Banyumas – Suasana ruang kerja Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen dipenuhi oleh semangat diskusi yang hangat. Kehadiran Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam menandakan komitmen mereka untuk memahami dan mengatasi isu-isu aktual yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Selasa (04/11)
Dalam pertemuan ini, tema utama yang dibahas adalah seputar isu-isu aktual yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Para penyuluh agama menyampaikan pandangan dan pendapat mereka mengenai tantangan yang muncul akibat perubahan zaman yang serba digital. Dengan kemajuan teknologi informasi, banyak masyarakat yang terpapar pada informasi yang tidak selalu benar, sehingga menciptakan kebutuhan akan edukasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai agama.
Kepala KUA, Apriliyanto, menekankan pentingnya penyuluhan yang relevan dengan kondisi masyarakat. "Kita perlu memastikan bahwa program-program yang kita jalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan perkembangan zaman," ujarnya. Diskusi ini menjadi wadah bagi para penyuluh untuk saling bertukar pikiran dan mencari solusi bersama.
Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan program-program yang dapat meningkatkan dampak KUA Kemranjen di masyarakat. Dengan kondisi sosial dan budaya yang terus berubah, penyuluh dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun materi penyuluhan. Misalnya, menggunakan platform digital untuk menjangkau generasi muda yang lebih aktif di dunia maya.
"Keberadaan kita sebagai penyuluh tidak hanya terbatas pada tatap muka, tetapi juga bisa melalui media sosial atau webinar," ungkap salah satu Penyuluh Agama Islam. Hal ini menunjukkan keselarasan antara misi KUA dan kebutuhan masyarakat modern.
Dalam era serba digital, tantangan yang dihadapi KUA tidaklah ringan. Selain harus menyampaikan pesan-pesan agama yang benar dan akurat, penyuluh juga harus mampu memfilter informasi yang beredar di dunia maya. Fenomena hoaks dan informasi menyesatkan menjadi sorotan dalam diskusi ini. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang jelas agar bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah.
Apriliyanto menegaskan, "Kita harus menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, terutama di tengah banyaknya arus informasi yang tidak sesuai dengan ajaran agama."
Pertemuan pagi ini bukan hanya sekadar diskusi biasa, melainkan ini adalah langkah menuju penguatan peran KUA Kemranjen dalam masyarakat. Dengan membahas isu-isu aktual dan merumuskan program yang relevan, Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam berharap dapat meningkatkan kehadiran KUA di tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi positif yang nyata.
Keterhubungan yang kuat antara KUA dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran dan penerapan nilai-nilai agama. Dengan demikian, KUA Kemranjen dapat terus berperan sebagai pilar moral dan spiritual yang diandalkan dalam era modern ini. (@p)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar