KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati

Selasa, 20 Januari 2026

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerima berita duka bahwa Bapak Iqbal Husain, LC, Kepala/Penghulu KUA Purwokerto Utara, telah mengalami kecelakaan motor dari arah alasmalang-wijahan dan dilarikan ke Rumah Sakit Medika Lestari Buntu Kemranjen. Rasa khawatir dan harapan bersatu dalam benak kami, namun tak lama setelah itu, berita yang lebih memilukan tiba, Bapak Iqbal Husain telah meninggal dunia.

Dalam momen penuh rasa duka ini, air mata tak tertahan mengalir. Harapan untuk kesembuhan lenyap seiring dengan hilangnya sosok yang begitu berarti bagi banyak orang. Kami teringat akan kebijaksanaan dan dedikasi Bapak Iqbal dalam menjalankan tugasnya, serta betapa hangat dan sabarnya ia menghadapi setiap tantangan. Dalam hati, kami berdoa, "Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun, semoga Engkau Khusnul Khotimah wahai sahabatku."

Kehilangan seorang sahabat seperti Bapak Iqbal bukanlah hal yang mudah. Namun, di tengah kesedihan ini, kita perlu berpegang pada keyakinan bahwa setiap jiwa yang pergi telah kembali kepada Tuhan-Nya. Semoga Bapak Iqbal Husain mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarganya yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan yang mendalam ini.

Kita akan selalu mengenang kebaikan dan jasa-jasanya dalam menjalani kehidupan ini. Selamat jalan wahai sahabat, pertemuan kita di dunia ini hanyalah sementara. Kita akan berjumpa kembali di Jannah-Nya, tempat yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan abadi. Mari kita panjatkan doa bagi beliau dan semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidupnya. (@)

Senin, 19 Januari 2026

Kepak Sayap Dakwah Penyuluh Agama: Dukung Ketahanan Pangan

Kemranjen - Dalam era modern seperti sekarang, peran Penyuluh Agama Islam semakin luas dan beragam. Tidak hanya terpaku pada bimbingan dan penerangan agama sesuai dengan PMA nomor 24 Tahun 2024, tetapi juga turut serta dalam berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu contoh konkret dari multiperan Penyuluh Agama adalah kegiatan yang dipimpin oleh Miftah di Desa Grujugan, Kemranjen, yang fokus pada ketahanan pangan. Senin (19/01/26)

Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap isu ketahanan pangan dengan melaksanakan program penanaman melon di Desa Grujugan. Program ini tidak hanya sekadar kegiatan pertanian, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, Penyuluh Agama berfungsi sebagai jembatan antara ajaran agama dan praktik sehari-hari yang bermanfaat bagi kehidupan umat.

Sugeng Susyanto, Kepala Desa Grujugan, memberikan apreasi yang tinggi atas inisiatif ini. Dukungan dari pemerintah desa sangat penting untuk kesuksesan program ketahanan pangan ini. "Alhamdulillah, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen semakin memberikan dampak nyata kepada umat dan masyarakat, melalui kegiatan dan program yang ada," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga agama dan pemerintah desa dapat menciptakan sinergi yang positif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Kegiatan penanaman melon ini memiliki banyak manfaat. Pertama, kegiatan ini akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan keterampilan baru dalam bertani, yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Penanaman melon juga dapat menjadi sumber pangan yang bergizi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Dengan berbagai peran yang dijalankan, Penyuluh Agama Islam tidak hanya menjadi pencerah dalam aspek spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti ketahanan pangan. Upaya Miftah dan dukungan dari komunitas setempat menjadi contoh inspiratif bagi kita semua. Seiring dengan semakin kompleksnya tantangan di masyarakat, keberadaan Penyuluh Agama yang aktif dan responsif menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan mandiri. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, harapannya adalah terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (mf)

KUA Layani Konsultasi Nikah Luar Negeri

Kemranjen - KUA Kemranjen menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang memerlukan informasi seputar layanan konsultasi nikah luar negeri. Dengan semangat untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan humanis, KUA Kemranjen menyambut setiap pengunjung yang datang dengan hangat. Senin (19/01/26)

Setibanya di KUA, Munir dan Titi langsung merasakan atmosfer ramah yang tercipta berkat keramahan frontliner KUA yang menyapa mereka dengan 3 S (Salam, Senyum, dan Sapa). Sikap ini tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung, tetapi juga menunjukkan komitmen KUA Kemranjen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Frontliner yang bertugas dengan sepenuh hati ini memastikan bahwa setiap orang yang datang mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan.

Usai mendapatkan sambutan hangat, Munir dan Titi diteruskan untuk berbincang dengan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Dalam pertemuan ini, Apriliyanto menjelaskan secara mendetail tentang layanan yang mereka butuhkan, yakni Surat Keterangan Pernikahan untuk nikah luar negeri. Penjelasan ini merujuk pada Peraturan Menteri Agama nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan, yang memiliki ketentuan khusus terkait proses dan syarat yang harus dipenuhi.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan setiap langkah yang diperlukan untuk mendapatkan surat tersebut, serta dokumen-dokumen apa saja yang harus disiapkan. Komunikasi yang terbuka dan informasi yang jelas ini membuat pasangan yang sedang merencanakan pernikahan luar negeri merasa lebih siap dan percaya diri dalam menjalani proses administratif yang dibutuhkan.

Dalam sesi penutupan, Titi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan dan pelayanan baik yang mereka terima. "Terima kasih atas sambutan dan pelayanan KUA Kemranjen yang baik, informasi yang kami dapat akan kami tindaklanjuti,” ucap Titi dengan senyum puas. Ungkapan ini mencerminkan betapa pentingnya pelayanan yang baik dan responsif dalam membantu masyarakat.

KUA Kemranjen tidak hanya sekadar penyedia layanan administrasi, tetapi juga sebagai mitra dalam setiap langkah penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan dedikasi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan humanis, KUA Kemranjen menunjukkan bahwa pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna layanan. Melalui pendekatan yang ramah dan profesional, KUA Kemranjen siap membantu masyarakat dalam setiap kebutuhan, terutama bagi mereka yang berencana melaksanakan pernikahan luar negeri. (is)

Peran Vital Penyuluh Agama dalam Menguatkan Jaring Pengaman Sosial di Kemranjen


Banyumas - Penyuluh agama memiliki peran krusial dalam membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan sosial yang terus meningkat, upaya kolaboratif dari berbagai pihak menjadi sangat penting. Salah satu pendekatan yang diambil oleh Miftahudin, Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen, adalah mengoptimalkan bantuan dari berbagai sumber dana, seperti Zakat, Infaq, dan Shodaqoh. Senin (19/01/26)

Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) memiliki peran sentral dalam pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh. Melalui organisasi-organisasi ini, masyarakat didorong untuk menyalurkan dana mereka dengan lebih efektif dan terarah. Dengan demikian, orang-orang yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Pemahaman dan edukasi mengenai fungsi dan manfaat dari lembaga-lembaga tersebut sangat penting agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam program-program sosial ini.

 Miftahudin menyadari betapa pentingnya keaktifan ASN KUA dalam membantu masyarakat di tingkat desa. Hal ini termasuk pemantauan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa. Pada tanggal 19 Januari 2026, beliau berpartisipasi dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Desa Grujugan Kemranjen. Melalui forum ini, beliau memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang kurang mampu.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, juga memberikan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya peran aktif dalam mengawal program-progam yang ditujukan kepada masyarakat bawah. "Kita harus berperan aktif dalam mengawal program yang sasarannya masyarakat bawah, agar tepat sasaran dan memiliki dampak yang positif untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka," tegasnya. Kolaborasi antara penyuluh agama, pemerintah desa, dan lembaga amil zakat sangat vital untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi mereka.

Membantu sesama melalui jalur yang berbeda adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan bersama. Dengan adanya mekanisme yang jelas dan partisipasi aktif dari semua pihak, kita dapat memperkuat jaringan dukungan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu. Melalui upaya gerilya penyuluh agama dan kerjasama antara pemerintah dan lembaga amil zakat, harapan untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat dapat terwujud. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bantuan yang ada dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan. (aaa)

Dari Berkas Hingga Digital: Transformasi Pengelolaan Wakaf Berkat Dedikasi Penyuluh Agama


 Purwokerto - Dalam masyarakat kita, wakaf bukan hanya sekadar praktik keagamaan, tetapi juga sebuah amanah yang memiliki tanggung jawab besar. Melalui wakaf, harta yang disumbangkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi umat. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan wakaf menjadi penting untuk memastikan bahwa amal jariyah ini dapat terus berjalan. Senin (19/01/26)

Di Kecamatan Kemranjen, peran Penyuluh Agama Islam, sangat vital dalam mengoptimalkan pelaksanaan wakaf. Dengan dedikasi dan komitmen tinggi, Yono mengambil tanggung jawab besar dalam mengawal setiap proses wakaf, mulai dari pengumpulan berkas hingga penerbitan Akta Ikrar Wakaf oleh KUA. Tugas ini bukanlah hal mudah, tetapi dengan kemampuan IT yang mumpuni serta usia yang relatif muda, Yono membuktikan bahwa generasi baru dapat berkontribusi lebih dalam pengelolaan wakaf.

Hari ini, Yono melaksanakan revalidasi di rumah Basuni, Ta'mir Masjid Nur Amanah Desa Pageralang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses dan berkas wakaf yang sedang diurus telah memenuhi syarat yang ditetapkan. "Sinergi yang positif antar generasi sangat diperlukan agar saling melengkapi," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Sinergi ini tidak hanya berkaitan dengan pengalaman di lapangan, tetapi juga integrasi dengan aplikasi terkini seperti e-AIW (elektronic Akta Ikrar Wakaf) dari Kementerian Agama.

Kemajuan teknologi informasi membawa tantangan dan peluang tersendiri dalam pengelolaan wakaf. Yono menunjukkan bahwa pengalaman yang dimiliki para senior di bidang ini harus dipadukan dengan kemampuan teknologi yang dimiliki generasi muda. Melalui aplikasi terkini, proses pengurusan wakaf dapat dilakukan dengan lebih efisien dan transparan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam wakaf. Penerapan teknologi ini merupakan langkah maju dalam menjaga amanah wakaf yang harus dijaga bersama.

Wakaf adalah amanah yang membutuhkan perhatian penuh dari semua pihak. Dedikasi Yono dan sinergi antara generasi tua dan muda merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memperkuat pengelolaan wakaf. Dengan memanfaatkan pengalaman dan aplikasi terkini, kita dapat memastikan bahwa wakaf tetap menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat. Mari terus jaga amanah ini demi kebaikan bersama! (pyn)

Doa sebagai Landasan Spiritual: Pesan Kepala untuk Pegawai KUA

Kemranjen - Semangat pagi di KUA Kemranjen, Kabupaten Banyumas, selalu dipenuhi atmosfer yang positif. Seluruh jajaran ASN dan pegawai berkumpul untuk mengikuti rutinitas apel pagi. Dalam kegiatan ini, Kepala KUA, Apriliyanto, memimpin apel dengan penuh semangat dan dedikasi. Senin (19/01/26)

Dalam amanatnya, Apriliyanto menekankan pentingnya menyeimbangkan tugas dan ibadah. Menurutnya, pengabdian kepada umat dan negara harus dilakukan dengan sepenuh hati. "Kinerja yang hebat akan menjadi lebih bermakna jika dibarengi dengan ibadah yang tulus," ungkapnya. Dia mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas, disiplin, dan meningkatkan etos kerja. Namun, ia juga mengingatkan agar tidak melupakan sisi ibadah yang menjadi sumber kekuatan batin dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah tentang doa mengawali kerja di KUA Kemranjen. Doa tidak hanya menjadi tradisi, tetapi menjadi landasan spiritual dalam menghadapi setiap tantangan pekerjaan. Dengan berdoa, pegawai diharapkan mampu mengurangi sifat marah, menahan emosi, dan memperbanyak permohonan kepada Allah SWT. Apriliyanto berharap bahwa dengan ketulusan dalam beribadah, keberkahan akan datang bagi seluruh pegawai dan masyarakat sekitar.

Apel pagi ini bukanlah sekadar rutinitas; ia menjadi momen refleksi diri bagi pegawai KUA Kemranjen. Kehadiran pemimpin yang memberikan teladan baik dalam aspek spiritual maupun profesional merupakan motivasi untuk memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas. Ini adalah langkah menuju birokrasi yang melayani sepenuh hati dan diridhai Ilahi.

Dengan semangat pagi tersebut, KUA Kemranjen berkomitmen untuk mewujudkan nilai-nilai Kementerian Agama yang moderat dan solutif. Semoga setiap hari dimulai dengan doa dan keikhlasan, membawa keberkahan, kebermanfaatan, dan keberhasilan bagi semua. Akhir kata, mari kita jadikan semangat dan nilai-nilai ini sebagai pedoman dalam setiap langkah kita. Dengan menyeimbangkan tugas dan ibadah, kita tidak hanya melayani masyarakat dengan baik, tetapi juga mendapatkan berkah dari Allah SWT. (aaa)

Minggu, 18 Januari 2026

ASN KUA Emban Misi Ganda sebagai Pelayan Negara dan Pelayan Umat

Banyumas - Dalam era yang semakin kompleks ini, peran ASN di KUA tidak hanya terbatas pada tatanan administratif. ASN KUA, khususnya di Kecamatan Kemranjen, dituntut untuk menghadirkan dampak positif baik di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat. Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, dengan tegas menyampaikan pentingnya nilai pengabdian, integritas, dan kepedulian sosial dalam menjalankan tugas. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai peran ganda ASN KUA dalam pengabdian mereka. Minggu (18/01/26)

Dalam menghadapi tantangan zaman, ASN KUA Kemranjen diharapkan untuk tidak hanya kuat secara formal dan administratif. Lebih dari itu, mereka harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apriliyanto menegaskan, setiap ASN memiliki dua dimensi pengabdian: sebagai pelayan negara dan masyarakat serta sebagai pelayan umat. Kedua peran ini perlu dijalankan seimbang agar dapat memberikan kontribusi maksimal di tengah masyarakat.

Program KUA Berdampak menjadi landasan bagi ASN KUA Kemranjen untuk berkontribusi aktif di berbagai lingkungan. Mereka diajak untuk mendedikasikan potensi diri, bukan hanya di kantor tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar. Ini berarti bahwa ASN harus senantiasa menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan sikap peduli melalui aksi nyata, dan terlibat dalam kegiatan sosial serta keagamaan.

Ning Zulaikha, salah satu ASN di KUA Kemranjen, merupakan contoh teladan dalam penerapan arahan tersebut. Sebelum bergabung sebagai ASN, beliau sudah aktif dalam organisasi keagamaan, seperti Muslimat NU Kecamatan Kemranjen. Kegiatan semacam ini tidak hanya mendukung pengembangan diri, tetapi juga memperkuat citra positif KUA di mata masyarakat.

Keterlibatan ASN KUA Kemranjen dalam kegiatan sosial sangat penting. Keberadaan mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memberi dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Melalui tindakan nyata, seperti menyelenggarakan acara keagamaan dan kegiatan sosial, ASN KUA Kemranjen dapat menunjukkan kepedulian pada isu-isu yang dihadapi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak yang menekankan arti penting keterlibatan ASN dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Citra positif KUA Kemranjen di mata masyarakat sangat bergantung pada sejauh mana ASN melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Keberhasilan ASN KUA Kemranjen dalam menjalankan peran ganda mereka dapat menjadi contoh bagi instansi lain. Dengan memberikan manfaat nyata, ASN bukan hanya sebagai pegawai negeri, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menggerakkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Peran ganda ASN KUA di Kecamatan Kemranjen sebagai pelayan negara dan masyarakat, serta pelayan umat, adalah sebuah tantangan sekaligus peluang. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ASN KUA dapat berkontribusi secara signifikan di lingkungan kerja dan masyarakat. Implementasi program KUA Berdampak tidak hanya sekadar misi, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen ASN KUA dalam menciptakan perubahan yang positif. Keberadaan mereka diharapkan mampu membawa dampak yang luas, menjadikan mereka teladan dan penggerak bagi masyarakat serta menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. (nz)

Aktif di Kantor dan Mengabdi Lewat Muslimat NU

Purwokerto - Di tengah kesibukan sebagai ASN KUA Kemranjen, Rofiah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Ia tidak hanya fokus pada pekerjaan administratif di kantor, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Keterlibatan Rofiah dalam pengajian rutin merupakan salah satu contoh nyata bagaimana ASN KUA dapat berperan ganda dalam mengabdi kepada masyarakat dan agama. Minggu (18/01/26)

Rofiah berpartisipasi dalam kegiatan Pengajian Rutin Ahad Kliwon yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, Rofiah berkontribusi terhadap pembinaan spiritual dan sosial di komunitasnya.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap keaktifan ASN KUA Kemranjen, khususnya Ibu Rofiah. “Saya mengapresiasi keaktifan Ibu Rofiah dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat, sehingga ASN KUA benar-benar menjadi manusia yang terbaiki, yaitu bermanfaat bagi lingkungan,” tegas Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran ASN KUA dalam menciptakan dampak positif di masyarakat.

Dengan sikap rendah hati dan komitmen yang tinggi, Rofiah menjadi teladan bagi rekan-rekannya di instansi pemerintah. Ia membuktikan bahwa sebagai ASN, kita tidak hanya bertugas dalam lingkup kantor, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Dalam konteks ini, ASN KUA tidak hanya berfungsi sebagai pelayan administrasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berperan aktif dalam memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.

Aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh Rofiah menunjukkan bahwa ASN KUA dapat menjadi manusia terbaik dengan bermanfaat bagi masyarakat dan agama. Dengan demikian, pengabdian seperti yang dilakukan oleh Rofiah sangat penting dalam membangun karakter ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak mulia. Semoga contoh kepemimpinan dan pengabdian ini dapat menginspirasi ASN lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan yang mendukung nilai-nilai keagamaan dan kebaikan sosial. (aaa)

Bertemu dengan Senior: Ajang Serap Ilmu dan Pengalaman

Banyumas - Ditengah kesibukannya sebagai Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto menyempatkan diri untuk bertemu dengan salah satu pensiunan yang sangat berpengalaman, Tohari. Pertemuan ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan emas untuk meningkatkan kompetensi dari pengalaman senior yang dimiliki oleh Tohari. Minggu (18/01/26)

Dalam dunia kerja, terutama di sektor pelayanan publik seperti Kementerian Agama, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Tohari, yang telah mengabdi selama puluhan tahun, memiliki banyak cerita dan pelajaran yang bisa dipetik. Dari pertemuan tersebut, Apriliyanto menyampaikan betapa pentingnya dedikasi dan loyalitas dalam bekerja. Menurut beliau, sikap ini adalah fondasi utama bagi setiap pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Salah satu poin menarik yang dibagikan oleh Tohari adalah tentang ketulusan dan kejujuran dalam pengabdian. Dalam setiap langkah yang diambil, beliau menekankan bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika adalah kunci untuk membangun kepercayaan di antara rekan kerja dan masyarakat. Ini adalah pelajaran yang sangat relevan dan patut dicontoh, terutama bagi para generasi muda yang baru memulai karir mereka.

Melalui pertemuan ini, Apriliyanto tidak hanya menyerap informasi berharga, tetapi juga termotivasi untuk menerapkan prinsip-prinsip yang disampaikan oleh Tohari dalam tugas sehari-harinya. Beliau merasa bahwa pengalaman senior dapat menjadi peta jalan yang membantu meningkatkan kompetensi diri dan tim. Bisnis dan lembaga pemerintah perlu memahami bahwa pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman nyata seringkali lebih mendalam dibandingkan teori yang diajarkan di kelas.

Kesempatan untuk belajar dari para senior adalah sesuatu yang harus dimanfaatkan dengan baik. Pertemuan antara generasi muda dan senior seperti ini dapat menciptakan sinergi yang positif, di mana pengetahuan dan pengalaman saling mengisi. Apriliyanto berharap, lebih banyak pertemuan serupa akan dilakukan agar semangat untuk belajar dan berbagi dapat terus berkembang di lingkungan KUA  Kemranjen.

Akhir kata, bertemu dengan senior seperti Tohari bukan sekadar kegiatan biasa. Ini adalah investasi berharga bagi masa depan, di mana pengalaman dan kebijaksanaan senior mampu memberikan panduan yang jelas untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan publik yang lebih baik. (aaa)

Kamis, 15 Januari 2026

Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih Menjalani Hari Bahagia di KUA Kemranjen

Kemranjen – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen saat pasangan pengantin baru, Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih, menjalani hari bersejarah mereka. Pasangan yang telah menunggu momen sakral ini dengan penuh harap tiba di KUA, dengan hati yang berbunga-bunga menantikan prosesi akad nikah yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB.

Setelah melalui proses pengecekan berkas secara teliti dan dinyatakan lengkap oleh petugas, prosesi akad nikah pun dilaksanakan dengan suasana khidmat. Wali dari pengantin pria, dalam kesempatan tersebut, mengucapkan ijab kabul yang disambut dengan penuh kekhidmatan oleh Umam yang menjawab Qobul. Saksi-saksi yang hadir turut menyatakan sahnya pernikahan tersebut, menandai babak baru dalam kehidupan pasangan muda ini.




Momen bahagia ini disertai tangis haru dari keluarga dan kerabat yang hadir, sebagai bentuk syukur atas keberhasilan perjuangan cinta keduanya yang penuh rintangan. Perjalanan cinta Syafaul dan Riris selama ini dikenal tidak mulus; keduanya harus menghadapi berbagai tantangan baik dari segi jarak maupun faktor eksternal lainnya. Meski demikian, tekad mereka untuk bersatu tetap kokoh hingga akhirnya hari bahagia itu tiba.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, turut memberikan pesan bijak kepada kedua mempelai serta seluruh hadirin. Ia menyampaikan bahwa “Perjuangan menuju halal yang kalian jalani adalah berat, tapi lebih berat lagi adalah menjaga keluarga yang akan dan sedang kalian bangun. Maka tetaplah bersama dalam suka maupun duka, saling mendukung, saling menguatkan, dan jangan saling melemahkan.” Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa pernikahan bukan hanya tentang momen bahagia di hari H, melainkan juga tentang komitmen jangka panjang untuk saling menjaga dan memperkuat satu sama lain.

Pengalaman pribadi selama bertugas di KUA Kemranjen menunjukkan bahwa banyak pasangan muda seperti Syafaul dan Riris yang menghadapi berbagai tantangan sebelum akhirnya meraih kebahagiaan. Data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pernikahan di Indonesia meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya persiapan mental dan spiritual sebelum menikah. Bimwin pra-nikah serta dukungan dari keluarga menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlangsungan rumah tangga yang harmonis.

Prosesi akad nikah hari ini menjadi contoh nyata bahwa meskipun perjalanan menuju pernikahan penuh liku-liku, keteguhan hati dan doa restu dari keluarga mampu mengantarkan pasangan ke pelaminan dengan lancar dan penuh berkah. Semoga pernikahan Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih menjadi awal dari kehidupan baru yang penuh cinta, saling menghormati, dan saling mendukung dalam membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah. (aaa)

Calon Pengantin Serbu KUA Kemranjen, Pemeriksaan Menjelang Nikah Tetap Padat Jelang Sore

Kemranjen, Banyumas – Aktivitas pemeriksaan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen hari ini berlangsung cukup padat. Meski waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, sejumlah pasangan yang akan menikah tetap antusias mengikuti proses pemeriksaan berkas, validasi data, serta mendapatkan bimbingan perkawinan mandiri. (15/01)

Dari pantauan di lapangan, sejumlah calon pengantin yang datang hari ini menegaskan komitmen mereka untuk menjalani proses pernikahan sesuai prosedur yang berlaku. Salah satu pasangan yang turut hadir adalah Irfan Tauhid dan Siti Kholina, yang merencanakan akad nikah pada hari Jumat, 30 Januari 2026 di kediaman mempelai perempuan di Sirau Kemranjen. Kehadiran mereka menjadi bukti pentingnya persiapan matang dalam menyambut hari bahagia tersebut.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan dan validasi data merupakan tahap krusial agar seluruh dokumen dan administrasi kepernikahan berjalan lancar dan sah secara hukum. “Proses ini tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi juga sebagai langkah memastikan bahwa kedua mempelai memenuhi syarat dan tidak ada kendala hukum yang bisa menghambat pernikahan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Apriliyanto menambahkan bahwa pemberian bimbingan perkawinan sangat penting dalam membangun pondasi rumah tangga yang kokoh. Ia menekankan aspek kesiapan mental dan emosional pasangan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berumah tangga. Dalam sesi bimbingan tersebut, peserta diajarkan tentang pengelolaan keuangan keluarga secara bijaksana serta strategi menyelesaikan konflik secara damai dan efektif.

Pengalaman pribadi dari petugas KUA menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya persiapan pernikahan yang matang. Banyak pasangan yang aktif mengikuti seluruh rangkaian proses ini demi memastikan masa depan rumah tangga mereka berjalan harmonis dan penuh kebahagiaan.

Dengan kegiatan pemeriksaan calon pengantin yang terus berlangsung hingga sore hari ini, diharapkan semua proses administrasi dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak ada hambatan saat hari H nanti. Pemerintah melalui lembaga keagamaan seperti KUA terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan panduan lengkap dan profesional dalam menjalani fase penting kehidupan ini.

Secara keseluruhan, kegiatan pemeriksaan calon pengantin di Kemranjen hari ini mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan pernikahan yang sah secara hukum maupun spiritual. Melalui validasi data serta bimbingan perkawinan yang mendalam, diharapkan pasangan-pasangan seperti Irfan Tauhid dan Siti Kholina dapat memulai perjalanan hidup baru mereka dengan fondasi yang kuat dan penuh kesiapan. (aaa)


Penyuluh Agama Ajak Jamaah Jaga Lisan dan Istiqomah Pasca Taubat


Purwokerto – Dalam upaya meningkatkan kesadaran spiritual di masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kemranjen, Miftahudin, kembali melakukan bimbingan dan penyuluhan agama (bimluh) di Majlis Darul Ilmi Purwokerto pada Rabu (14/01). Kali ini, beliau mengambil tema yang sangat penting terkait taubat, berdasarkan kitab *Nashoihul ‘Ib?d* karya Imam Nawawi.

Dalam sesi tersebut, Miftahudin menjelaskan enam tanda taubat yang diterima menurut para ulama, yang menjadi pedoman penting bagi umat. Pertama, dia menekankan pentingnya kesadaran akan dosa. Seorang hamba harus selalu waspada, menyadari bahwa ia bisa terjatuh kembali ke dalam kesalahan. Kedua, perasaan sedih harus lebih mendominasi dibandingkan dengan rasa gembira—hal ini menunjukkan ketulusan hati dalam memikirkan keselamatan di akhirat.

Selanjutnya, Miftahudin mengingatkan tentang pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan menjauhi lingkungan yang buruk demi menjaga istiqamah. Di antara tanda taubat yang lain adalah cara pandang terhadap dunia dan akhirat; seorang mukmin seharusnya memandang dunia sebagai sesuatu yang kecil dan akhirat sebagai tujuan utama yang lebih besar. Fokus pada kewajiban syariat dan tidak khawatir terhadap hal-hal yang telah Allah jamin juga menjadi aspek penting yang ditekankan.

Tanda terakhir yang Miftahudin sampaikan adalah menjaga lisan. Beliau mengingatkan jamaah untuk menghindari berbicara sia-sia yang dapat mengantarkan mereka pada maksiat. Suasana bimluh dipenuhi dengan khidmat dan antusiasme, di mana para jamaah berharap materi yang disampaikan dapat memotivasi mereka untuk memperbaiki diri.

Dengan penuh harapan, Miftahudin menekankan untuk tidak menunda-nunda taubat dan terus bersikap istiqamah dalam berbuat baik. "Semoga Allah menerima taubat kita, dan menjadikan hidup kita lebih terarah menuju ridha-Nya," pungkas beliau. (glh)


Peran Penyuluh Agama dalam pembinaan umat sangatlah krusial, terutama dalam membimbing mereka agar selalu berada di jalan yang benar dan sesuai dengan ajaran agama. Gaya bimbingan yang hangat dan penuh perhatian dari Miftahudin diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi jamaah dalam perjalanan spiritual mereka.

Perkuat Literasi Qur'ani: Bimbingan Penyuluh KUA Kemranjen Beri Bekal Tahsin Dini di MI Banyumas

Banyumas – Baru-baru ini, MI Nurul Falah sukses menjadi tuan rumah dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam (bimluh) yang dipandu oleh Miftahudin, penyuluh agama Islam dari Kemranjen. Dalam acara yang berlangsung pada Rabu (14/01) ini, tema yang diangkat adalah tahsin, atau perbaikan bacaan Al-Qur’an, yang sangat penting bagi siswa-siswa madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi Qur'ani di kalangan generasi muda.

Sesi bimluh ini dilaksanakan di laboratorium agama dekat area madrasah, menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan kondusif. Metode yang digunakan adalah sorogan, di mana setiap siswa berkesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Dengan bimbingan langsung dari pemateri, makhraj dan tajwid para siswa diperbaiki. Proses ini menghasilkan pengalaman belajar yang khidmat dan mendalam, karena siswa mendapatkan perhatian penuh saat mereka membaca.

Nailin, seorang guru kelas di MI Nurul Falah, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi KUA Kemranjen dalam program bimluh ini. “Kami sangat berterima kasih atas dasar ilmu agama yang diberikan. Semoga anak-anak kami semakin terbekali dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkapnya, menunjukkan antusiasme dan harapan akan kemampuan bacaan murid-muridnya.

Program bimluh yang diadakan oleh KUA Kemranjen diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an sejak dini, sekaligus memperkuat pondasi keagamaan peserta didik. Hal ini sejalan dengan komitmen KUA Kemranjen dalam mendukung pendidikan akhlak dan literasi Qur’ani di lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami Al-Qur'an, tetapi juga mencintainya, sehingga tumbuh sebagai generasi yang cinta Al-Qur'an.

Dengan langkah-langkah seperti ini, kita bisa memastikan bahwa nilai-nilai agama dapat tertanam dengan baik dalam diri anak-anak kita, serta membekali mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Peran penyuluh agama seperti Miftahudin pun sangat krusial dalam proses ini, sebagai penggerak yang membantu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap Al-Qur'an. (mf)


Nasehat Kang Penghulu : Harus Saling agar Keluarga Bahagia

Kemranjen - Pernikahan adalah salah satu momen paling berharga dalam hidup seseorang. Begitu juga dengan Paul (21 tahun) dan Ratna (16 tahun) yang baru saja mengucapkan janji suci di depan para saksi dan Kang Penghulu, Apriliyanto, di Balai Nikah KUA Kecamatan Kemranjen pada tanggal 15 Januari. Momen bahagia ini menjadi awal dari perjalanan baru mereka, sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan harapan. Dalam suasana yang penuh kebahagiaan itu, Kang Penghulu memberikan nasehat penting untuk bekal Paul dan Ratna dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Salah satu inti dari nasehat Kang Penghulu adalah pentingnya rasa saling di antara pasangan. "Harus ada rasa saling di antara kalian berdua," ungkap Kang Penghulu. Rasa saling ini meliputi menjaga komitmen, saling mendukung visi, cinta, dan menghormati satu sama lain. Komunikasi yang baik harus terus dijaga agar keduanya bisa saling memahami dan membantu satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam pernikahan, rasa saling ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Paul dan Ratna yang menikah di usia muda tentunya akan menghadapi berbagai tantangan tersendiri. Perbedaan karakter, emosi yang masih labil, hingga kontrol ego menjadi bagian dari dinamika rumah tangga mereka. "Emosi yang masih labil juga menjadi tantangan," tambah Kang Penghulu. Di sinilah pentingnya kedewasaan dalam bersikap dan berkomunikasi. Mereka harus belajar untuk saling mendengarkan dan menemukan jalan tengah dalam setiap perselisihan yang mungkin terjadi.

Kang Penghulu menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Setiap pasangan pasti akan menghadapi perbedaan pendapat, namun cara menghadapinya akan menentukan keberhasilan hubungan mereka. Dengan mengedepankan musyawarah, Paul dan Ratna diharapkan dapat mencari solusi bersama yang terbaik, tanpa harus meninggalkan rasa hormat satu sama lain. Ini adalah kunci untuk menciptakan suasana harmonis di dalam rumah tangga.

Setelah memberikan nasehat, Kang Penghulu pun melantunkan doa untuk pasangan muda ini. "Semoga keduanya betul-betul bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rohmah," ujarnya. Doa tersebut menjadi harapan bagi semua yang hadir, agar Paul dan Ratna menjadi orang tua yang bijak dan dikaruniai anak-anak yang sholih/sholihah sebagai generasi Islam yang kuat. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.

Dengan bekal nasehat yang dalam dan penuh makna ini, Paul dan Ratna diharapkan dapat menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Mengingat bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang, rasa saling, komunikasi yang baik, dan musyawarah adalah kunci untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Selamat menempuh hidup baru, Paul dan Ratna! (aaa)


Rabu, 14 Januari 2026

Fondasi Kehidupan Harmonis: Mengapa Niat di Balik Pernikahan Begitu Krusial

Kemranjen - Pernikahan adalah momen penting yang sangat dinanti oleh banyak orang. Dalam tradisi dan budaya kita, menikah bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan langkah besar menuju kehidupan baru. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, penting untuk memahami dan meluruskan niat di balik keputusan ini. Dalam konteks agama, khususnya dalam Islam, niat yang baik menjadi fondasi utama untuk memulai kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Setiap individu memiliki alasan tersendiri ketika memutuskan untuk menikah. Bagi sebagian orang, pernikahan bisa jadi merupakan cara untuk menghindari perzinaan atau sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan finansial. Di sisi lain, ada juga yang merasa terpaksa untuk menikah karena desakan dari keluarga atau lingkungan sekitar. Namun, terlepas dari motivasi tersebut, sangat penting untuk kembali memeriksa niat kita.

Niat yang tulus dan benar akan membantu membentuk hubungan yang sehat antara suami dan istri. Pernikahan dalam Islam bukan hanya sebuah kontrak sosial, melainkan juga ibadah yang seharusnya didasari oleh visi spiritual. Dengan niat yang baik, pasangan dapat saling mendukung dalam menjalani kehidupan bersama, serta tumbuh dan berkembang dalam iman.

Niat yang baik dalam memulai kehidupan baru bersama pasangan membawa dampak signifikan terhadap perjalanan rumah tangga. Pertama, niat yang lurus memberikan motivasi bagi masing-masing pasangan untuk saling bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan. Kedua, pernikahan yang dijalani dengan niat yang baik akan menghasilkan hubungan yang lebih sakral, penuh berkah, dan harmonis.

Bapak Galih Lukman Hakim, dalam pemeriksaan calon pengantin di KUA Kecamatan Kemranjen, menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Ia percaya bahwa pernikahan yang dibangun berdasarkan niat yang baik akan lebih mampu bertahan, meskipun diuji oleh berbagai situasi. Dengan niat yang benar, pasangan akan lebih mudah untuk saling memaafkan dan menjaga satu sama lain.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk memastikan niat kita sudah sesuai sebelum menikah:

1. Refleksi Diri : Luangkan waktu untuk merenung dan menilai alasan di balik keinginan untuk menikah. Apakah alasan tersebut mencerminkan cinta, komitmen, dan harapan untuk membangun keluarga yang bahagia?

2. Diskusi dengan Pasangan : Jangan ragu untuk membahas niat dan harapan Anda dengan pasangan. Komunikasi yang terbuka akan memperkuat pemahaman dan saling pengertian.

3. Bimbingan Spiritual: Jika perlu, carilah bimbingan dari orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti ustaz atau figur teladan dalam komunitas. Mereka bisa memberikan perspektif yang lebih dalam tentang pentingnya niat dalam pernikahan.

Menikah adalah langkah yang monumental dalam hidup. Oleh karena itu, memastikan niat yang baik sebelum memasuki babak baru ini sangatlah penting. Dengan meluruskan niat, kita mengharapkan kebaikan dan berkah dalam setiap langkah yang diambil bersama pasangan. Mari kita resapi makna pernikahan sebagai ibadah yang membutuhkan komitmen dan keikhlasan. Semoga setiap pasangan yang bercita-cita untuk menikah selalu diberikan kemudahan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan baru mereka. (gl)


glh)

Selasa, 13 Januari 2026

Urgensi Taubatan Nasuha di Akhir Zaman

Banyumas - Miftahudin, penyuluh agama Islam KUA Kemranjen, kembali turun berpartisipasi dalam kegiatan bimbingan mental dan rohani (bimluh) di MT Nurudz Dholam Rumah Tahanan (Rutan) Banyumas. Pada kesempatan tersebut, ia mengangkat tema “Pentingnya Bertaubat di Akhir Zaman Agar Selamat Dunia dan Akhirat.” (13/01)

Di hadapan para jamaah yang mengikuti dengan khidmat, Miftahudin menekankan bahwa taubat bukan hanya sekadar penyesalan, namun juga kesungguhan untuk memperbaiki diri. “Taubat membuka pintu keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya dalam tausiah. 

Selain itu, Miftahudin juga menegaskan urgensi untuk senantiasa beristiqomah dalam membaca istighfar sebagai salah satu bentuk permohonan ampun dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada akhir bimluh, yang akrab dipanggil Udin itu menyampaikan harapan agar setitik ilmu yang diberikan mampu menjadi tetesan harapan bagi kehidupan para jamaah. “Semoga apa yang kita pelajari hari ini memberi manfaat dan menjadi awal kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan lancar, penuh nuansa hikmah, serta menjadi ruang refleksi bagi jamaah untuk menata hati dan mempererat ikhtiar dalam memperbaiki diri. (mf)

Diskusi Pagi, Nutrisi Otak Sebelum Bimluh

Banyumas - Ruang Penyuluh KUA Kemranjen pada Selasa pagi tampak lebih dinamis dari biasanya. Seluruh Penyuluh Agama Islam Kemranjen mengikuti diskusi santai yang dipandu oleh Galih Lukman Hakim, calon penghulu KUA Kemranjen. Tema yang diangkat adalah dampak negatif praktik nikah sirri dalam masyarakat, baik dari sisi administrasi hukum hingga implikasi sosial bagi keluarga dan keturunan. (13/01)

Dalam jalannya diskusi, peserta saling bertukar pandangan dan pengalaman ketika mereka turun ke lapangan melakukan bimbingan masyarakat (bimluh). Diskusi ini diproyeksikan sebagai ajang menambah referensi wawasan dan bekal argumentasi bagi penyuluh ketika memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Sigit, salah satu Penyuluh Agama Islam Kemranjen, menuturkan bahwa forum kecil semacam ini sangat penting untuk memperkaya khazanah keilmuan. “Diskusi kecil seperti ini sangat penting bagi kami untuk menambah wawasan, sehingga ketika turun bimluh kami memiliki dasar penjelasan yang cukup,” ungkapnya.

Suasana diskusi berjalan cair dan partisipatif. Selain mengupas sisi persoalan sosial dan administrasi, beberapa penyuluh juga menyinggung kaitan nikah sirri dengan prinsip perlindungan hak-hak perempuan dan anak. 

Di akhir sesi, Galih menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kecenderungan nikah sirri dapat diminimalisir melalui proses pencatatan nikah yang resmi sesuai ketentuan.

Diskusi ditutup dengan harapan agar forum-forum serupa dapat dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan kapasitas penyuluh dalam menjalankan tugas kepenyuluhan di wilayah Kemranjen. (Y)

Dana BOP Menjadi Kunci Perbaikan Fisik dan Pelayanan

Kemranjen - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemranjen di Banyumas kini berada di persimpangan penting. Dengan tantangan dalam pengelolaan dan pemeliharaan bangunan fisiknya, KUA menghadapi kebutuhan mendesak untuk melakukan perbaikan. Dalam konteks ini, perencanaan keuangan yang cermat serta pengelolaan Biaya Operasional Perkantoran (BOP) merupakan kunci utama untuk mewujudkan mimpi besar ini.


Perencanaan keuangan bukan sekadar sekumpulan angka; ia adalah peta jalan untuk kelangsungan operasional KUA. Dengan anggaran yang terbatas, kebutuhan untuk merumuskan rencana keuangan yang matang menjadi semakin kritis. Hal ini membantu mengidentifikasi prioritas dalam penggunaan dana agar dapat dialokasikan ke area yang paling membutuhkan, seperti peningkatan layanan pernikahan atau penyuluhan agama. Dengan pengelolaan yang baik, setiap sen dari BOP dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pentingnya akuntabilitas dan transparansi tidak bisa diabaikan dalam pengelolaan keuangan KUA. Setiap pengeluaran harus dicatat secara jelas dan terdokumentasi, agar sesuai dengan standar hukum yang berlaku. Dengan sistem perencanaan yang terstruktur, proses pelaporan dan audit dapat berjalan dengan lebih lancar, sehingga meminimalisasi risiko penyalahgunaan dana. Upaya ini tidak hanya memastikan efisiensi penggunaan anggaran, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap integritas KUA.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menggarisbawahi pentingnya penambahan anggaran BOP untuk meningkatkan sarana dan prasarana. "Adalah mimpi besar yang semoga bisa terwujudkan," ujarnya. Tambahan anggaran memungkinkan KUA tidak hanya untuk memperbaiki kondisi gedung, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan dan program kerja. Dampak positif ini akan langsung dirasakan oleh masyarakat yang bergantung pada pelayanan KUA.

Sumber daya yang ada di KUA harus dioptimalkan melalui perencanaan keuangan yang baik. Data dan wawasan yang diperoleh dapat membantu kepala KUA dan staf dalam mengambil keputusan strategis. Investasi pada teknologi atau perekrutan staf baru merupakan contoh langkah nyata yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan tugas pokok KUA. Selain itu, pengelolaan keuangan yang bijak juga termasuk persiapan untuk biaya tak terduga, memastikan operasional tetap berjalan meski menghadapi situasi darurat.

Dengan cara ini, KUA Kecamatan Kemranjen tidak hanya dapat menghemat biaya operasional tetapi juga menginvestasikan kembali penghematan tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan menyediakan ruang tunggu yang lebih nyaman atau layanan digital yang lebih cepat, KUA bisa memainkan perannya sebagai rumah kedua yang layak bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, perencanaan keuangan yang efektif adalah inti dari keberlangsungan dan kesuksesan KUA Kecamatan Kemranjen. Melalui optimalisasi penggunaan BOP dan penambahan anggaran untuk peningkatan fasilitas, KUA dapat beroperasi dengan efisiensi maksimum, mematuhi persyaratan hukum, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Mari kita wujudkan mimpi besar ini agar KUA Kecamatan Kemranjen dapat menjadi rumah kedua yang layak dan berimbang bagi seluruh masyarakat. (a)

Senin, 12 Januari 2026

Fokus Tahsin Qiroatil Qur'an, Ikhtiar Mempersiapkan Kader Bangsa yang Luhur



Banyumas - MI Baitul Muttaqin Grujugan kembali menjadi lokasi Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Miftahudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen. Kegiatan yang digelar usai libur semester ganjil ini diikuti oleh siswa kelas 4 hingga kelas 6 dengan fokus pembinaan pada tahsin qiro’ah Al-Qur’an. (12/01)

Kepala MI Baitul Muttaqin, Lasimin, menyampaikan terima kasih kepada KUA Kemranjen atas terlaksananya kembali program bimluh rutin. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat dalam membentuk kemampuan baca Al-Qur’an bagi peserta didik.

“Kami berterima kasih kepada kepala KUA Kemranjen karena program bimluh dapat berjalan kembali setelah libur semester ganjil. Harapannya santri dan siswa semakin baik kemampuan tahsin dan bacaan Qur’annya,” ungkap Lasimin.

Sementara itu, Miftahudin menegaskan komitmennya untuk tetap istiqomah menjalankan bimluh sebagai bagian dari penguatan pemahaman keislaman generasi muda. “Kita berusaha istiqomah dalam bimluh ini dengan harapan generasi bangsa nantinya memiliki basic Qur’an yang baik,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa menerima materi dengan saksama serta diberikan kesempatan praktik tahsin secara langsung dengan bimbingan penyuluh.

Dengan adanya bimluh ini, diharapkan kemampuan baca Al-Qur’an siswa MI Baitul Muttaqin semakin meningkat dan berkelanjutan sebagai bekal di masa depan. (mf)

Suasana Antrian Pelayanan Front Office KUA Kemranjen, Berjalan Tertib dan Humanis

Banyumas - Pelayanan di Front Office (FO) KUA Kemranjen pada hari ini berlangsung dengan suasana yang tertib, santai, dan penuh keakraban. Masyarakat yang datang dengan berbagai keperluan—mulai dari pendaftaran pernikahan, pemeriksaan berkas administrasi, hingga konsultasi perwakafan—dilayani dengan ramah dan penuh kesantunan oleh petugas yang berjaga. (12/01)

Ismi, selaku petugas Front Office, terlihat sigap melayani setiap kebutuhan masyarakat. Ia dibantu oleh staf lainnya untuk memastikan seluruh permohonan dapat diproses secara perlahan namun tepat dan sesuai prosedur. Tidak hanya sebatas pelayanan administratif, FO KUA Kemranjen juga berupaya memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

Sembari menunggu giliran, masyarakat tampak bercengkrama satu sama lain dengan suasana kekeluargaan. Hidangan camilan yang disediakan oleh pihak KUA turut menambah kenyamanan, sebagai bagian dari fasilitas pelayanan publik yang humanis dan ramah.

Tiwan, salah satu warga dari Karangsalam yang tengah mengurus keperluan pernikahan, menyampaikan rasa puasnya terhadap pelayanan yang ia terima. “Pelayanan di KUA Kemranjen sangat memuaskan, petugasnya ramah, dan prosesnya jelas. Kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.

Dengan pelayanan yang santun, fasilitas yang memadai, serta suasana yang nyaman, KUA Kemranjen terus membuktikan komitmennya sebagai lembaga layanan keagamaan yang profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat. (am)

Rakor Internal Penyuluh ; Bahas Program Tahun 2026 dan Isu Perwakafan

Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen menggelar rapat koordinasi (rakor) internal yang dipandu langsung oleh Kepala KUA Kemranjen, di ruang penyuluh, dengan diikuti seluruh penyuluh agama Islam Kemranjen. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius dan produktif. (12/01)

Agenda utama rakor membahas penyusunan serta penguatan program kepenyuluhan pada tahun 2026, baik terkait bina ibadah, keluarga sakinah, zakat-wakaf, maupun layanan keagamaan di masyarakat. Selain itu, forum juga menyoroti gejolak isu perwakafan yang tengah terjadi di beberapa wilayah binaan, terutama mengenai ketertiban administrasi serta pemahaman masyarakat terhadap tata kelola wakaf.

Kepala KUA Kemranjen menekankan pentingnya sinergi antarpenyuluh dan koordinasi rutin agar setiap program berjalan optimal. Ia juga mengajak seluruh penyuluh untuk turut memberikan edukasi dan pendampingan terkait perwakafan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rakor diakhiri dengan penyimpulan poin tindak lanjut serta pembagian tugas strategis penyuluh di tahun mendatang. Dengan adanya koordinasi tersebut, diharapkan kinerja kepenyuluhan KUA Kemranjen semakin efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat. (am)

Apel Pagi KUA Kemranjen; Tekankan Keikhlasan dalam Bekerja

Kemranjen – KUA Kemranjen kembali menggelar apel pagi di halaman kantor pada Senin pagi. Bertindak sebagai pemimpin apel Miftahudin, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, sementara Kepala KUA Kemranjen Apriliyanto didapuk sebagai pembina apel. (12/01)

Dalam amanatnya, Apriliyanto menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam bekerja, terutama sebagai aparatur Kementerian Agama, terkhusus di lingkungan KUA Kemranjen. Menurutnya, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat harus senantiasa dilandasi niat ikhlas demi keberkahan serta profesionalitas dalam menjalankan tugas negara.

Apel pagi kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Galih Lukman Hakim, calon penghulu KUA Kemranjen. Doa dipanjatkan agar seluruh aktivitas pelayanan dan pekerjaan mendapat keberkahan serta kelancaran dari Allah SWT.

Kegiatan berjalan tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen ASN KUA Kemranjen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (wu)

Minggu, 11 Januari 2026

Kebahagiaan Kuadrat: Ketika Penghulu Pernikahan Adalah Paman Sendiri

Banyumas - Pernikahan adalah salah satu momen paling bersejarah dalam hidup setiap pasangan. Di hari bahagia ini, semua harapan dan impian seakan menyatu dalam satu perayaan yang megah. Salah satu hal yang menambah keunikan dan kesan mendalam dari suatu pernikahan adalah keterlibatan keluarga besar, terutama dalam peran penghulu.

Momen spesial antara Ferry Ferdian dan Umi Nur Awaliyah yang berlangsung di rumah mempelai putri di Desa Sidamulya Kemranjen pada pukul 09.00 WIB menjadi contoh nyata betapa mewahnya kebahagiaan saat penghulu yang menikahkan merupakan bagian dari keluarga. Penghulu yang dipercaya dalam momen sakral ini adalah Pak Lik dari calon mempelai wanita, yaitu Bapak Iqbal Husain, Kepala/Penghulu KUA Purwokerto Utara. Ini menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi kedua mempelai dan keluarga.

Dalam pernikahan ini, mekanisme penunjukkan penghulu turut memberikan nuansa yang luar biasa. Proses penunjukkannya melalui surat permohonan oleh Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, kepada Kasi Bimas Islam Kankemenag Banyumas, yang kemudian mengeluarkan surat penunjukkan untuk Bapak Iqbal Husain. Dengan cara ini, pernikahan tidak hanya menjadi sebuah kontrak sosial, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan yang sudah ada.

Ketika seseorang yang dekat dengan keluarga terlibat dalam proses akad nikah, hal ini memberikan suasana yang lebih hangat dan intim. Kebahagiaan terasa lebih kuadratik, menyebar bukan hanya kepada mempelai, tetapi juga kepada seluruh hadirin yang hadir pada acara tersebut.

Di tengah momen bahagia ini, doa-doa terbaik dipanjatkan untuk Ferry dan Umi. Sebuah harapan agar mereka dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rohmah. Tidak hanya itu, banyak yang berharap agar pasangan ini kelak dikaruniai anak-anak yang sholih dan sholihah, sehingga kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini bisa berlanjut hingga generasi berikutnya.

Kedua mempelai ini menjadi simbol cinta sejati, di mana semuanya terhubung dalam cinta dan komitmen. Pertemuan dua keluarga yang saling mendukung dan menghormati menjadikan pernikahan ini sebagai langkah awal yang baik untuk perjalanan baru mereka sebagai pasangan suami istri. (a)

Sabtu, 10 Januari 2026

Silaturahmi Strategis KUA Kemranjen: Perkuat Pemahaman Aturan Nikah dan Sertifikat Wakaf

 Banyumas - Pada tanggal yang telah ditentukan, KUA Kemranjen mengadakan pertemuan yang penuh makna dengan tokoh masyarakat. Bertempat di auditorium KUA Kemranjen, acara ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, Operator Layanan KUA, serta perwakilan tokoh masyarakat se-Kecamatan Kemranjen. Pertemuan ini bukan hanya sekadar ajang silaturrohmi, tetapi juga berfungsi sebagai momen sosialisasi penting mengenai berbagai aspek administrasi pernikahan dan wakaf. (08/01).


Dalam suasana yang akrab dan penuh respektif, Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan fokus utama dari pertemuan tersebut. "Pertemuan ini bertujuan untuk sosialisasi tentang kelengkapan administrasi pernikahan, aturan perubahan data di buku nikah, dan pentingnya sertipikasi tanah wakaf," ujarnya dengan tegas. Melalui diskusi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami lebih dalam mengenai prosedur yang terlibat dalam pelaksanaan pernikahan, termasuk pemeriksaan catin dan wali yang sangat penting untuk memastikan semua berkas lengkap dan memenuhi syarat serta rukun nikah.

Salah satu poin harapannya adalah untuk menekankan penggunaan dokumen resmi seperti akta kelahiran dan kematian yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil). Dokumen ini sangat krusial dalam mendukung perubahan data di buku nikah sehingga semua informasi menjadi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cara ini, KUA Kemranjen berharap dapat membantu mencegah masalah administrasi di masa depan dan memberi kemudahan bagi pasangan yang ingin membangun rumah tangga.

Selain itu, Apriliyanto juga membahas urgensi sertipikat wakaf. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi ini sangat penting untuk memastikan kelestarian aset wakaf dan menjaga dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan niat yang tidak baik. "Masyarakat harus mengetahui urgensi sertipikat wakaf, salah satunya adalah untuk menjaga keberlangsungan aset tersebut agar tetap bermanfaat bagi generasi yang akan datang," tambahnya.

Melalui acara silaturrohmi ini, KUA Kemranjen tidak hanya memperkuat hubungan dengan tokoh masyarakat tetapi juga meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan peraturan dan program yang ada. Dengan demikian, diharapkan bahwa setiap warga dapat berkontribusi aktif dalam mematuhi dan mendukung kebijakan yang ada demi kebaikan bersama. Semoga sinergi antara KUA dan masyarakat ini terus terjalin, membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Kemranjen. (glh)

Wajah Baru Dakwah: Mengurai Kontribusi Multi-Dimensi Penyuluh Agama Islam

 Banyumas -Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, kehadiran penyuluh agama Islam menjadi sangat penting. Mereka bukan hanya berperan sebagai penyampai ilmu agama, tetapi juga menjalin hubungan dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu penyuluh agama yang aktif adalah Bapak Wafiqul Umam, yang akrab disapa Gus Umam. Bersama rekan-rekannya di KUA Kemranjen, mereka melaksanakan tugas suci ini dengan penuh dedikasi. (09/11)


Penyuluh agama Islam seperti Gus Umam dan timnya, termasuk Ibu Siti Rofiqoh, Bapak Miftahudin, Bapak Sigit Panuntun, dan Bapak Yono, memiliki peran yang luas. Mereka tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi bergerak di instansi perkantoran, pendidikan, dan kesehatan. Keberadaan mereka di berbagai posisi dakwah menunjukkan pentingnya penyuluh agama dalam setiap sendi kehidupan.

Dalam setiap kesempatan, mereka bisa menjadi sosok yang berada di depan, memberikan pencerahan kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga mampu berfungsi sebagai pendamping yang memberikan masukan dan saran, serta mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Di balik layar, mereka berperan sebagai penggerak yang menginspirasi orang lain untuk lebih mendalami ajaran agama.

Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan pengetahuan yang mereka miliki, penyuluh agama tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menebarkan kasih sayang, yang merupakan inti ajaran agama. Mereka membantu masyarakat untuk memahami nilai-nilai agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta harmoni social yang lebih baik.

Melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan, seminar, dan diskusi, Gus Umam dan rekan-rekannya berhasil memperkuat pondasi spiritual masyarakat. Hal ini sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Penyuluh agama Islam, seperti Gus Umam dan timnya, memiliki peran yang sangat krusial dalam membangun umat. Dengan tugas yang diemban, mereka menunjukkan betapa pentingnya kehadiran penyuluh agama dalam setiap aspek kehidupan. Melalui pendidikan dan pendampingan, mereka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menebarkan kasih sayang yang dapat mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Maka, mari kita dukung dan hargai peran penyuluh agama dalam menciptakan masyarakat yang lebih beriman dan bertaqwa. (rfq)

Peringatan Isro' Mi'roj dan Khotmil Qur'an Masjid AL Huda: Sinergi Siapkan Generasi Penerus Islam

 Banyumas - Dalam era yang semakin berkembang ini, perlunya sinergitas seluruh pihak dalam menyiapkan generasi Islam yang kuat menjadi semakin penting. Hal ini tercermin dalam rangkaian acara Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur'an yang diadakan oleh Masjid AL Huda Desa Kecila. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, ini dihadiri oleh Bapak Sigit Panuntun sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, dan merupakan wujud nyata dari upaya bersama dalam menyiapkan calon penerus yang berakhlak mulia dan beriman.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB di halaman masjid dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Suasana khidmat menyelimuti acara sejak awal, menciptakan rasa kebersamaan dan kekuatan spiritual di antara para jemaah. Pembacaan ayat suci tidak hanya menjadi pengantar, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah kita melihat betapa pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda.

Selanjutnya, sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat dan panitia berlangsung dengan lancar. Bapak Sigit mengharpkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung penguatan iman anak-anak. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan rutin, menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersinergi dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya kuat secara jasmani, tetapi juga rohani. "Kita perlu menanamkan cinta terhadap Al Qur'an dan kewajiban sholat lima waktu kepada anak-anak kita," ucapnya.

Pengajian yang menjadi inti dari acara ini menghadirkan pemateri yang kompeten untuk membahas topik-topik terkait pendidikan agama dan keimanan. Hal ini sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Dengan adanya bimbingan yang tepat, diharapkan generasi penerus Islam dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mampu menghadapi berbagai tantangan namun tetap berpegang pada ajaran-ajaran Islam.

Acara ditutup dengan doa bersama, mengharapkan agar upaya yang dilakukan bersama ini mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga rangkaian kegiatan ini bukan hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga awal dari sebuah gerakan bersama dalam mempersiapkan generasi penerus Islam yang unggul dan berkarakter.

Sinergitas adalah kunci untuk menyiapkan generasi Islam yang kuat. Dengan dukungan dari berbagai pihak seperti masyarakat, keluarga, dan lembaga pendidikan, kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya memahami tetapi juga mencintai ajaran Islam. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, mari kita terus berupaya demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita dan umat Islam secara keseluruhan. (sp)

Dari Mediasi Hingga Edukasi: Dampak Nyata Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen dalam Urusan Warisan

 Banyumas -Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keberadaan Penyuluh Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam memberikan bimbingan spiritual dan penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat. Salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KUA sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 adalah memberikan pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam. Dalam konteks ini, Bapak Miftahudin sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Kemranjen telah menunjukkan komitmennya dengan melayani masyarakat dalam isu-isu penting, termasuk pembagian warisan. (10/01)

Pembagian warisan sering kali menjadi permasalahan yang rumit dan emosional bagi keluarga yang ditinggalkan. Hal ini bisa menimbulkan konflik dan kesalahpahaman antara ahli waris. Dalam situasi seperti ini, kehadiran seorang mediator yang memiliki pemahaman mendalam mengenai hukum waris dalam Islam menjadi sangat penting. Bapak Miftahudin, selaku Penyuluh Agama Islam, berperan sebagai mediator sekaligus problem solver, membantu keluarga dalam memahami hak dan kewajiban mereka sesuai dengan tuntunan agama.

Melalui pelayanan ini, Bapak Miftahudin tidak hanya meringankan beban psikologis yang dialami oleh keluarga, tetapi juga memastikan bahwa pembagian warisan dilakukan secara adil dan sesuai dengan syariat Islam. Pendekatan yang dilakukan oleh para penyuluh agama ini menciptakan suasana yang kondusif, sehingga konflik dapat diminimalisir.

Bukti nyata dari dampak positif pelayanan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kemranjen terlihat dalam berbagai kesempatan, di mana Bapak Miftahudin aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami prinsip-prinsip pembagian warisan dalam Islam. Dengan menggunakan pendekatan yang ramah dan komunikatif, beliau berhasil membuat masyarakat lebih paham tentang hak-hak mereka sebagai ahli waris.

Di samping itu, beliau juga memfasilitasi diskusi terbuka di mana keluarga dapat bertanya dan mendapatkan klarifikasi terkait permasalahan warisan mereka. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mempererat ikatan antar anggota keluarga yang sering kali terpecah akibat masalah warisan.

"Kami Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kemranjen siap memberikan bimbingan dan penerangan agama Islam kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Bapak Miftah. Pernyataan ini menggambarkan komitmen beliau dan para penyuluh agama lainnya untuk terus aktif dalam membantu masyarakat. Dengan prinsip menyebarkan ilmu dan meningkatkan kesadaran agama, para penyuluh agama berusaha menjadi jembatan antara hukum Allah dan realitas kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, peran Penyuluh Agama Islam dalam konteks pembagian warisan adalah salah satu contoh nyata bagaimana pelayanan berdampak dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Melalui upaya ini, diharapkan tiap keluarga dapat menemukan jalan keluar yang adil dan harmonis, serta memperkuat hubungan antarkeluarga.

Penyuluh Agama Islam, seperti Bapak Miftahudin, memiliki peran yang sangat signifikan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan-persoalan seperti pembagian warisan. Dengan pendekatan yang bersifat mediasi dan edukasi, mereka tidak hanya menjadi solusi atas masalah yang ada, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih rukun dan sejahtera. Melalui pelayanan yang berdampak, mereka memastikan bahwa nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam urusan yang sangat sensitif seperti warisan. (mf)

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerim...