KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati

Sabtu, 06 Desember 2025

Perjalanan Penghulu Menyampaikan Pesan Mendalam di Balik Tepuk Sakinah

Banyumas - Hari Sabtu seharusnya menjadi waktu istirahat bagi banyak orang, namun bagi Apriliyanto, Kepala/Penghulu KUA Kempranjen, ini adalah saat untuk melaksanakan tugas pencatatan nikah. Meskipun perkantoran libur, semangat mereka untuk memberikan pelayanan prima tak pernah pudar. Dengan melewati jalan yang berkelok dan menembus kepadatan arus kendaraan, setiap langkah mereka ditujukan untuk memastikan bahwa proses akad nikah berlangsung dengan lancar.  Sabtu (06/12)

Di tengah pelaksanaan rangkaian acara ijab qabul, muncul komentar dari salah satu tamu yang mengingatkan, “Pak jangan lupa nanti tepuk sakinahnya ya, yang lagi viral.” Dari sinilah, muncul kesempatan bagi Apriliyanto untuk meluruskan makna di balik “tepuk sakinah” yang semakin populer di kalangan masyarakat. Menurutnya, tepuk sakinah bukan sekadar ice breaking; lebih dari itu, ia merupakan simbol kebersamaan dan pengingat akan janji suci yang diucapkan pasangan pengantin di hadapan Alloh.

Apriliyanto menjelaskan bahwa “tepuk sakinah” berfungsi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tidak tegang. Dalam konteks bimbingan perkawinan, tepukan tangan ini bisa menjadi pengingat bagi calon pengantin tentang tanggung jawab yang akan mereka emban dalam berumah tangga. Bayangkan jika makna ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, saat suami-istri mulai berselisih, tepukan kecil sambil tersenyum dapat meredakan ketegangan. Hal ini mengingatkan mereka akan ikatan suci yang dibangun di atas cinta dan komitmen bersama.

Lebih dari sekadar bentuk, nilai penting dari “tepuk sakinah” terletak pada pesan yang diusungnya. Pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga memerlukan ilmu, kesabaran, dan komunikasi yang baik. Namun, sayangnya, masyarakat sering kali lebih sibuk menertawakan sesuatu yang viral daripada menyelami substansi yang terkandung di dalamnya. “Tepuk Sakinah” mungkin terlihat sederhana, tetapi ia membawa makna yang dalam, sebagai harapan agar pasangan muda mampu menjaga cinta dan janji yang telah mereka buat di hari pernikahan.

Dengan segala tantangan dan kesibukan yang dihadapi oleh Kepala/Penghulu KUA Kemranjen dalam melaksanakan tugas pencatatan nikah, mereka tetap berkomitmen untuk menyampaikan pesan mendalam di balik “tepuk sakinah”. Semoga, pemahaman ini dapat menginspirasi setiap pasangan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, dengan cinta dan komitmen yang selalu terjaga. (aa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...