Banyumas – Ning Zulaikha, ASN KUA Kemranjen hadir dalam kegiatan Pengajian rutin Muslimat NU Ranting Sibrama Kemranjen Banyumas untuk memberikan sambutan dan meluruskan pemahaman terkait “Tepuk Sakinah”, yang sempat menjadi perbincangan di masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota Muslimat NU, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu jamaah setempat. Dalam kesempatan tersebut, Ning Zulaikha menjelaskan bahwa Tepuk Sakinah bukan bagian dari ibadah atau ajaran baru, melainkan metode kreatif dalam edukasi keluarga sakinah, yang disusun untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, cinta, dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Sabtu (11/10)
“Tepuk Sakinah bukan ritual, tapi sarana edukatif yang diperkenalkan untuk memperkuat pemahaman tentang keluarga sakinah dengan cara yang menyenangkan, khususnya bagi ibu-ibu dan remaja,” ujar Ning.
Penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka dan disambut positif oleh seluruh peserta. Para jamaah mengaku lebih memahami maksud sebenarnya, sehingga kesalahpahaman yang sempat muncul dapat terselesaikan dengan baik.
Kegiatan ini menunjukkan peran aktif seluruh ASN KUA Kemranjen dalam menjaga pemahaman keagamaan yang moderat, lurus, dan damai di tengah masyarakat, serta mencegah munculnya stigma atau penilaian keliru terhadap metode dakwah yang bersifat inovatif. (wu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar