Banyumas - Keluarga besar KUA Kemranjen, termasuk Miftakhudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Setelah menyelesaikan penyuluhan di pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB, Bapak Miftah melanjutkan aktivitasnya di Desa Grujugan untuk mendukung usaha ketahanan pangan desa tersebut. Selasa (06/01)
Acara tersebut juga dihadiri oleh aparatur Desa Grujugan, Babinsa, dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai ketahanan pangan. Sinergi ini tidak hanya memperlancar pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas dalam setiap tahap kegiatan.
Dalam kesempatan itu, dilakukan penanaman bibit cabe jawa sebagai langkah awal dari serangkaian kegiatan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Desa Grujugan. Penanaman ini bukan hanya sebatas aktivitas simbolik, tetapi merupakan langkah konkret untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Penyuluh agama, seperti Miftah, memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang pentingnya ketahanan pangan dan cara-cara praktis untuk mencapainya.
Penyuluh agama memiliki tugas yang luas dan signifikan dalam pemberdayaan masyarakat. Selain memberikan bimbingan keagamaan, mereka juga berperan dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program-program pembangunan, termasuk ketahanan pangan. Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, penyuluh agama mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, memberikan pengetahuan dan motivasi agar mereka bisa mandiri dalam hal pangan.
Ketahanan pangan adalah isu krusial yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Peran penyuluh agama seperti Bapak Miftakhudin sangat vital dalam mengedukasi dan menggerakkan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor, cita-cita mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Desa Grujugan tentu dapat tercapai.
Peran penyuluh agama, dalam hal ini Miftakhudin, turut serta dalam usaha ketahanan pangan di Desa Grujugan. Dengan menggabungkan pendekatan agama dan pelayanan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan seluruh warga desa. (mf)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar