KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati

Selasa, 23 Desember 2025

Penyuluh Agama Islam dan Tokoh Hindu Berdialog Merawat Bumi di Pura Kendeng

 



BANYUMAS – Memaknai peringatan Hari Ibu dengan cara yang berbeda, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen bersama lintas kecamatan menggelar diskusi lintas iman bertajuk "Merawat Bumi". Kegiatan yang penuh kehangatan ini dilaksanakan di Pura Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. (23/12/2025)

Diskusi ini diinisiasi oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) bekerja sama dengan tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Tidak hanya dari Kemranjen, para penyuluh dari Kecamatan Somagede, Sumpiuh, dan Tambak pun turut hadir untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat para penyuluh dan tokoh agama duduk bersama membahas titik temu ajaran agama dalam memuliakan sosok ibu dan alam semesta.

Dalam diskusi tersebut, Slamet dan Budis selaku tokoh PHDI memaparkan filosofi mendalam mengenai sosok ibu. Menurut mereka, dalam ajaran Hindu terdapat tujuh makna "Ibu", yang salah satu poin utamanya adalah Ibu Pertiwi (Bumi). "Ibu bukan hanya sosok yang melahirkan kita, tetapi juga Ibu Pertiwi atau bumi yang membesarkan kita. Oleh karena itu, menghormati ibu berarti juga wajib merawat dan menjaga kelestarian alam," ujar mereka di hadapan para peserta.

Yono, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menyambut hangat perspektif tersebut. Hal ini dinilai sangat selaras dengan ajaran Islam yang menekankan peran manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas menjaga kemaslahatan alam. Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari perwujudan iman dan bakti kepada "Ibu" dalam arti luas. Diskusi ini menyimpulkan bahwa baik Islam maupun Hindu memiliki semangat yang sama dalam menempatkan pelestarian alam sebagai tanggung jawab spiritual. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat menjadi motor penggerak di masyarakat untuk mengampanyekan gerakan ramah lingkungan berbasis nilai-nilai religius. (st)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...