyumas. (13/12)

Pengajian diisi oleh Ny. Nawal Taj Yasin yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah, menekankan pentingnya peran perempuan muslimat dalam menjaga keutuhan bangsa, menanamkan nilai keimanan dalam keluarga, serta memperkuat doa sebagai ikhtiar spiritual demi keselamatan dan kemajuan Indonesia. Suasana pengajian berlangsung khidmat, penuh kekhusyukan, dan sarat semangat kebersamaan.

Ribuan jamaah muslimat tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan shalawat, doa bersama untuk bangsa, hingga mauidhah hasanah yang menyejukkan hati. Kebersamaan para muslimat menjadi potret kuatnya ukhuwah dan kepedulian kaum perempuan dalam mendoakan negeri.

Salah satu ASN KUA Kemranjen yang hadir, Ning Rofiah, menyampaikan rasa bahagia dan syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadirannya di acara ini menjadi momen tabarukan yang penuh makna, sekaligus menambah semangat spiritual dalam menjalankan tugas dan pengabdian sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat bahagia bisa hadir dan tabarukan dalam pengajian dan doa bersama ini. Semoga keberkahan dari majelis ini juga melimpah kepada seluruh keluarga besar KUA Kemranjen,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan keagamaan seperti ini, staf KUA Kemranjen berharap dapat terus memperkuat nilai-nilai keimanan, kebangsaan, dan kebersamaan, serta membawa semangat keberkahan ke lingkungan kerja dan masyarakat luas. (Ning)

Peran Perempuan Sebagai Pondasi Awal Pendidikan Anak

Kemranjen – Kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) dilaksanakan dalam rangka kegiatan rutin Fatayat NU Ranting Grujugan yang bertempat di Masjid Baitul Muttaqin. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang merupakan anggota Fatayat dari ranting setempat. (14/12)

Bimluh disampaikan oleh Miftahudin, Penyuluh Agama Islam, dengan mengangkat tema “Peran Perempuan sebagai Pondasi Pokok Pendidikan Anak”. Dalam penyampaiannya, Miftahudin menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian anak sejak usia dini.

Materi disampaikan dengan suasana santai dan komunikatif. Sesekali diselingi lelucon ringan sehingga kegiatan bimluh berlangsung hidup, tidak kaku, dan mampu menjaga antusiasme para peserta hingga akhir acara.

Ketua Ranting Fatayat NU Grujugan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi penyuluh agama dalam kegiatan Fatayat. Ia berharap ilmu dan pesan yang disampaikan dapat bermanfaat bagi seluruh anggota serta menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

Melalui kegiatan bimluh ini, diharapkan para anggota Fatayat semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (mf)

Ngobrol Santai Bahas Pendidikan Mental Siswa di SD N Kedungpring

Kemranjen – Setelah kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) bagi siswa selesai dilaksanakan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen melanjutkan agenda dengan ngobrol santai bersama Kepala SDN Kedungpring di ruang kepala sekolah. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. (13/12)


Obrolan tersebut membahas pentingnya pendidikan mental dan karakter siswa sebagai penunjang keberhasilan akademik. Kepala SDN Kedungpring menyampaikan bahwa pembinaan mental dan rohani memiliki peran strategis dalam membentuk sikap, kedisiplinan, serta kepribadian siswa di lingkungan sekolah.

Selain itu, dibahas pula progres perkembangan siswa selama satu semester terakhir, baik dari sisi akademik maupun sikap dan perilaku. Evaluasi tersebut menjadi bahan refleksi bersama untuk memperkuat program pembinaan ke depan agar lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SDN Kedungpring juga memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan selama semester genap, termasuk penguatan karakter, kegiatan keagamaan, serta sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.

Kepala sekolah menyambut baik kegiatan bimluh dan diskusi yang telah dilakukan, serta merespons secara positif upaya kolaborasi dalam pembinaan mental dan rohani siswa. Diharapkan komunikasi dan kerja sama yang terjalin ini dapat terus berlanjut demi mewujudkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermental kuat.(sp)

Keramatnya Seorang Ibu



Kemranjen – Kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) keagamaan kembali dilaksanakan di SDN Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, pada Jumat pagi. Bimluh kali ini disampaikan oleh Sigit Panuntun, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen, dengan mengangkat tema “Keramatnya Seorang Ibu”. (13/12)


Kegiatan bimluh disampaikan di halaman sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa SDN Kedungpring. Dalam penyampaiannya, Sigit Panuntun menekankan pentingnya menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada ibu sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam kehidupan anak. Ia menjelaskan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, khususnya ibu, sehingga sikap hormat dan patuh kepada ibu harus ditanamkan sejak usia dini.


Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, materi disampaikan secara komunikatif sehingga para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Selain itu, siswa juga diajak untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.


Kegiatan bimluh ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jumat pagi sebagai bagian dari pembinaan mental dan rohani siswa. Melalui kegiatan ini diharapkan karakter religius, akhlak mulia, serta rasa hormat kepada orang tua dapat terus tumbuh dan tertanam kuat dalam diri para siswa SDN Kedungpring.(sp)

Sabtu, 06 Desember 2025

KUA Gelar Pelaksanaan Ikrar Wakaf di Rumah Wakif Binangun Cilacap


Banyumas - KUA Kemranjen melaksanakan prosesi ikrar wakaf yang istimewa di Rumah Wakif di Binangun, Cilacap. Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan keagamaan di bidang perwakafan, ditujukan untuk menghormati kondisi wakif yang sedang sakit dan tidak dapat hadir di KUA Kemranjen. Dengan semangat membangun kemaslahatan umat, satu bidang tanah resmi diikrarkan wakaf untuk kepentingan Nahdlatul Ulama (NU). Sabtu (06/12)

Keputusan untuk melakukan ikrar wakaf di luar KUA bukanlah hal yang umum, namun hal ini dilakukan demi menghormati keadaan wakif. Dalam situasi di mana seorang wakif menghadapi kesehatan yang menurun, penting untuk memberikan fleksibilitas agar niat baiknya untuk berwakaf tetap dapat terealisasikan. Peserta prosesi ini adalah berbagai pihak yang berkomitmen dalam pengembangan sarana keagamaan dan pendidikan Islam di Desa Petarangan.

Prosesi ikrar wakaf dipimpin oleh Apriliyanto, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Kemranjen, yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kemranjen. Ditengah suasana yang khidmat, seluruh proses administrasi wakaf dilakukan menggunakan layanan Elektronik Akta Ikrar Wakaf (E-AIW). Penggunaan teknologi dalam pelayanan wakaf ini merupakan langkah maju dalam modernisasi layanan di lingkungan Kementerian Agama, memastikan bahwa semua proses tercatat dengan baik dan transparan.

Dengan telah diikrarkannya tanah wakaf ini, langkah selanjutnya adalah memperoleh kepastian hukum melalui penerbitan sertifikat tanah wakaf. Sertifikat ini akan menjamin bahwa aset wakaf terlindungi secara legal, sehingga meminimalkan potensi sengketa di masa mendatang. Dalam sambutannya, Apriliyanto menekankan pentingnya tertib administrasi wakaf sebagai upaya untuk memperkuat tata kelola di bidang perwakafan. “Kami ingin memastikan aset wakaf memiliki kepastian hukum sehingga aman, produktif, dan bermanfaat untuk umat,” katanya.

Acara tersebut dihadiri oleh Nur Hasyim selaku Ketua Nazhir Badan Hukum NU Kemranjen serta Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Petarangan. Mereka mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada wakif yang telah mewakafkan sebagian hartanya demi kemaslahatan umat, dengan harapan bahwa wakaf tersebut dapat berkontribusi dalam mengembangkan sarana keagamaan dan pendidikan Islam di wilayah setempat.

Pelaksanaan ikrar wakaf di Rumah Wakif Binangun bukan hanya merupakan ritual formal, tetapi juga simbol komitmen masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang lebih baik. Dengan sikap saling mendukung dan menghargai, kita dapat bersama-sama mewujudkan tujuan luhur dalam pengelolaan harta wakaf. (aa)

Perjalanan Penghulu Menyampaikan Pesan Mendalam di Balik Tepuk Sakinah

Banyumas - Hari Sabtu seharusnya menjadi waktu istirahat bagi banyak orang, namun bagi Apriliyanto, Kepala/Penghulu KUA Kempranjen, ini adalah saat untuk melaksanakan tugas pencatatan nikah. Meskipun perkantoran libur, semangat mereka untuk memberikan pelayanan prima tak pernah pudar. Dengan melewati jalan yang berkelok dan menembus kepadatan arus kendaraan, setiap langkah mereka ditujukan untuk memastikan bahwa proses akad nikah berlangsung dengan lancar.  Sabtu (06/12)

Di tengah pelaksanaan rangkaian acara ijab qabul, muncul komentar dari salah satu tamu yang mengingatkan, “Pak jangan lupa nanti tepuk sakinahnya ya, yang lagi viral.” Dari sinilah, muncul kesempatan bagi Apriliyanto untuk meluruskan makna di balik “tepuk sakinah” yang semakin populer di kalangan masyarakat. Menurutnya, tepuk sakinah bukan sekadar ice breaking; lebih dari itu, ia merupakan simbol kebersamaan dan pengingat akan janji suci yang diucapkan pasangan pengantin di hadapan Alloh.

Apriliyanto menjelaskan bahwa “tepuk sakinah” berfungsi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tidak tegang. Dalam konteks bimbingan perkawinan, tepukan tangan ini bisa menjadi pengingat bagi calon pengantin tentang tanggung jawab yang akan mereka emban dalam berumah tangga. Bayangkan jika makna ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, saat suami-istri mulai berselisih, tepukan kecil sambil tersenyum dapat meredakan ketegangan. Hal ini mengingatkan mereka akan ikatan suci yang dibangun di atas cinta dan komitmen bersama.

Lebih dari sekadar bentuk, nilai penting dari “tepuk sakinah” terletak pada pesan yang diusungnya. Pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga memerlukan ilmu, kesabaran, dan komunikasi yang baik. Namun, sayangnya, masyarakat sering kali lebih sibuk menertawakan sesuatu yang viral daripada menyelami substansi yang terkandung di dalamnya. “Tepuk Sakinah” mungkin terlihat sederhana, tetapi ia membawa makna yang dalam, sebagai harapan agar pasangan muda mampu menjaga cinta dan janji yang telah mereka buat di hari pernikahan.

Dengan segala tantangan dan kesibukan yang dihadapi oleh Kepala/Penghulu KUA Kemranjen dalam melaksanakan tugas pencatatan nikah, mereka tetap berkomitmen untuk menyampaikan pesan mendalam di balik “tepuk sakinah”. Semoga, pemahaman ini dapat menginspirasi setiap pasangan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, dengan cinta dan komitmen yang selalu terjaga. (aa)

Penyuluh Agama Islam KUA Perkuat Peran sebagai Duta Zakat melalui Studi Tiru ke BAZNAS Surabaya

Banyumas - BAZNAS Kabupaten Banyumas mengambil langkah strategis dengan mengirim delegasi untuk melakukan studi tiru ke BAZNAS Kota Surabaya. Salah satu peserta yang turut hadir adalah Bapak Miftahudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, yang juga berperan sebagai Duta Zakat BAZNAS Kabupaten Banyumas.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, rombongan yang terdiri dari 45 peserta mendapat kesempatan berharga untuk mempelajari berbagai praktik unggulan BAZNAS Surabaya. Fokus utama pembelajaran mencakup sistem tata kelola yang terintegrasi, strategi penghimpunan zakat, hingga program pendayagunaan yang inovatif.

Yang menarik perhatian delegasi adalah sistem digitalisasi BAZNAS Surabaya yang telah terintegrasi dengan Pemerintah Kota melalui dashboard terpadu. Sistem ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat ASN secara konsisten setiap bulannya. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi BAZNAS Banyumas untuk menggali potensi dan inovasi serupa.

Selama tiga jam penuh, para peserta terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek pengelolaan zakat. Bapak Miftahudin, selaku Penyuluh Agama Islam dan Duta Zakat, mendapat wawasan berharga yang dapat diterapkan dalam pengembangan program zakat di Banyumas.

Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan plakat dan batik khas Banyumasan sebagai simbol silaturahmi antar lembaga. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari studi tiru ini diharapkan dapat memperkuat peran para Duta Zakat, khususnya dari kalangan Penyuluh Agama Islam, dalam mengembangkan pengelolaan zakat yang lebih profesional di Kabupaten Banyumas. (mf)

Jumat, 05 Desember 2025

Refleksi HUT ke-26, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kemranjen Fokus pada Indonesia Emas 2025


Banyumas - Pada tanggal 7 Desember 2025, Dharma Wanita Persatuan (DWP) merayakan ulang tahunnya yang ke-26 dengan semangat yang luar biasa. Acara ini berlangsung di aula Kecamatan Kemranjen, dihadiri oleh Ketua dan anggota DWP dari berbagai instansi di Kecamatan Kemranjen. Asih Wulandari selaku Ketua DPW KUA PPAI Kemranjen didampingi oleh Ibu Siti Ma'rifah selaku pengurus dan Ibu Ning Zulaikha selaku anggota, hadir dalam pertemuan ini, diharapkan pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi DWP dalam mendukung pendidikan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Sartini menyampaikan tentang rapat koordinasi dan program kerja. Dilanjutkan oleh Ibu Harti Suslina yang mengisi tentang tips parenting pendidikan anak. Sedangkan Siraman Rohani mengulas tentang tips untuk selalu sadar sholat. Dalam k
esempatan itu pula disampaikan materi yang mendalam mengenai peran strategis Dharma Wanita Persatuan dalam pendidikan anak bangsa. Pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa, dan peran DWP sangat krusial dalam memberdayakan wanita dan keluarga untuk menjadi agen perubahan. Dengan memberikan dukungan kepada program-program pendidikan, DWP berkontribusi pada terciptanya generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Selain pembekalan ilmu, acara HUT juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang menarik. Berbagai kebutuhan dapur seperti minyak, gula, dan teh dibagikan kepada peserta, menambah keakraban antaranggota DWP. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat tali persaudaraan antara anggota, tetapi juga menunjukkan kepedulian DWP terhadap kesejahteraan keluarga.

Momen refleksi ini diharapkan dapat memotivasi semua anggota DWP untuk terus berperan aktif dalam mendukung pendidikan dan pengembangan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, Dharma Wanita Persatuan siap berkontribusi bagi tercapainya visi Indonesia Emas 2025. Melalui kolaborasi dan dedikasi, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa, yang merupakan harapan dan aset terpenting bagi negara.

Di penghujung acara, Ibu Sartini mengajak semua anggota untuk terus bersinergi dan meningkatkan peran DWP dalam setiap aspek kehidupan, khususnya pendidikan. Mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita luhur ini demi kebangkitan Indonesia yang lebih gemilang. (aa)

Sambutan Hangat di Front Office KUA

 Banyumas - Siang itu, meski cuaca cenderung mendung, suasana di KUA Kemranjen tetap terasa hangat. Jam menunjukkan pukul 14.00 WIB ketika sebuah sepeda motor merapat ke kantor tersebut. Seorang laki-laki paruh baya turun dari sepeda motor dan masuk ke ruang front office KUA Kemranjen. Jumat (05/12)

Ismi, petugas Front Liner KUA Kemranjen, menyambut tamu tersebut dengan senyuman ramah dan ucapan salam. Dengan sopan, Mba Ismi mempersilahkan tamu untuk duduk dan menanyakan keperluannya serta bagaimana ia bisa membantu.

Tamu tersebut menjelaskan bahwa ia datang untuk memperbaiki data yang tercantum di buku nikahnya. Setelah memeriksa kelengkapan berkas yang diperlukan, Ismi dengan cekatan menyampaikan informasi tersebut ke bagian back office yang bertugas mengeksekusi layanan.

Tanpa membuang waktu, pelayanan pun dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien. Tamu tersebut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pihak KUA Kemranjen. Ia juga menyampaikan kesan baiknya dengan mengisi buku tamu yang telah disediakan dan tidak lupa meninggalkan nomor WhatsApp. Nomor ini nantinya akan digunakan oleh KUA Kemranjen untuk melakukan survei kepuasan masyarakat.

Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, menegaskan bahwa KUA Kemranjen terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan. Tujuannya adalah agar masyarakat yang membutuhkan dapat terlayani dengan baik, cepat, dan tepat. Pelayanan yang prima menjadi prioritas utama agar setiap tamu merasakan kenyamanan dan kepuasan saat berurusan di KUA Kemranjen. (aa)

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...