Banyumas - Pernikahan merupakan salah satu momen terpenting dalam kehidupan banyak orang. Bagi banyak pasangan, pernikahan menjadi prosesi yang sakral, di mana dua jiwa yang saling mencintai bersatu dalam ikatan yang lebih kuat. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen dalam khutbah nikahnya, tujuan pernikahan tidak seharusnya hanya berfokus pada cinta semata, tetapi juga pada pemenuhan sunnah Nabi dan nilai-nilai Islam yang mendalam.
Dalam Islam, pernikahan merupakan bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW yang memiliki tujuan besar. Mengikuti jejak Nabi dalam pernikahan bukan sekadar menjalankan tradisi, tetapi juga sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam. Salah satu tujuan utama menikah adalah untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat dan menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Dengan pernikahan, pasangan diharapkan dapat saling mendukung dan memberikan kenyamanan, baik secara spiritual maupun emosional.
Lebih dari sekadar penyatuan dua hati, pernikahan dalam perspektif Islam memiliki beberapa tujuan penting. Selain untuk menjaga kehormatan dan mencegah perbuatan tercela, pernikahan juga menjadi sarana untuk membina rumah tangga yang islami. Dalam khutbah nikah, biasanya selalu ditekankan pentingnya cinta, kasih sayang, dan komitmen dalam membangun keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini adalah bekal bagi pengantin untuk menghadapi kehidupan rumah tangga yang penuh liku-liku.
Keluarga yang bahagia dan kekal tidak hanya dibangun atas cinta, tetapi juga atas kesepakatan untuk saling menjaga prinsip-prinsip agama. Apriliyanto menjelaskan bahwa pasangan suami istri harus memiliki visi yang sama untuk menciptakan lingkungan rumah tangga yang islami. Kedua belah pihak perlu berkomitmen untuk mendidik anak-anak mereka dengan ajaran agama dan nilai-nilai luhur, agar generasi selanjutnya juga dapat merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam berumah tangga.
Sebagai kaum muslim, penting bagi kita untuk memahami setiap perintah dan anjuran dari Allah dan Rosul-Nya. Setelah memahami tujuan dari pernikahan, langkah selanjutnya adalah menjalankannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mengamalkan sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi suami istri maupun dalam mendidik anak, adalah kunci untuk mencapai keridhaan Allah SWT.
Pernikahan yang didasari dengan pemahaman tujuan hakiki dan sunnah Nabi akan membentuk ikatan yang kuat dan saling melengkapi. Semoga setiap pasangan dapat menjadikan pernikahan sebagai ladang pahala dan keberkahan, serta mampu mengarungi bahtera rumah tangga dengan penuh cinta, kesabaran, dan komitmen. (@p)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar