Kemranjen (23/11/2025)-Pagi yang cerah di Kemranjen menjanjikan sebuah hari penuh tanggung jawab bagi Apriliyanto, Kepala/Penghulu KUA Kemranjen. Dengan semangat dan tekad, ia mempersiapkan diri mulai jam 06.00 WIB untuk menjalankan tugas mulia sebagai Petugas Pencatat Nikah. Hari itu, dua jadwal menanti: pertama di Desa Sibalung dan kedua di Sumpiuh. Tugas ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan panggilan negara yang mengharuskan setiap penghulu untuk memberikan pelayanan terbaik demi janji suci pengantin yang ingin membangun keluarga sakinah.
Setelah beberapa persiapan, Apriliyanto memulai perjalanan dari Klahang Sokaraja menuju lokasi pernikahan pertama. Menyusuri jalanan yang berkelok-kelok, ia harus melewati berbagai rintangan, mulai dari lubang di jalan hingga medan naik turun yang menguras konsentrasi. Semua perhatian terfokus pada perjalanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Di sinilah terlihat bahwa seorang penghulu harus siap dengan kondisi dan medan yang ada di lapangan, berusaha sekuat tenaga untuk sampai tepat waktu.
Pukul 07.42 WIB, Apriliyanto tiba di Sibalung. Dengan penuh perhatian dan rasa syukur, ia melaksanakan tugasnya dengan baik. Proses ijab kabul berlangsung lancar dan khidmat, merefleksikan kebahagiaan yang tampak di wajah kedua pengantin. Momen ini adalah puncak dari segala usaha timbul dari keyakinan bahwa setiap pernikahan layak untuk dipermudah dan dirayakan. Setelah menyelesaikan jadwal pertama, Apriliyanto melanjutkan perjalanan menuju Sumpiuh, dengan semangat yang sama dan doa yang tak pernah putus.
Dengan kecepatan motor rata-rata 70 km per jam, perjalanan menuju Sumpiuh kembali menguji ketangkasan dan kewaspadaan Apriliyanto. Jalur Kecila-Sumpiuh juga tidak kalah menantang, namun tekad untuk mendampingi calon pengantin dan memastikan akad nikah berjalan lancar menjadi motivasi terbesarnya. Sepanjang perjalanan, dukungan dari istri dan doa dari rekan-rekan ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyumas senantiasa mengalir dalam pikirannya, memberikan kekuatan saat menghadapai kondisi di lapangan yang kadang sulit.
Akhirnya, setelah semua tugas selesai, Apriliyanto pulang dengan perasaan puas. Keberhasilannya menjalani dua jadwal di hari itu bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap masyarakat. Setibanya di rumah, ia disambut hangat oleh istri tercinta, mengingatkan bahwa di balik sosok penghulu yang tangguh, ada dukungan kuat dari keluarga yang selalu siap menyemangatinya. Keluarga yang sakinah adalah tujuan akhir dari setiap pernikahan yang dicatatnya, dan di sinilah semua perjuangan terasa bermakna.
Dalam potret nyata profesi penghulu ini, kita melihat dedikasi dan komitmen yang luar biasa. Mereka adalah garda terdepan dalam mewujudkan kebahagiaan pasangan pengantin, berjuang melawan berbagai tantangan demi sebuah ikatan suci. Mari kita doakan agar semua penghulu dan ASN Kementerian Agama di seluruh Indonesia senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas mulia mereka. (@p)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar