Banyumas - Dalam menjalankan tugas mereka, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya fokus pada penyuluhan agama. Di tengah tantangan yang ada, mereka juga berperan penting dalam administrasi dan pengelolaan arsip, menjadikan kinerja mereka tak terbatas pada satu aspek saja. Artikel ini akan membahas peran ganda Penyuluh Agama Islam KUA, dengan fokus pada upaya mereka dalam penyuluhan dan dukungan administratif.
Penyuluh Agama Islam memiliki tugas utama dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang prinsip-prinsip agama, tetapi peran mereka tidak berhenti di situ. Di KUA Kemranjen, misalnya, Bapak Yono bersama rekan-rekannya mengambil inisiatif untuk membantu dalam pendataan dan penataan arsip. Ini menunjukkan bagaimana Penyuluh Agama Islam mampu melampaui batas-batas tanggung jawab mereka dalam memainkan peran mereka secara proaktif.
Salah satu aspek penting yang telah diangkat adalah penomoran pada cover jilid arsip. Proses ini sangatlah penting untuk mempermudah pencarian data ketika dibutuhkan. Melalui penataan arsip manual yang didukung oleh arsip digital, misalnya dengan metode scan atau penyimpanan data di Excel. Penyuluh Agama Islam dapat memastikan bahwa informasi penting dapat diakses dengan mudah. Hal ini sangat krusial, terutama ketika mengingat bahwa arsip merupakan warisan berharga bagi pegawai negeri sipil (ASN) yang akan datang.
Bapak Yono dan timnya bekerja keras meskipun harus bersaing dengan tumpukan arsip lama dan menghadapi cuaca panas yang menyengat. Dengan bantuan kipas angin yang tidak cukup untuk mendinginkan ruangan, semangat pengabdian mereka tetap tinggi. "Arsip ini akan menjadi warisan berharga bagi ASN penerus kita kelak," ungkap Bapak Yono. Pernyataan ini mencerminkan betapa serius dan berdedikasinya mereka dalam pekerjaan yang mungkin sering dianggap sepele oleh sebagian orang.
Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Penyuluh Agama Islam. Ia menekankan bahwa selain menjalankan tugas utama mereka di bidang penyuluhan, mereka juga mampu meluangkan waktu untuk terlibat dalam pengadministrasian KUA. Dukungan ekstra ini sangat berarti, tidak hanya untuk kelancaran operasional KUA, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, peran ganda Penyuluh Agama Islam KUA menciptakan sinergi yang baik antara penyuluhan dan administrasi. Dengan upaya yang gigih dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip, mereka menunjukkan bahwa dedikasi terhadap tugas mereka tidak pernah padam. Melalui kerja keras dan komitmen, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menjadi teladan dalam hal pengabdian kepada masyarakat, siap mewariskan nilai-nilai penting kepada generasi selanjutnya. (yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar