Banyumas - Pernikahan merupakan salah satu momen terpenting dalam kehidupan seseorang. Bukan sekadar ikatan sah antara dua individu, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar untuk membangun keluarga yang harmonis. Dalam konteks ini, peran KUA (Kantor Urusan Agama) menjadi sangat vital. Melalui pemeriksaan dan validasi data bagi calon pengantin atau catin, mereka berupaya untuk menyiapkan mental dan spiritual pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
Pada pagi yang cerah, Bapak Galih Lukman Hakim sebagai Calon Penghulu di KUA Kecamatan Kemranjen melaksanakan sesi pembimbingan untuk catin. Aris dan Siti, pasangan yang sedang mempersiapkan diri menuju pernikahan, hadir bersama wali nikah mereka. Mereka mengikuti semua tahapan ini dengan penuh kesadaran, menyadari pentingnya setiap langkah tersebut. Hal ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah awal dalam membangun landasan keluarga sakinah, yang diharapkan dapat menjaga harkat dan martabat manusia.
Siti, dalam pernyataannya, mengungkapkan rasa syukurnya. "Terima kasih karena telah dilayani dengan baik, dan juga mendapatkan ilmu yang nantinya dapat kami aplikasikan dalam keluarga yang akan kami bangun," katanya penuh semangat. Ucapan Siti mencerminkan betapa pentingnya pelayanan yang humanis dari pihak KUA Kecamatan Kemranjen untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada calon pengantin. Pelayanan ini tak hanya sebatas administrasi, tetapi juga sebagai pembekalan yang akan membantu mereka menghadapi suka duka kehidupan berumah tangga.
Menyiapkan mental spiritual tidak bisa diabaikan dalam proses pernikahan. Calon pengantin perlu memahami bahwa pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang yang mengharuskan keduanya saling mendukung dan memahami satu sama lain. KUA berperan dalam menegakkan nilai-nilai ini, memastikan agar setiap catin paham tentang tugas dan tanggung jawab yang akan mereka emban setelah menikah.
Selain itu, penting untuk menekankan perlunya membangun komunikasi yang baik. Dalam sebuah keluarga, komunikasi yang terbuka dan jujur menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan. Oleh karena itu, bimbingan dari KUA sangat membantu pasangan untuk belajar cara berkomunikasi dan menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul di masa depan.
Pernikahan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan upaya untuk menjaga harkat dan martabat manusia melalui pembentukan keluarga yang sakinah. Peran KUA dan semua pihak yang terlibat dalam proses ini sangatlah penting, baik dalam aspek administrasi maupun dalam memberikan pendidikan dan bimbingan. Dengan demikian, setiap pasangan dapat memulai hidup baru dengan semangat dan pengetahuan yang cukup untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. (nz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar