Banyumas - Dalam setiap pernikahan, terdapat proses administrasi yang tak kalah pentingnya, yaitu pengelolaan arsip nikah. Di sinilah peran penghulu menjadi sangat krusial, terutama dalam menjaga kelengkapan dan penataan arsip nikah rujuk. Galih Lukman Hakim, seorang penghulu di KUA Kemranjen, mengemban tugas ini dengan penuh dedikasi dan konsentrasi. Berkas calon pengantin diperiksa secara teliti, memastikan bahwa semua data yang ada saling mendukung dan sesuai satu sama lain. (09/01)
Kelengkapan berkas adalah langkah pertama yang harus ditempuh dalam proses pernikahan. Dalam hal ini, Galih tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga menata berkas dengan sistematis. Setiap dokumen, mulai dari foto kopi KTP, Kartu Keluarga (KK), ijazah, hingga akta kelahiran, diatur sedemikian rupa agar mudah diakses. Proses ini memastikan bahwa saat dibutuhkan, petugas arsip dapat bekerja tanpa kendala. Sebuah langkah yang sejalan dengan arahan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, yang menekankan pentingnya penataan arsip yang baik.
Di era digital ini, urgensi digitalisasi arsip nikah semakin meningkat. Dengan berkembangnya teknologi, pengelolaan arsip secara manual mulai ditinggalkan. Apriliyanto menegaskan bahwa penataan arsip harus mengikuti perkembangan zaman. "Penataan arsip adalah amanah dari Pimpinan, baik manual maupun digital, menyesuaikan jaman yang semakin canggih secara teknologi," ujarnya tegas. Digitalisasi tidak hanya mempermudah pencarian dokumen, tetapi juga mengurangi risiko kehilangan dan kerusakan fisik pada berkas.
Walau demikian, proses digitalisasi arsip nikah ini bukan tanpa tantangan. Diperlukan pemahaman dan keterampilan dari setiap petugas agar dapat beradaptasi dengan alat dan sistem baru. Namun, jika dilakukan dengan baik, penataan arsip dapat meningkatkan efisiensi kerja serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses dokumen penting mereka.
Peran penghulu dalam kelengkapan dan penataan arsip nikah rujuk sangatlah penting. Dengan pelaksanaan yang baik, mulai dari pemeriksaan berkas hingga digitalisasi, kita dapat melihat masa depan yang lebih teratur dan efisien dalam pengelolaan arsip. Upaya Galih Lukman Hakim dan tim KUA Kemranjen menjadi contoh nyata bahwa meskipun tantangan ada, komitmen untuk menyesuaikan perkembangan zaman akan selalu membawa hasil yang bermanfaat bagi semua. (a)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar