KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati

Jumat, 09 Januari 2026

Dedikasi Tak Tergoyahkan: Kunci Sukses Pelayanan Humanis di KUA Kemranjen

 


Banyumas - Pada setiap hari Jum'at yang lumayan ramai, dua front liner KUA Kemranjen, Ibu Suwarsih dan Mba Ismi, selalu berusaha melayani dengan penuh kedewasaan mental dan emosi. Mereka senantiasa menerapkan prinsip 3 S (Senyum, Salam, dan Sapa) sesuai arahan dari pimpinan mereka. (09/01).

Meski sering kali dihadapkan dengan masyarakat yang berbicara dengan nada lantang dan disertai emosi, kedua front liner ini tetap berusaha menghadapi setiap situasi dengan kepala dingin. Mereka menyambut para pengunjung dengan sambutan yang hangat, memberikan penjelasan yang gamblang serta mudah dimengerti.

Ibu Suwarsih, salah satu front liner yang telah berpengalaman, selalu mengingatkan pentingnya kesabaran dalam tugasnya sehari-hari. "Kesabaran adalah kunci utama, karena menghadapi masyarakat yang gaya bicara dan emosinya berbeda-beda," ujarnya. Tidak jarang, percakapan dengan masyarakat dapat memanas, namun dengan tekad dan kesabaran, permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.

Kedewasaan mental dan emosi menjadi kunci pelayanan humanis yang diterapkan oleh Ibu Suwarsih dan Mba Ismi. Keduanya memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan kondisi emosional yang berbeda. Dalam menjalankan tugasnya, mereka selalu berupaya untuk tidak terpancing emosi dan tetap memberikan pelayanan terbaik.

Salah satu cara yang efektif untuk meredakan ketegangan adalah dengan menerapkan 3 S: Senyum, Salam, dan Sapa. Dengan senyuman yang tulus, salam yang ramah, dan sapaan yang menyenangkan, suasana tegang sering kali bisa mencair. Prinsip ini bukan hanya sebuah formalitas, tetapi juga menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dedikasi Ibu Suwarsih dan Mba Ismi dalam melayani masyarakat di KUA Kemranjen patut diapresiasi. Mereka tidak hanya menjalankan tugas dengan profesional, tetapi juga dengan hati. Mereka memahami bahwa melayani masyarakat adalah panggilan yang membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis; dibutuhkan juga hati yang ikhlas dan empati yang tinggi.

Di tengah segala tantangan yang dihadapi, baik Ibu Suwarsih maupun Mba Ismi terus berusaha memberikan pelayanan yang maksimal. Keduanya menjadi contoh nyata bahwa dengan kesabaran, kedewasaan mental dan emosi, serta pendekatan yang humanis, setiap masalah bisa dihadapi dengan lebih baik. (is)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...