BANYUMAS – Menjadi ujung tombak pelayanan publik bukanlah perkara mudah, terutama bagi para pegawai di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemranjen. Setiap harinya, mereka tidak hanya berhadapan dengan tumpukan berkas administrasi, tetapi juga beragam karakter dan watak masyarakat yang datang dengan berbagai kepentingan. Mulai dari calon pengantin yang datang dengan raut bahagia namun tegang, hingga warga yang datang dengan emosi tinggi karena urusan dokumen yang mendesak. Di sinilah, kesabaran para petugas KUA Kemranjen diuji sekaligus dibuktikan. (7/1).
Kesabaran ini bukan sekadar formalitas. Dalam pantauan di lokasi, para pegawai tampak telaten memberikan penjelasan berulang kali kepada warga lanjut usia atau mereka yang kurang memahami prosedur digital. Tidak ada nada bicara yang tinggi; yang ada hanyalah komunikasi dua arah yang menyejukkan sambil sesekali diseliingi humor humor yang merekatkan persaudaraan. Rofi'ah, selaku staff dan operator layanan di KUA Kemranjen terlihat sangat sabar dalam menghadapi setiap pertanyaan dan peermintaan dari masyarakat yang sedang mengurus duplikat nikah. Menurutnya kesabaran dan keramahan menjadi kunci dan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan di KUA Kemranjen.
Ismi, petugas front office, mengungkapkan bahwa memahami kondisi psikologis masyarakat adalah kunci utama. "Setiap orang yang datang membawa cerita dan beban yang berbeda. Ada yang sangat pendiam, ada yang kritis, bahkan ada yang datang dalam kondisi emosi yang kurang stabil. Tugas kami adalah menjadi 'pendengar' yang baik sebelum memberikan solusi," tuturnya dengan senyum tenang.
Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan bahwa seluruh stafnya telah dibekali dengan prinsip pelayanan yang adaptif. Menurutnya, karakter masyarakat yang heterogen di wilayah Kemranjen menuntut petugas untuk memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. "Kami selalu menekankan kepada seluruh pegawai bahwa di kantor ini, kita tidak hanya melayani berkas, tapi melayani manusia. Menghadapi karakter yang sulit memang tantangan, tapi jika kita menghadapinya dengan hati yang sejuk dan penuh kesabaran, masalah yang sulit pun biasanya akan selesai dengan baik," jelas Apriliyanto.
Ketulusan dalam melayani ini rupanya membekas di hati warga. Banyak warga yang awalnya datang dengan raut cemas, pulang dengan perasaan lega. Kemampuan petugas dalam mendinginkan suasana dan memberikan kejelasan prosedur tanpa membuat warga merasa "digurui" menjadi nilai plus tersendiri. "Salut buat petugas di sini. Walau warga banyak yang tanya ini-itu, mereka tetap kalem dan menjawab dengan sopan. Benar-benar melayani dengan hati," ujar salah satu pengunjung yang sedang mengurus legalisir dokumen.
Dengan semangat melayani tanpa membeda-bedakan karakter, KUA Kemranjen terus berupaya menjadi oase pelayanan publik yang ramah, profesional, dan tentu saja, penuh kesabaran. (st)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar